Monday, February 23, 2015

BAYAN MAULANA ISMAIL USPRA

Dakwah Ambiya menyeru pada Zat dan Qudrat Allah. 

Allah SWT yang mencipta segala-galanya. Segala yang terlihat dan tidak terlihat dicipta oleh Allah SWT. Allah SWT mencipta makhluk adalah untuk ujian bagi manusia supaya mengenal Allah SWT. Allah SWT menjadikan semua makhluk dengan qudrat Allah SWT. Mati dan hidup semua di tangan Allah SWT. Keadaan-keadaan yang wujud di antara hidup dan mati semua Allah SWT yang mewujudkan. Apa yang berlaku dalam semua kehidupan makhluk bergantung dengan qudrat Allah SWT. Apa yang wujud semua dari Allah SWT, ikhtiar manusia juga dari qudrat Allah SWT dan bukan usaha manusia.

Terbentuk kehidupan dan kemusnahan, kebaikan, keburukan bukan bergantung pada makhluk atau asbab tetapi bergantung kepada qudrat Allah SWT. Oleh itu Allah SWT telah kirim nabi-nabi dan rasul-rasul untuk memahamkan kepada manusia supaya menjalani kehidupan ini mengikut kehendak Allah SWT. Begitulah semua 124 ribu nabi dan rasul diutus ke muka bumi ini supaya menyeru manusia kepada beriman kepada Allah SWT. Begitulah seterusnya hingga dakwah Rasulullah SAW.

Baginda SAW menyeru bahwa semua keadaan yang wujud datang daripada qudrat Allah SWT. Apa yang berlaku dan sedang berlaku serta apa-apa yang akan berlaku semuanya datang dari Allah SWT. Inilah dakwah nabi-nabi termasuk Nabi SAW bahwa kejayaan manusia bukan bergantung kepada apa yang diusahakan oleh manusia, akan tetapi bergantung kepada apa yang ditetapkan oleh Allah SWT. Kelemahan manusia ialah yakin manusia terkesan dengan apa yang dilihat memberikan manfaat dan mudharat. Sebenarnya kesan manfaat dan mudharat pada asbab itu bukan dari makhluk tersebut, tetapi Allah SWT yang memberi kesan. Makhluk itu sebenarnya tidak dapat berbuat apa-apa. 

Maulana memberi contoh mengenai bola lampu dan kabel listrik, sebenarnya benda itu tidak dapat mengeluarkan cahaya tetapi arus listrik itu adalah menyambung daripada generator listrik.  Begitulah semua apa yang kita lihat, kebaikan dan keburukan datang dari qudrat Allah SWT. Begitulah dakwah Anbia as menyeru manusia kepada zat dan qudrat Allah SWT.

Hari ini apabila umat telah tinggalkan dakwah, maka yakin umat dan pikiran umat telah rusak. Semua ini dimulai daripada perbicaraan yang salah dan tidak lagi membicarakan kebesaran Allah SWT. Setan datang untuk membawa kita menjadi orang yang ditipunya kepada perkara yg bathil. Inilah perbicaraan rata-rata orang Islam di seluruh dunia dimana mereka tidak lagi berbicara tentang kebesaraan Allah SWT, sebaliknya membicarakan kehebatan dunia. Dengan ini manusia yakin pada benda atau asbab yang dibicarakan dan tidak lagi terkesan dengan kekuasaan dan qudrat Allah SWT. 

Oleh karena itu kesesatan telah merata di seluruh dunia. Sesungguhnya kehidupan manusia bukan tebentuk dari harta benda, tetapi kehidupan manusia terbentuk dengan iman dan amal. Untuk keselamatan dan keamanan inilah perlu usaha atas iman dan diamalkan.., dimana manusia akan benar-benar yakin terhadap zat dan qudrat Allah SWT. Allah SWT yang memelihara rezeki seluruh makhluk termasuk diri kita. Dalam pembinaan iman, jangan campur-adukkan kebesaran Allah dengan ghairullah (selain dari Allah).

Melalui usaha dakwah Allah SWT akan kembangkan hidayah ke seluruh alam. Melalui dakwah manusia kepada kebesaran Allah SWT, maka Allah SWT akan memasukan iman dalam diri orang yang membicarakan kebesaran Allah SWT. 

Begitu juga jika kita dakwahkan kehidupan suci murni Nabi SAW, orang itu yang akan mendapat taufik hidayah untuk mengamalkan sunnah-sunnah Nabi SAW, dan kehidupan sunnah akan tersebar. Oleh krn itu kita perlu membentuk iman supaya wujud suasana iman bukan saja di tempat2 kita tetapi di seluruh alam.

Apabila kita tinggalkan dunia ini dalam jazbah orang yang hidupkan usaha Nabi SAW, maka kita akan dibangunkan di hari akhirat bersama Nabi SAW. Oleh karena itu azas kerja kita perlu usahakan kerja Nabi. Kerja Nabi tidak perlukan harta benda tetapi keinginan dalam hati. Jadikan kerisauan dan pikir kita seperti pikir & risau Nabi SAW.  Apabila pembicaraan mengenai kebesaran Allah SWT telah umum, maka Allah SWT akan wujudkan isti’dat kepada seluruh umat untuk mengamalkan keseluruhan agama. 

Allah SWT sendiri akan wujudkan agama di seluruh alam. Maka sebab itu, kita perlu bergerak membuat kerja Nabi SAW diseluruh alam. Kita perlu bertobat bersungguh-sungguh karena tidak menjadikan pikir Nabi SAW sebagai pikir kita dan tidak menjadikan maksud hidup Nabi SAW sebagai maksud hidup kita. Kita perlu yakin dengan janji Allah SWT. Allah SWT berfirman yang mahfumnya, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kami membantu agama Allah, Allah akan membantu kamu”.

Allah akan bertindak mengikut sangkaan manusia. Kita perlu berhajat kepada Allah SWT, kita perlu selalu menuju kepada Allah SWT. Kita perlu senantiasa mendengar pembicaraan iman, perlu memberi keputusan untuk menghidupkan kerja Nabi ke seluruh alam hingga akhir hayat kita.

(Dipetik daripada Bayan Subuh Maulana Ismail Uspra, Ijtima’ Tongi 2002)

No comments:

Post a Comment