Friday, February 27, 2015

NASIHAT ULAMA

Haji Wahab Barokatuhu beliau katakan, “Sebaik baiknya pekerja dakwah adalah manusia yang tak memiliki keinginan kecuali ikut keinginan Allah, Ia mentaati Allah Taala dalam perkara yang bertentangan dengan nafsunya sebab jika sesuai dengan nafsunya bukanlah ketaatan namanya . Ibarat seorang yang sakit di rumah sakit maka dia ikhlash jika dioperasi karena nyawanya terancam, maka ini bukanlah ketaatan tetapi keterpaksaan namanya”. 

“Banyak diantara kita berdakwah di zaman yang saat ini masih digolongkan sebagai 'zaman tarbiyah' belum mencapai titik kesamaan dengan 'zaman dakwah' ala nabi dan para sahabat, jadi yang menjadi hasil belumlah 'Nusrotulloh' tetapi baru sebatas hidayah”.

“Ibarat atau tamsilannya seperti jika kita akan pergi ke suatu tempat yang mana kita perlu rambu rambu penunjuk jalan atau peta lokasi tempat tersebut, itulah petunjuk atau hidayah, selebihnya terserah kita sendiri menemukan cara bagaimana pergi ke tempat tersebut , tetapi berbeda dengan 'Nusrotullah' yang mana kita dibantu oleh Allah dengan disediakan kendaraan berikut supir (driver) atau dalil penunjuk jalan dan hal hal yang kita butuhkan untuk sampai di tempat tersebut”.

Maulana Ilyas pernah ditanya oleh jamaah Arabia, “Apakah usaha dakwah yang kamu buat seperti usaha Nabi dimana datang ke suatu kaum kemudian jika kaum itu menolak langsung di azab oleh Allah SWT?”, Maulana Ilyas katakan, “Tidak! , jamaah yang kami kirim bukan untuk berdakwah tetapi baru sebatas untuk belajar buat Dakwah, demi perbaikan sifat sifat keimanan dan akhlak mereka sendiri”. 

No comments:

Post a Comment