Wednesday, August 31, 2016

BURUNG DATANG BERSAMA SANGKARNYA DAN PULANG KEMBALI PUN BERSAMA SANGKAR

Dalam pengajian Ma'rifat, Setiap orang yang menuntut ilmu (mengenal Allah), RUH tidak sekali-kali membenarkan jasad tinggal sendirian atau berseorangan didalam tanah.

Pulangnya kita kelak, Bukan kembali “Ketanah”, Adapun kepulangan kita adalah bertujuan kembali “keRahmatullah” (Kepangkuan Allah) dan bukannya kerahmatul tanah atau kerahmatul bumi...Kita semua berasal dari kampung Rahmat. 

Orang yang mencapai maqam Ma'rifat, tidak sekali-kali akan meninggalkan jasadnya sendirian didalam bumi...Datang bersama, Pasti matipun akan bersama.

Burung keramat lagi sakti, Pasti tidak akan sekali kali membiarkan sangkarnya terbiar dimakan cacing!...Inilah janji (RUH) yang mengenal Ma'rifatullah kepada sangkarnya.

Barang siapa yang tidak mahu jasadnya dimakan cacing, dimamah ular dan kala jengking, Kenalilah Allah S.W.T, Barang siapa yang dirinya mengenal Allah sudah dengan pasti, Burung akan terbang dengan sangkar-sangkarnya, menemui ALLAH S.W.T.

Asal kita itu, Adalah dari "Rahmat Allah”, Maka sekembalinya kita kelak, Hendaklah juga pulang ke Rahmatullah.

Kampung kita bukan Tanah dan bukan Bumi.

Kita berasal dari Kampung Rahmat, Mari kita sama-sama kembali juga kekampung Rahmat... Itulah kampung asal kita, yaitu kampung “Rahmat Allah S.W.T”.

Alam bumi atau alam dunia ini, Adalah alam persinggahan sementara, Alam binasa yang tidak kekal.

Buat apa tinggal didalam yang tidak kenal. Kenapa tidak saja kita kembali pulang ke kampung asal kita, Yang kekal lagi tidak akan binasa.

Dunia ini binasa,... Dunia ini binasa…

Sesetengah Guru Mursyid terdahulu kebiasaannya selalu memberi amanat atau selalu berpesan kepada anak-anak muridnya, Agar menggali semula kuburnya, Jika didapati jasadnya masih didalam alam tanah, Maka si guru mengalu-alukan anak muridnya kencing diatas kuburnya.

Orang yang sampai kepada peringkat makam ilmu Ma'rifatullah (mengenal Allah) itu, Jasadnya bukan didalam Bumi.

RUH dan jasadnya adalah milik Allah semasa didunia ini lagi.

Kita sesungguhnya telah mati dan dialam dunia ini kita telah berserah diri.

Menyerah diri dan telah mengembalikan diri kepada Allah sedari didunia ini, dan telah menjadi milik Allah sedari dulu sampai sekarang dan sampai waktunya tiba. 

"Wahai Jiwa yang tenang dan tenteram, kembali-lah kepada Tuhanmu dengan Hati yang puas lagi diredhai."

Tengku Daeng Mawelle

No comments:

Post a Comment