Sunday, March 2, 2014

KITA TAK SENDIRIAN DI DUNIA INI!

"We are not in this world alone"

Saya pernah baca sebuah komentar di salah satu post blog milik seorang teman yang memiliki ketertarikan luar biasa terhadap isu konspirasi. Quotasi yang dia kutip dari perkataan seorang ustad terkenal, Ikhsan Tanjung.“sahabat-sahabat Nabi suka sekali berkumpul dan ngobrolin hal-hal bermanfaat. Salah satu hal bermanfaat yang diobrolin itu adalah DAJJAL.” Telah menyemangati saya untuk terus dan tidak bosan meneliti sepak terjang Agenda Dajjal dan konspirasinya. Salut saya buat dia dan koleksi blog nya yang sangat konsisten mengenai isu-isu konspirasi. Kerana memang sedikit sekali orang yang benar-benar aware, konsisten dan peka dengan konspirasi ini dan tidak memandangnya sekedar general knowledge semata.

Saya tidak tahu harus memulai dari mana mengenai apa yang akan saya bahas dalam postingan saya ini, Hanya saja perihal Dabbah yang pernah disinggung oleh Akhwatzone pada coment di postingan saya sebelumnya (http://djsknight. multiply.com/journal/item/60), sangat terkait erat dengan isu yang akan menjadi lanjutan dari postingan tersebut.

"DAABBAH", sungguh kata ini membuat saya sangat merinding sekali, ketika saya coba memastikan lagi penafsiran ulama, apakah kata itu betul memiliki interpretasi sebagai "Binatang Melata"yang mencakup seluruh hewan vetebrata, atau hanya sebatas jenis reptil? Memang banyak interpretasi mengenai Daabbah, namun secara garis besar kata Daabbah dalam Al-Quran diterjemahkan dengan eksplisit sebagai hewan melata. Dan kebanyakan umat islam pun dengan sederhana pula telah memahaminya sebagai sejenis hewan bumi yang melata dan secara umum di ilustrasikan seperti ular. Maka dari sini saya mulai mengkomparasi dengan memastikan lagi secara bahasa arti kata “Reptil”, Yup alangkah merindingnya saya waktu itu saat mengetahui bahawa ia benar-benar memiliki arti yg sama dengan “Daabbah” yaitu sejenis Binatang Melata.
Ada alasan mengapa saya begitu mudah merinding.

Pertama, saya sering… bahkan terbilang addicted melakukan penelusuran-penelusuran referensi untuk memastikan setiap rangkaian benang-benang halus dan susunan puzzle konspirasi Iblis ini. Dan saya termasuk yang sangat meyakini bahawa konspirasi Piring terbang dan Alien adalah fakta bukan sekedar teori. Saya adalah diantara mereka-mereka yang dianggap “sakit” ketika mempercayainya dan saya adalah salah seorang diantara mereka yang percaya kepada para contactees, abductees dan teori invasi Alien. Dan kedua, tentunya kerana istilah “hewan melata atau reptil” adalah istilah yang sangat erat kaitannya dengan ketertarikan saya terhadap dunia metafisika dan konspirasi Alien. Dan Alhamdulillah untungnya seketika itu juga merinding saya hilang, saat menyadari perbedaan karakter sifat yang bertolak belakang antara Dabbah dengan istilah Reptil yang menjadi ketertarikan saya.

Oke baiklah mari kita langsung saja menuju pada apa yang menjadi ketertarikan saya.

Bagi para pemerhati illuminati.. mereka tentu tidak awam dengan istilah Reptilian1. .Biasanya setelah sampai pada taraf pemahaman yang luas mengenai konspirasi maka mereka akan lebih konsern dalam pengamatan terhadap Alien khususnya jenis Reptilan. Mereka-mereka ini dikenal sebagai The Watchers Reptilia. Reptilian ialah sebutan bagi spesies Alien sejenis hibrida hewan melata. Ia adalah jenis hirarki tertingi dalam spesies Alien.

Menelusuri Reptilian siapapun pasti akan bermuara kepada David icke. Sosok yang paling banyak mendedikasikan waktu dan pemikirannya dalam meneliti misteri konspirasi. David Icke dalam tinjauannya mengenai konspirasi Alien, telah mengklasifikasikan sebahagian spesies Reptilian tersebut kedalam dua jenis.

1). Winged Reptilian (Jenis Bersayap): David icke menyebutnya Daraconians, sebab menurutnya jenis reptilian ini berasal dari salah satu sistem bintang pada rasi Draco (Thuban/Alpha Draconis) namun ia sering juga disebut The Lizard King atau Royalty, kerana ia memiliki kasta tertinggi dalam hirarki ras Alien-Reptilian (Ras Jin Ifrit).

Dalam isu konspirasi Alien-Reptilian, nama PINDAR sangat erat hubungannya dengan Draconians. Para pengamat dalam berbagai buku dan blog-blog di Internet banyak berpendapat bahawa PINDAR adalah julukan bagi pemimpin tertinggi Illuminati di bumi. Istilah PINDAR ini adalah singkatan dari "Pinnacle of the Draco" atau ”Pennis of the Dragon”.

Dibawah ini adalah kutipan perkataan David Icke mengenai PINDAR dari bukunya The Biggest Secret.

- "Pindar attends the major Satanic ceremonies in Europe and then flies to California for the rituals there".

- “Pindar menghadiri upacara akbar satanis di eropa dan terbang menuju California untuk ritual disana”

- "Pindar, the Marquis de Libeaux travels in a white limousine (A code-white is a code understood by judges, police, the military etc. and it means: look the other way or do not prosecute this person)."

- “Pindar, yakni Marquis de Libeaux mengadakan perjalanan dengan limosin putih(“Kode Putih adalah sebuah kode yang dipahami oleh para hakim, polisi, militer dll. dan ia bermakna: cari cara lain atau jangan mengusut orang ini)

- "...the Queen makes cruel remarks about lesser initiates, but is afraid of the man code-named Pindar (the Marquis de Libeaux) who is higher than her in Satanic rank. Pindar, apparently, bears a resemblance to Prince Charles. Arizona Wilder says that Pindar is Charles real father."

- "Ratu membuat keterangan kejam tentang salah seorang calon anggota, namun ia takut dengan pria yang memiliki julukan Pindar(The Marquis de libeaux) yang lebih tinggi dari padanya dalam tingkatan satanis. Pindar, tampaknya memiliki suatu persamaan dengan Pangeran Charles. Arizona Wilder mengatakan bahawa Pindar ialah ayah sebenarnya Pangeran Charles”

2). Wingless Reptilian(jenis tidak bersayap) jenis ini disebut Reptoid(Reptilian Humanoids). Jenis ini memiliki kasta lebih rendah setingkat dibawah Draconians dengan karakter fisik yang berbeda. Ia digambarkan berpunggung lebih besar tanpa sayap dengan jari tiga. Reptoid dalam keilmuan islam mungkin lebih mengarah pada Jin-jin yang memiliki tugas operasional mendampingi para sekutu dari ras manusia. Seperti pada zaman nabi Sulaiman A.s, ras ini adalah termasuk pesuruh-pesuruh Ifrit dalam menjalani tugas-tugas tertentu.

Reptilian sentiasa menjadi enigma yang terus terkoneksi dengan berbagai peristiwa-peristiwa sarat konspirasi dalam kepala saya. Di buku karya David Icke The Biggest Secret (1999), ia memperkenalkan hipotesis tentang Reptilian ini, diantaranya adalah keterkaitan makhluk hibrida tersebut dengan persaudaraan rahsia dari Ordo Draco2.

“Mereka ibarat hewan melata yang memiliki dua kaki dan menampakan wujud seperti manusia, mereka tinggal dan berkarya dalam lorong dan gua-gua, berbalut keheningan dan kerahsiaan”.

David Icke bahkan menambahkan bahawa mereka masih satu ras dengan Dewa Annunaki yang tersohor di Sumeria(Mesopotamia), salah satu dewa tertinggi yang kemudian di sembah Namrud pada masa Babilonia kuno.

Penulis Amerika terkenal Vicky Santillano pernah memberikan pernyataan bahawa Reptilian lah yang mengendalikan umat manusia "Reptilian humanoids control all of us", ia memberikan peringkat sebagai 10 dari teori konspirasi paling popular.

Sama seperti Dajjal, berdasarkan bukti otentik pada situs-situs arkeologi kuno baik relif, glyphs, totem dan lukisan, para pengamat meyakini bahawa Reptilian telah eksis pada era Namrud. Ia pernah muncul disetiap peradaban-peradaban besar dunia. Bahkan dalam sejarah peradaban, kemunculan mereka sebenarnya sudah ada sejak masa sebelum Nabi Nuh Alaihisalam. 

Seperti Billy Meir yg mengatakan bahawasanya ia pernah bertemu Alien Nordic bernama Semyaza dan ia merasiosinasikan peristiwa serupa dengan hikayat malaikat jatuh(The Fallen Angel ”Son of God”) yang tertera pada Kitab Enoch. Klaim billy meir ini hampir persis dengan hipotesa David Icke yang juga merujuk pada kitab enoch dan scriptur torah dan Injil. Jika ditelusuri lebih jauh dan meluas, banyak indikasi yang mengarahkan para pemerhati kepada karakteristik-karakteristik Alien-Reptilian jenis Draconian dan Reptoid tersebut sejak zaman awal fase kenabian.

Dalam banyak legenda dan mithologi, sering kita temukan kemiripan karakter-karakter reptil yang biasa di sakralkan dan didewakan. Diseluruh peradaban dunia. Dari Mesopotamia, Mesir, Afrika, Arab, China, Jepang, Maya, Skandinavia, Slovia, Yunani, Lembah Indus hingga nusantara kita.

MESOPOTAMIA

Dalam buku “Gods, Demons and Symbols of Ancient Mesopotamia: An Illustrated Dictionary” karya J. Black dan Anthony Green, ada banyak nama dewa yang mempersonafikasikan Ular dalam peradaban bangsa-bangsa Mesopotamia. Mesopotamia adalah cetak biru dari mitios dewa-dewa ular. Para pengamat sejarah meyakini dari sinilah lahir dan berkembangnya mithologi tuhan-tuhan ular pada peradaban lainnya di seluruh dunia.

Dalam buku diatas Ada silinder seal dewa Marduk, dewa tertinggi Mesopotamia periode babilonia yang sedang di kawal oleh Ular Naga. Ada juga dewa ular Nirah pada periode Akkadia kuno. Dewa Enki (Sumeria) atau Ea (Babilonia) juga sering di korelasikan dengan Ular.

MESIR

Banyak sekali symbol-simbol dewa yang mempersonafikasikan hewan-hewan di mesir. Peradaban mesir adalah yang paling kental mengadopsi budaya dari Mesopotamia. Mesir mempunyai banyak jenis tuhan-tuhan reptil.

Dalam legenda mesir ada dewi Buto, ia sangat dimuliakan, ia adalah ular pelindung para raja. Ia secara simbolis sering di letakan pada kening firaun. Buto adalah personafikasi sengatan matahari dan sering dijuluki si Ratu syurga atau Ratu para dewa.

Ada juga jenis dewa reptil lainnya seperti Sobek misalnya, dewa berkepala buaya penguasa sungai nil yang memberi kesuburan dan juga di kenal sebagai tuhan pencipta semesta yang muncul dari “air gelap”. Ia disembah bangsa mesir hingga periode romawi.

Dan jenis lain ialah Heget/Heqet dewi mesir yang dilambangkan berkepala kodok ini di yakini sebagai pemberi kesuburan dan kehidupan.

SCANDINAVIA

Dalam mitologi scandinavia ada Naga yang sangat legendaris bernama Nidhogg, ia tinggal di akar pohonbesar Yggdrasil. Kisah Nidhogg ini yang paling mendekati dengan scriptur injil tentang Ular syaitan penunggu “Pohon Pengetahuan” atau dalam islam ialah ular penunggu pohon buah terlarang.

CHINA

Fuxi dan Nuwa mewakili dewa Ular dari China kuno. Keduanya adalah suami istri. Mereka di juluki sebagai "parents of humankind". Menurut legenda, ketika bumi ditelan banjir dahsyat, hanya mereka berdua yang selamat, kemudian mereka menciptakan manusia dan hewan lalu memberikan ilmu pengetahuan kepada ras manusia.

MAYAN

Dalam peradaban maya setiap suku memiliki nama tersendiri bagi setiap personafikasi reptilian yang mereka jadikan dewa. PAra dewa ular di setiap suku memiliki makna yang sama yaitu Ular kebikjasanaan sang pemberi pencerahaan kepada umat manusia. Namun mereka memiliki perbedaan dalam nama dan penggambaran. Suku Aztec menyebutnya Quetzalcoatl, suku toltec menyebutnya Gucumatz dan di Yucatan mereka menyebutnya Kukulcan.

YUNANI KUNO

Peradaban kaya seperti Yunani pun memiliki Mitos Naga yang melegenda yaitu GLYCON. Dalam prasasti Antiokia tercatat sebuah selogan berbunyi “Glycon melindungi kita dari wabah penyakit”. Dan juga legenda mencatat dewi Gorgon sebagai ibu bagi tiga dewi berkepala ular yaitu Medusa, Stheno dan Euryale. Dalam berbagai illustrasi ia digambarkan berbeda-beda namun secara umum Gorgon dan ketiga putrinya memiliki gambaran wanita dengan rambut Ular yang memiliki tatapan sihir, mereka dapat merubah siapapun yang di lihatnya menjadi batu.

AFRIKA

Aido-Hwedo adalah ular pelangi yang menciptakan gunung, sungai dan lembah juga memelihara tumbuh-tumbuhan. Seperti umumnya dewa-dewi ular, legenda ular pelangi dari afrika ini juga menetap di lautan.

IDDIA

Mayoritas penganut hindu di india meyakini ular memiliki makna sakral dan selalu di hubungkan kepada para dewa. Kobra umumnya sering diasosiasikan dengan para dewa utama seperti Shiwa dan Wisnu.

INDONESIA

Dan tentunya tidak asing bagi masyarakat kita tentang legenda NYI RORO KIDUL yang sering digambarkan dengan separuh wanita dan ular. Dan bagi pecinta pewayangan pasti anda tahu tokoh-tokoh seperti Naga Gini, Naga Tamala danBhatara Ananta Boga mereka juga merepresentasikan reptil.

KITAB IBRANI

Dalam Perjanjian Lama nama Leviatan adalah yang paling banyak disebutkan, Naga penguasa laut yang sering dilukiskan memiliki tujuh kepala. Anehnya karakteristik ular berkepala banyak atau naga penguasa laut seperti Leviatan juga ditemukan pada mithologi di beberapa peradaban. Seperti Hydra Ular berkepala sembilan penguasa laut dalam mithologi Yunani kuno. 

Hal ini mengindikasikan adanya unsur kesengajaan yang dilakukan Kelompok Esoterik Yahudi dalam proses penyalinan dan penerjemahan teks dari Ibrani Kuno, ke Samaria, Mesir hingga Teks Yunani. Secara dalam tradisi penyalinan terdapat beberapa orang Yahudi seperti Ben asyer dan Ben Natfali misalnya. Sehingga terjadi distorsi dan ketidakmenentuan interpretasi akibat faktor konspirasi yang menyebabkan terjadinya akulturasi dan asimilasi demi terpeliharanya simbol kesesatan dalam personafikasi ular alias reptilian atau Syaitan-Jin.

Secara garis besar para dewa reptil pada setiap kebudayaan memiliki makna yang hampir sama, mereka sering dilambangkan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan dewa bumi dan kesuburan. Disini Dajjal dan para Alien telah berhasil melakukan asimilasi dan pengadaptasian tradisi agama pada masyarakat Primordial. Dari generasi ke generasi, lewat garis keturunan, kekerabatan dan kerjasama paralel lintas dimensi, bahkan sampai teori pencangkokan ras manusia dan ras Reptilian-3 mereka telah ribuan tahun merencanakan dan menjalankan agenda tersembunyi lewat perhimpunan rahsia, kelompok persaudaraan bawah tanah yang berurat akar pada zaman Namrud bahkan lebih jauh lagi.

Ular dan beberapa jenis Reptil adalah pilihan ideal para Syaitan-Jin untuk menampakan diri, begitulah yang tertera dalam Hadist. Maka tidaklah sulit bagi pemerhati muslim memahami alasan mengapa Syaitan Jin memilih bentuk yang merepresentasikan reptil saat berkolaborasi dengan sekutunya dari golongan syaitan-manusia.

Namun inti terpenting dari maksud dijalankannya agenda serta makar-makar konspirasi adalah bermuara pada ambisi sang master konspirasi itu sendiri. Ya siapa lagi, dialah Iblis, dengan keahliannya menaklukan syahwat, memanipulasi tendensi moral, akal dan emosional, ia menciptakan berbagai faktor di setiap aspek sosial dan lini kehidupan kita, ia merekayasa tradisi, menciptakan symbol-simbol dan berbagai personafikasi pencitraan. Ambisinya hanyalah memperdayai hidup kita agar mudah digiring dan membenarkan setiap project-project kesyrikan. Sehingga setiap kejanggalan dapat dikompromikan menjadi sesuatu yang pada akhirnya dapat diterima, terbiasa, bahkan berubah menjadi lumrah dan patut di benarkan. Tapi tentunya siapapun yang “sadar"dan memiliki “pengetahuan”, dia akan mudah mengidentifikasi koneksitas kerja sama dan “tanda-tanda"konspirasi mereka.

Begitulah ciri dari disiplin ilmu Iblis, Dajjal dan para utusannya, baik dari kalangan manusia dan jin yang terhimpun dalam banyak kelompok organisasi-organisasi persaudaraan. Dari awal zaman hingga akhir zaman, mereka telah melaksanakan makar yang sangat matang dan terencana untuk mengaburkan kebenaran agama islam yang dibawa para Nabi Allah swt Mereka meng-created mithologi dan agama-agama palsu untuk menghambat dan merecoki esensi dakwah tauhid para Nabi.

Menggunakan ayat-ayat Allah swt dan risalah para Nabi, dengan sangat berani mereka menggubah disiplin ilmu islam menjadi doktrin sesat falsafat dan teologi yang begitu lumrahnya memasuki zona fiksi para spiritulis-spiritualis primitif. Terlalu primitif bahkan mau dibodohi dengan konsep ketuhanan separuh manusia dan separuh Jin(Reptilian Hybrid), atau dalam pengertian umum para penganut politeis pagan ialah Demigod/Titan, manusia separuh dewa.

Anehnya inspirasi fiksi konsep ketuhanan purba yang mempengaruhi spiritualis dan masyrakat kuno mengenai hibrida unggul titisan langit seperti titan, dewa-dewi dan siluman yang semestinya telah punah pada 1400 tahun yang lalu, ketika seorang manusia biasa utusan Rabb semesta alam yakni Muhammad Saw telah meluruskan distorsi keyakinan agama-agama kreasi para reptilian, justru spiritualis dan masyarakat modern malah asik meneliti terlalu jauh tentang esensi ketuhanan hingga kembali terbelakang, tak jarang mereka berani asal interpretasi tanpa validasi.

Seperti juga yang akhir-akhir ini menjadi trend baru dikalangan masyarakat barat yaitu agama Raelian atau Raelian Movement. Mereka adalah sekelompok manusia yang percaya kepada sains dan melemahkan esensi ketuhanan tunggal, tetapi percaya kepada para nabi seperti Nuh, Musa, Isa, Sidharta Gautama, Zoroaster, Muhammad dan tugas-tugasnya membawa pesan-pesan Elohim. Mereka para penyembah Alien, yang dengan “sangat pintarnya” telah mensejajarkan terminology Alien dengan Elohim (tuhan). Mereka sangat mengangungkan rasionalisme, hingga sang rael (Claude Vorilhon) berteori tentang tuhannya (Alien) yang turun dari UFO dan memberinya wahyu.

Kembali kepersoalan Daabbah.

Selama penelusuran, saya belum menemukan hipotesis tentang Daabbah secara logis dan akurat, kebanyakan lebih sering menitik beratkan pada metafora daripada fisik dan hampir tidak ada yang mengkorelasinya dengan konspirasi Alien secara spesifik. Sebaliknya, para pemerhati barat mengenyampingkan sumber-sumber keilmuan islam sebagai referensi penelusurannya, mereka lebih percaya dengan apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri. Sehingga sulit menemukan point of agreementnya, apalagi jika kita tidak memiliki nalar yang kuat dan wawasan luas saat meninjau referensi, merangkai benang dan menyusun puzzle-puzzle konspirasi.

Oleh sebab itu, bermodalkan referensi, intuisi dan rasiosinasi yang kuat, saya meyakini bahawa Daabbah bukanlah Reptilian. Daabah dan Reptilian secara interpretasi sifatnya saja sudah bertolak belakang dengan Alien(syaitan-Jin) yang mana telah saya setujui kesimpulannya, namun sekali lagi tidak menutup kemungkinan bahawa saya keliru wallahu alam bishawab.

Kemungkinan lahirnya Hipotesa-hipotesa baru.

Memang Alien Jenis Reptilian secara bahasa memiliki arti sama dengan Dabbah, yaitu Binatang Melata. Dan hal ini boleh saja menjadi indikasi munculnya hipotesa lain bahawa Alien jenis Reptilian berbeda dengan jenis Evademic (Evas), Nordik dll. dan(mengingat ras Jin boleh menampakan wujud dalam berbagai bentuk). Maka tentunya hal ini dapat melemahkan hipotesa David icke yg menyatakan bahawa reptilian masih memiliki kaitan dgn persaudaraan rahsia dari Ordo Draco(Ordo Naga/Ordo Iblis). Dan juga akan menumpulkan anggapan para pemerhati bahawa PINDAR bukanlah pemimpin illuminati di bumi.

Jika saja benar interpretasi Dabbah ialah sejenis reptil, maka otomaticly nalar kita akan memahami secara berbeda tentang kebakuan teori bahawa setiap reptil yang identik dengan syaitan-Jin adalah personafikasi dari kelicikan dan kejahatan. Dan akan muncul pula rasiosinasi yang spontan dan sebaliknya dikeranakan terlalu seringnya kita dipercikan kisah-kisah Naga lewat film, novel dan berbagai karya, bahawa… boleh jadi Dabbah itu malah benar-benar seperti yg sering di alegorikan dalam karya2 fiksi sejenis The Hobbit, Eragon, Dragon Heart dan How to train your Dragon. Dimana dalam film-film tersebut para naga(reptil) digambarkan sebagai pribadi yang bijak, penasihat dan kunci jawaban dari permasalan-permasalahan genting kehidupan. Bukankah seperti itu gambaran yang dapat kita telaah dan pahami dari sifat-sifat Dabbah selain ia mempertanyakan dan memberikan pesan-pesan tentang keimanan.

Namun boleh jadi juga bahawa upaya membentuk karakter dan citra bijak pada naga dalam karya-karya tersebut adalah strategi Dajjal untuk membentuk mindset publik sejak dini. Sebab karya-karya fiksi seperti diatas adalah media efektif untuk memelintir kesadaran masyarakat yang buta kebenaran. Dengan harapan terbesar Dajjal ialah anak-anak modern tetap mempercayai dongeng purba para reptilian tersebut. Berharap mitos-mitos mengenai personafikasi syaitan Jin tersebut tetap terpelihara dalam sanubari dan akal manusia hingga akhirnya menjadi kemusyrikan yang kekal.

Wallahu alam. Sebab agak sulit bagi kita menelisik prediksi, mengetahui mana yang benar dari konspirasi yang nanar, apalagi kita tahu bahawa Iblis dan sekutunya dari bangsa Jin Kafir dan syaitan manusia sangat ahli menggubah musyaf dan alkitab menjadi dongeng teologi fiktif yang mudah di terima para spriritualis-spiritualis primitif dan masyarakat modern pun kebingungan terhadap kebenaran. Bagi hamba Dajjal, siapa peduli, bahkan mereka tidak pernah peduli dengan kebenaran itu sendiri.

Media informasi Dajjal untuk kabar Invasi dan Alien Take over.

Sebetulnya, dajjal telah menginformasikan tentang autobiografi diri dan agendanya bersama para Alien dari jenis Reptilian, Nordik dan Grays. Melalui penulisan dan film-film, baik lewat karya-karya Hollywood maupun independent. Kita telah sejak lama diberikan serangkaian elemen kunci dan sekuel tentang eksistensi, misi dan visi mereka baik secara real maupun alegoris dan pesan subliminal. Lewat berbagai isu dan karya, masyarakat telah di biasakan dengan fenomena Alien, sehingga nanti masyarakat tidak lagi kaget menghadapi kenyataan saat fiksi futuristik berubah menjadi tragedi realistik.

Masyarakat tidak lagi panik terhadap invasi Alien dalam rangka membantu Dajjal menguasai dunia. Dan bahkan sangat tidak menutup kemungkinan masyarakat yang awam dan tidak memiliki keyakinan akan terpengaruh oleh keadaan yang telah lama di agendakan dan dibiasakan kedalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Mereka yang awam akan bekerjasama dengan para alien (Jin) untuk membantu memuluskan agenda Dajjal dan illuminati. Seperti misalnya, mereka akan memohon untuk dipasangkan Microchip di dahi dan tangan mereka dan dengan sangat rela membiarkan hidup mereka selalu terkendali oleh para Alien dan dajjal.

Berikut saya berikan sedikit list Film-film mengenai Konspirasi Alien:

1). The Day The Earth Stood Still.

Saya sengaja menempatkan film ini di paling pertama kerana di film inilah alegori tentang bagaimana agenda Dajjal membentuk opini publik terlihat jelas. Ini adalah versi original dimana Klaatu diperankan oleh Michael Rennie bukan Keanue Reaves. Sosok raksasa Gort dengan karakter mata satunya (Cyclop) yang menjadi pendamping Klaatu sangat merepresentasikan Dajjal. Sementara Klaatu adalah dari ras alien Nordik. Illuminati sangat piawai dalam memanipulasi mindset manusia, seperti umumnya film-film Alien, di film ini seolah-olah Gort dan Klaatu dikesankan sebagai sosok yang sangat peduli terhadap bumi setelah melihat dampak global warming yang di akibatkan oleh penduduk bumi. Disini Illuminati berusaha menggambarkan Dajjal dan Alien (Jin) sebagai Makhluk asing yang memiliki maksud baik dan jalan keluar untuk berbagai krisis di bumi.

2). Superman (1934)

Sepintas film superman tidak ada hubungannya dengan Alien, bahkan dalam sebuah versi kita mendapati Judul “Superman Vs Alien”. Orisinalitas Superman telah dirubah ketika Jerry siegel memenuhi kontrak dengan Illuminati. Jerry menulis ulang karya aslinya “The Reign of Super-Man"dan merubah karakter asli “manusia super Psikopat"dan botak yang sebenarnya adalah Lex luthor yang Jahat menjadi Clark kent atau Kal-el “si putra tuhan"dari planet Krypton. Sementara Lex Luthor tetap menjadi karakter Jahat yang berambisi menguasai bumi dan menjadi musuh Superman. Tetapi jika kita cermati filosofi pada alegori superman, terlebih ketika Jerry telah sellout maka kita akan menemukan perubahan signifikan yang diseragamkan dengan idea klasik konsep avatar si penyelamat bumi yang di tunggu khas Illuminati yang mana cerita ini diadaptasi mereka dari mitos-mitos purba Reptilian. Sebagai upaya untuk mendistorsikan avatar yang sebenarnya yaitu Al-Mahdi alaihisalam.

Jika kita peka akan esensi historikalnya maka kita segera sadar bahawa Superman sangat mempersonafikasikan Draconian. Dan bahkan saya pernah menemukan sebuah artikel berbahasa inggris dimana sebenarnya Simbol “S” pada dada superman sebenarnya bukan bermakna “Shield of knight” melainkan “Snake”. Dan ada juga yang mengatakan “Sun”, dimana matahari dalam doktrin satanisme adalah symbol dari Iblis. Dan menurut saya symbol “S” lebih merepresentasikan “Son atau Putra”, sebab nama Kal-El secara bahasa berarti “Putra (Kal) Tuhan (El)”. 

Ini adalah sebuah adaptasi dari riwayat Annunaki “si malaikat Jatuh” dalam tradisi sumeria dan pemelintiran esensi sang putra tuhan pada Kitab Enoch dan Injil. Apalagi sangat jelas dimana Jor-El, Ayah kandung superman memiliki arti secara bahasa ialah “Tuhan (El) Bapak (Jor)”. Jadi dapat juga diartikan bahawa symbol “S"pada dada Superman sebenarnya adalah “S for Satan” dan superman adalah Son of Satan.

3). Flash Gordon Conquers the Universe: 1940

Ya dari judulnya saja tentu kita sudah mengerti kemana arah cerita film ini. Apalagi pesan subliminal yang dikatakan flash Gordon pada seri terakhir yang lebih ingin menekankan maksud kalimat ini “Conquers the Universe”. Kalimat metafora itu sangat mewakili maksud yang ingin disampaikan para Dajjalis dalam upayanya mempropagandakan New Word Order.

4). 2001: A Space Odysse(1968)

Film ini sangat mewakili ketertarikan Stanley terhadap kecerdasan buatan(Artifcial intelligence, AI) film ini tidak terlalu terkait dengan Reptilian tapi lebih ke sains fiksi yang mengarah pada disiplin keilmuan Dajjal.

5). The Man Who Fell to Earth: 1976

Film ini diangkat dari Novel tahun 1963 karya Walter Tevis. Pemeran utama Thomas Jerome Newton di bintangi David Bowie si boneka kesayangan illuminati dari ranah musisi pop. Ia adalah sang idola sekaligus inspirator bagi para musisi-musisi yang dengan sadar dan tidak sadar telah menjual jiwanya kepada syaitan dan salah satu yang paling tersohor ialah Lady Gaga. Bahkan simbol petir jatuh david Bowie yang merepresentasikan syaitan “si malaikat jatuh” (The Fallen Angel) alias Annunaki atau Draconian juga ditiru oleh Lady Gaga dan menginspirasi banyak seniman. Karakter Alien yang di perankan David Bowie dalam film ini adalah dari Jenis Reptoid

6). Close Encounters Of The Third Kind: 1977

Ini adalah salah satu film klasik sekaligus terbaik karya Stephen Spielberg. "We are not ALone", ini memang istilah yang tepat untuk mewakili pesan yang ingin disampaikan Stephen dalam film tersebut. Namun dalam karyanya ini ia lebih menyerupai Muhammad Isa Dawud dan mendekati teorinya Allen Hyek bahawa Alien bukanlah Extra Terrestrial melainkan makhluk bumi dari dimensi yang berbeda.

7). Star Trek

Di filim ini kita banyak menemui karakter dari berbagai ras Alien seperti Reptoid dan Jenis Nordik.

8). District 9

Di film ini kita akan dikenalkan dengan jenis Alien Grays yang menyerupai Belalang.

Kerana terlalu asik memberikan list-list film terkait alien, saya jadi menerawang membayangkan pertempuran seperti apa yang akan terjadi di akhir zaman nanti. Tergambar di pikiran saya, pertempuran sengit dalam film trilogi The Lord of The Ring, mungkin kerana terlalu kagumnya saya dengan film karya J.R.R Tolkien itu sehinga pertempuran Akhir zaman seolah benar-benar terlukiskan pada pertempuran fiksi tersebut, terlihat jelas sebuah alegori yang mengilustrasikan keadaan yang akan terjadi nanti. Suatu nilai alegoris yang berkelas dan benar-benar bukan sekedar sekuel fantasi murahan. Pada sesi pertempuran kita melihat bagaimana dua kubu pasukan masing-masing di bantu oleh kekuatan pasukan asing dan ghaib. Siapakah pasukan asing yang membantu masing-masing kubu? Dalam film itu kita melihat personafikasi malaikat (bayangan hijau), Jin Muslim (Elf) pada kubu Gandalf dan personafikasi syaitan Jin, pada kubu souron.

Dalam hikayat islam, kita pernah mendengar kisah pertempuran Nabi saw dan para sahabatnya di petempuran Badar yang di bantu ribuan malaikat. Apakah kita menyangsikan kisah seperti itu? Saya rasa sebahagian besar muslimin (orang yang benar-benar berserah diri) dan mukminin (orang yang benar-benar meyakini) sudah terlanjur mempercayai hikayat itu sebagai suatu kisah yang jujur dan riskan untuk dipungkiri. Yah saya pun termasuk yang meyakini bahawa hikayat itu benar adanya. Namun apakah anda sebagai mukmin akan memungkiri jika saya menyimpulkan bahawa mereka juga telah memPersiapkan secara matang untuk pertempuran besar di akhir zaman? Dimana pasukan Dajjal dari bangsa manusia (illuminatus) akan dibantu oleh kekuatan asing dan ghaib dari bangsa syaitan dan Jin kafir (Alien) untuk melawan pasukan Al-mahdi dan Isa A.s serta orang-orang beriman (Mukminin). 

Jika anda percaya maka tidak perlu khawatir kerana Allah swt akan menolong pasukan mukmin dengan bala tentara malaikat dan Jin-jin muslim, serta kekasih-kekasih terpilih-NYA (Para Wali) yang tersebar di seluruh penjuru bumi. Dan Allah pasti akan memenangkan mereka, maka ada baiknya kita Persiapkan keimanan dan Taqwa kita untuk situasi yang tidak terduga nanti, agar Allah Swt pilih kita menjadi bahagian dari pasukan AL-Mahdi Alaihisalam. Biasakan diri dengan sunnah, istiqamah dalam sunnah, lucuti secara perlahan dengan iman dan yakin segala atribut Dajjal dan Reptilian dalam diri dan kehidupan kita. Kerana tentara Al-Mahdi yang terpilih adalah yang terbebas dari segala atribut Subhat, Kurafat, Bidah dan bahkan Mubah yang di ciptakan Dajjal dan Reptilian. Wallahu alam bisshawab, mudah-mudahan kita mampu dan menjadi yang terpilih Amiin.

“Ketika al-Mahdi dan as-Sufyani bertempur dalam medan peperangan, akan kedengaran suara dari langit, “Ketahuilah, bahawa wali-wali Allah adalah kawan-kawan al-Mahdi.” (Qoul Tabiin RH)
Catatan:

1) Menurut penalaran saya berdasarkan pandangan seorang muslim, Alien jenis reptilian yang dimaksud David icke dan para pemerhati barat ialah mewakili klan atau ras Jin Ifrit. Sebenarnya saya agak keberatan untuk turut menamainya “Alien” atau mengklasifikasikan spesiesnya dengan apapun istilah dan penamaan yang telah umum diberikan oleh pemerhati barat terhadap apa yang telah jelas saya pahami hakikatnya dalam islam sebagai bangsa syaitan-Jin. Namun kerana istilah dan penamaan itu sendiri telah berhasil mereka angkat ke permukaan hingga terlanjur menjadi isu yang meluas maka saya pun mempertahankan istilah Alien tersebut dalam penguraian topik ini.

2) Ordo Naga (Order of the Dragon), adalah kelompok persaudaraan rahsia yang masih memiliki hubungan dengan brotherhood of snake. Dragon dalam bahasa latin berarti Draco. Ayah dari seorang legenda penyula dan pembantai sadis Dracula yang bernama Vlad III Dracul pernah menjadi anggota ordo tersebut sehingga namanya pun dinisbatkan dgn nama draco. Draco dalam bahasa Rumania berarti Iblis. Dalam keilmuan islam, apapun yang sejenis reptil sering diidentikan sebagai manifestasi dari Jin. Bangsa Jin diketehui sebagai makhluk yang dapat merubah bentuk dengan penampakan wujud tertentu, seperti Ular, katak, kura-kura dan buaya.

3) Para pemerhati barat seperti Alex Collier dan David Icke meyakini adanya teori penggabungan gen antara manusia dengan ras Alien Reptoid yang dilakukan oleh pemimpin tertinggi dari ras reptilian, “ras Jin”, yang dalam pemahaman mereka adalah Alien jenis Reptilian-Draconian atau si dewa Annunaki atau The Fallen angel, son of satan alias Raja dari ras Jin Ifrit. Ia adalah Jin yang pernah mengabdi kepada Nabi Sulaiman A.s

4) Ketika saya melihat videonya dan bagaimana rael mengilustrasikan tuhannya sungguh benar-benar sama dengan teori saat Billy Meir bertemu semyaza dan anehnya memiliki ciri fisik yang mirip seperti Alien Nordik. Sehingga saya berani menduga jangan-jangan Jesus yang di jumpai St. Paulus, Ilustrasi Khrisna dan tuhan-tuhan spiritual agama-agama Politheis-Pagan-Trinitas adalah dari jenis Alien Nordik (baca:Jin) Sebab dalam riwayat islam banyak sekali kisah-kisah nabi as, sahabat R.hum dan orang-orang shaleh yang pernah di jumpai Jin dengan menjelma sebagai sosok lelaki tampan untuk menipu keyakinan mereka. Seperti riwayat tentang Jin yang menampakan diri dalam wujud lelaki bijaksana pada saat kaum Quraish berkonspirasi untuk membunuh Rasulullah saw Dan banyak lagi riwayat-riwayat lain.

Ini mengingatkan saya pada masa awam saya tentang teologi, dimana gambaran tentang tuhan dan orang suci selalu saya illustrasikan berparas tampan, berambut panjang dengan sedikit janggut sebagai penambah kharisma. Tentunya imaginasi saya serupa dengan Elohim versi Rael, Jesus versi St. Paulus, serta khrisna dalam ilustrasi hindu. Seolah imajinasi para spiritualis primitif tentang visual tuhan datang dari inspirasi yang sama. Subhanallah mungkin inilah alasan mengapa dalam islam ada larangan keras melukis rupa para nabi dan orang-orang shaleh.

Saya pernah katakan bahawa di dunia ini hanya ada dua sumber muara Inspirasi, pertama dari Allah Swt dan Kedua dari Iblis laknatullah. Maka betapa saya menyadari bahawa imajinasi saya waktu itu dan siapapun yang berasumsi bahawa Jesus, Khrisna dan Elohimnya Raelian adalah Tuhan, maka pasti itu datang dari Iblis dan Jin tanpa mereka sadari. Wallahu Alam.. Mungkin anda baru akan dapat memahami pernyataan saya jika anda mau memandang sejarah seni dan kebudayaan dari sudut yang menentang perspektif mainstream. Jangan pernah mudah percaya kawan, sebelum anda membuktikan kebenarannya sendiri!!! Sterilkan pikiran dan jiwa anda dari distorsi yang mereka sisipkan kedalam sistem hidup anda sejak anda teramat belia. Free your Mind, Body and Soul!!

No comments:

Post a Comment