Thursday, February 26, 2015

NASIHAT MAULANA ILYAS RAH

1). Maulana Ilyas rah katakan: “Yang saya khawatirkan nanti akan terjadi, dimana orang itu seperti usaha agama, namun disisi Allah tidak sedang usaha agama. Mengapa bisa begitu? Hal ini karena maksud usaha agama ini adalah bagaimana diri kita ini sifatnya tambah baik, yakinnya tambah kuat, ketaatannya pada Allah subhanahu wa ta’ala meningkat, kecintaannya kepada sunnah semakin bertambah, solatnya makin khusyu’, ilmunya semakin bertambah dan inilah maksud usaha agama. Tapi hari ini orang usaha agama hanya untuk orang lain saja bukan untuk diri sendiri. Inilah yang dimaksud kita disisi manusia terlihat seperti usaha agama tetapi disisi Allah bukan sedang usaha agama.

2). Maulana Ilyas rah berkata: “Siapa saja yang buat kerja dakwah tetapi tidak yakin bahawa Allah akan menolong dia, berarti orang ini adalah orang yang Fasiq."Barangsiapa yang buat kerja dakwah dan dakwah menjadi maksud hidupnya, maka Allah akan tolong dia seperti Allah telah tolong para sahabat r.hum dan para Nabi a.s. Siapa saja yang mengisi hatinya dengan Amal Agama, maka Allah akan masukkan cahaya ke dalam hatinya sehingga ia dapat melihat dengan cahaya Allah. Umar r.a pernah berkata, “Hati-hati dengan firasat orang beriman.

3). Maulana Ilyas rahh menyatakan: ”Hakikat usaha ini adalah satu perjuangan yang sangat besar, sayangnya banyak orang yang masih belum memahami hakikatnya"

4). Kata Maulana Ilyas rah harus ada niat: Seluruh hidup, seluruh harta, seluruh diri untuk Allah s.w.t. Bagaimana supaya Allah s.w.t tetapkan hidayah untuk kita? Caranya:

a). Jangan lihat keburukan orang lain dan lelaki yang bukan muhrim.
b). Untuk ishlah diri: Semua perintah Allah subhanahu wa ta’ala anggaplah belum tahu dan baru mendengar.
c). Ada fikir dan risaunya seperti Rasulullah s.a.w, memikirkan dan merisaukan bagaimana keadaan ummat sekarang.
d). Bagaimana amalan Rasulullah s.a.w hidup di seluruh alam.
e). Bagaimana usaha Rasulullah s.a.w hidup di seluruh alam. Untuk dapatkan ini hendaklah maksud Nabi menjadi maksud hidup kita.
f). Kita hidup untuk Da`wah, Da`wah sampai mati, Mati dalam Da`wah.

5). Nasihat Maulana Muhammad Ilyas rah: Cara menyelesaikan berbagai masalah, baik masalah pribadi, masalah umat, maupun masalah politik adalah dengan Dakwah dan Usaha Agama, berdasarkan satu fikir. Cara-cara yang ditempuh di luar usaha agama nampaknya saja dapat memberikan hasil dan keuntungan dengan segera, sekalipun hanya dengan pengorbanan yang sedikit dalam pada itu, usaha agama menghendaki pengorbanan yang besar sedangkan keuntungannya tidak segera dapat dilihat. Itulah sebabnya mengapa orang-orang menjauh dari usaha agama demikian pula orang-orang yang terlalu tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan ketika melihat orang-orang yang “tidak produktif"seperti kita atau ketika melihat asas usaha dakwah kita. Namun ternyata mereka tidak mampu melihat hakikatnya, yakni tidak mampu memahami hakikat syariah.

6). Maulana Ilyas rah berkata: Terdapat dua golongan orang yang membuat usaha usaha agama, iaitu:

a) Mereka yang keluar di jalan Allah, dengan niat untuk menyelesaikan masalah hutang/sakit/kesusahan. Orang yang seperti ini tidak akan istiqamah (dalam usaha agama)

b) Mereka yang keluar di jalan Allah, karena menganggap bahawa hal itu adalah perintah Allah s.w.t. Orang seperti ini akan istiqamah dalam membuat kerja dan akan mendapat tarbiyyah dan maju (dalam usaha agama).

7). Maulana Ilyas rah katakan: ”Bahkan dalam saat minum teh pun kita mesti bertanya keadaan ahli keluarga kita, agar tidak ada satupun ahli keluarga yang terlibat kesia-siaan, jangan hidup seperti kaum Yahudi dan Nasrani, yang tidak mempunyai tertib hidup Nabi s.a.w "

8). Maulana Muhammad Ilyas rah berkata: "Permisalan keadaan ummat ini hari, ibarat seseorang yang memiliki mata tetapi mata tersebut buta, memiliki telinga tetapi tidak bisa mendengar (tuli), sehingga dia dalam keadaan sedang berjalan, tetapi berjalannya menuju jurang... Artinya menuju jurang kehancuran atau jurang neraka. Nauzubillah min zalik.

9). Maulana Ilyas rah berkata: "Musyawarah adalah suatu perkara yg besar. Allah berjanji apabila kalian duduk bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah s.w.t, maka sebelum kalian berdiri, kalian mendapat taufik pada jalan yang lurus."Dan Rasulullah s.a.w bersabda, "Barangsiapa yang hendak mengerjakan suatu urusan, lalu ia bermusyawarah dengan seorang muslim, nescaya Allah subhanahu wa ta’ala akan memberinya taufik kepada urusan yang paling benar dan paling baik untuknya."(HR. Thabrani)

10). Maulana Ilyas rah katakan: Ilmu Fadhail memiliki derajat satu tingkat di atas Masail karena dengan fadhail orang tergerak ingin beramal dan pada saat yang sama mereka akan belajar masail tentang amalan tersebut. Ilmu Masail ibarat ban depan mengemudikan arah yang benar, sedangkan ilmu fadhail adalah ban belakang.

11). Maulana Ilyas rah ditanya orang. Kerja yang kamu buat sekarang ini banyak melalaikan hak makhluk, bagaimana ini? Dijawab oleh beliau, betul. Saya akui kerja yang saya galakkan sekarang ini banyak mengurangi hak makhluk, tapi dengan seorang mengambil usaha ini dengan sebab usahanya banyak orang-orang yang dahulunya melalaikan hak makhluk setelah mendapat hidayah dia menjadi orang-orang yang menunaikan hak makhluk dengan sebenarnya.

12). Beberapa orang datang ke Maulana Ilyas rah, mereka berkata kepada Maulana Ilyas, “Syeikh antum ini wali."Ini asbab hebatnya kerja dan gerak beliau dalam Dakwah. Namun apa kata Maulana Ilyas rah, “Bukan, saya ini bukan wali, tetapi yang wali itu adalah kerja dakwah ini."Jadi Maulana Ilyas tidak ingin membawa umat ini kepada pengkultusan, tetapi lebih ingin mengarahkan umat ini kepada kerja dakwah. Kita tidak menafikan adanya orang-orang tertentu yang mempunyai level kedekatan dengan Allah seperti para Aulia, tetapi ini sedikit sekali, tidak semua orang bisa mencapai level ketaatan seperti itu. Itulah namanya orang-orang pilihan Allah. 

Namun untuk yang secara umum agar umat ini dapat menjadi dekat dengan Allah, maka Allah berikan ummat ini kerja dakwah yang bisa membuat ummat ini diwalikan semua oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam tarekat-tarekat, mereka mempunyai mursyid yang mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri dalam doa. Namun dalam kerja dakwah ini tidak ada yang seperti itu, yang paling utama dalam kerja dakwah ini adalah kerja itu sendiri.

13. Maulana Ilyas rah ditanya oleh anaknya iaitu Maulana Yusuf rah: “Ya ayahanda! kenapa ayah buat jamaah lagi padahal sudah banyak firqah-firqah dan bermacam-macam jamaah dalam islam?"Maulana Ilyas rah katakan: “Wahai anakku!! hari ini amalan Rasulullah s.a.w telah banyak dikerjakan oleh ummat islam dan wujud di mana mana tempat dalam jamaah, tetapi maksud hidup Rasulullah s.a.w telah hilang dari ummat, sehingga amalan ummat tidak mencapai hakekat amal.”

a). Mereka solat, yang seharusnya mampu mencegah fakhsya’ dan mungkar, tetapi belum bisa wujud di tengah ummat
b). Puasa, yang seharusnya menghasilkan ketakwaan, juga belum berhasil
c). Zakat, yang seharusnya menghilangkan cinta dunia, malahan menjadikan orang semakin cinta dunia
d). Haji, yang seharusnya mendatangkan kecintaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala justeru orang semakin mencintai makhluq
Maksud ittiba’ Nabi s.a.w adalah mengikuti kepada dua perkara:
a). Amalan Rasulullah s.a.w
b). Maksud hidup Rasulullah s.a.w

14). Tahapan Maulana Ilyas rah dalam merintis dakwah adalah:

a) Membayar orang untuk lakukan dakwah (Tidak ada hasil)
b) Membangun 250 madrasah (Tidak ada hasil)
c) Menganjurkan santrinya berpuasa/menahan lapar dan berdoa (BERHASIL, asbab munajad Maulana sambil lapar, sehingga sesiapa saja yang hadir di Masjid beliau di Banglawali tidak akan kelaparan)
d) Maulana amalkan bayan subuh setiap hari 3 jam dengan berdiri dan tidak tidur melebihi 4 jam, serta doa minta diwafatkan ketika berdakwah (BERHASIL, usaha dakwah ini berkembang ke seluruh dunia hingga kini dan Insya Allah sampai hari kiamat)
Kesimpulan: Hanya dengan PENGORBANAN, dakwah akan BERHASIL.

15). Maulana Muhammad Ilyas rah berkata: ”1/100 pun saya tidak mampu untuk menyampaikan hakekat kerja ini kepada manusia dan 1/100 dari apa yang telah saya sampaikan pun, tiada seorang pun yang memahaminya."Seandanya Maulana Ilyas rah telah menyatakan ketidak sanggupan beliau walaupun 1/100 atas kerja ini, lalu dimanakah derajat kepahaman kita?"

16). Maulana Ilyas rah, setelah sorenya memberikan bayan Maghrib ,tengah malam beliau membersihkan tandas dan membuang kotoran manusia yang pada jaman itu kotoran manusia dikumpulkan bukan safety tank seperti sekarang, tetapi harus dibuang setiap hari.

17). Maulana Ilyas rah pernah berkata, ada 2 (dua) orang yang terkebelakang dari usaha ini:
a). Niat untuk mengishlah orang lain, b). Mau mengishlah kerja ini

18). Satu kali Maulana Ilyas rah telah melihat satu orang penarik becak singgah ke masjid untuk buang hajat (ke belakang). Maulana beranggapan dia akan dapat berjumpa lagi dengan orang tersebut dan beliau sempat mengerjakan solat sunnat 2 rakaat. Setelah selesai Maulana pergi mencari orang tersebut namun sudah tidak kelihatan lagi. Maulana Ilyas rah menangis dan terus menangis. Semasa diakhir hayatnya Maulana Ilyas, sempat menangis dan menceritakan peristiwa tersebut yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Beliau menyesal dengan 2 rakaat solat sunnat, beliau telah gagal untuk memberikan dakwah pada orang tersebut. Kata Maulana Umar Palanpuri rah, jikalau kita mendapat peluang untuk buat dakwah, janganlah kita tangguhkan, mungkin dimasa itu Allah s.w.t telah buat suatu keputusan untuk hidayah seluruh alam. Allahu Akbar!

19). Maulana Ilyas rah berkata: Carilah ilmu, yang dengannya kita semakin bertambah pengetahuan tentang kebodohan kita, sehingga kita akan merasa kurang dan kita terus belajar, apa lagi dalam Perkara Agama. Buahnya kita akan jauh dari Sifat Sombong.

20). Pada suatu peristiwa, Maulana Ilyas rah telah bertanya kepada orang Mewat apakah mereka faham apa yang dikatakan oleh beliau didalam bayan beliau. Orang-orang Mewat menjawab, "Ya kami faham". Ketika ditanya, "apa yang kamu fahami? Jawab mereka, "beliau menghendaki dengan bayan tersebut agar kami keluar di jalan Allah s.w.t, sedlain itu kami tidak tahu, oleh karena itu maka kami sedia keluar di jalan Allah sekarang juga."Siap sedia insya Allah khuruj di jalan Allah.

No comments:

Post a Comment