Friday, July 8, 2016

JANGAN PERNAH BERHENTI MERAYU DIRI UNTUK SEGERA BANGKIT

Tanyakanlah pada diri kita:

1. Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggan untuk hidup dengan wahyu Allah Swt? Adakah jaminan bahwa kamu mendapat pahala percuma tanpa beramal solih? Dengan apa lagi kamu mampu meraih pahala Allah Swt? Infak cuma sedikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al-Qur’an, dengan apa lagi?

2. Wahai jiwaku, siapa yg menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yg rajin berinteraksi dgn Al-Qur’an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melintas Titian Sirat.

3. Wahai jiwaku, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Dgn nikmat-Nya yg demikian banyak, yg diminta maupun tidak, tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dgn memperbanyak membaca Al-Qur’an?

4. Wahai jiwaku, sedarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasulnya mengajak dirimu memperbanyak hidup bersama Al-Qur’an? Untuk siapakah manfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahawa dengan banyak membaca Al-Qur’an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya menjadi bertambah? Dan sebaliknya, jika kamu tidak membaca Al-Qur’an, kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. Semua yang kita baca dan lakukan, kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.

5. Wahai jiwa, tidakkah kamu merasa khuatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, baki usia makin sedikit, tabungan amal solih masih sedikit, jaminan masuk syurga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mahu bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.

6. Wahai jiwa, tidakkah engkau tergiur utk mengikuti kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat serta tabiin yg menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dlm berinteraksi dgn Al-Qur’an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dgn Al-Qur’an apa yg akan dikenang oleh generasi yg akan datang ttg dirimu?

Ungkapan di atas adalah perenungan bagi setiap jiwa, agar hidup kita tidak berlalu begitu saja tanpa makna… “….Demikianlah Allah menerangkan ayat2nya kepadamu supaya kamu berfikir. Tentang dunia dan akhirat…” (QS Al-Baqarah [2]: 219-220). Semoga Allah memberi kemampuan bagi kita semua. Aamiin yaa Robbal Alamiin. (Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc, Al-Hafidz).

No comments:

Post a Comment