Wednesday, August 17, 2016

KENALI DIRI MENUJU KENAL ALLAH

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. “ (As Sajdah:9). Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kita sebagai terbaik dan memberikan kita bekal untuk mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Baik yang berupa hati, akal, pendengaran, penglihatan, dan masih banyak lagi bekal yang diberikan Allah kepada kita agar kita mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. 

Alangkah hinanya kita bila kita tidak mengenal Dzat yang telah menciptakan kita, menghidupkan kita, mematikan kita, mencukupi segala keperluan kita, mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita dan sebaik anugerah lain yang diberikan kepada kita. Semoga kita menjadi hamba yang selalu mensyukuri-Nya. Sahabat sekalian, ketika kita sedang berduaan dengan orang lain, tentu rasanya akan berbeda antara dengan orang yang kita kenal dengan yang tidak kita kenal. Berduaan dengan orang yang kita kenal tentu akan lebih mengasyikkan berbanding dengan orang yang tidak kita kenal. Lebih-lebih lagi kepada orang yang kita cintai, tentu akan memberikan kesan yang mendalam dibanding yang tidak.

Demikian pula bila kita berduaan dengan Allah, tentu rasanya akan lain bila kita belum mengenal Allah dibandingkan kita sudah mengenal Allah. Lebih-lebih bila kita menaruh rasa cinta kita pada-Nya. Semakin banyak mengenal orang semakin banyak pula kita bergaul. Dan dengan banyak bergaul tentu akan banyak hal yang berpengaruh dalam kehidupan kita. Lebih-lebih bila kita banyak bergaul dengan Allah, tentu akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Apapun, akan berbeda antara orang yang banyak mengenal Allah dengan orang yang tidak mengenal Allah. Org yg mengenal Allah sekurang kurangnya dia akan mengucapkan Assalamu’alaikum. 

Bukankah itu do’a agar Allah memberikan keselamatan bagi kita. Sahabat sekalian, terkadang untuk mengenali benda dalam suatu penelitian apapun caranya kita berusaha keras utk mendapatkannya. Namun utk mengenal Allah kita seringkali meremehkankannya. Untuk mengenal Allah berbeda dengan untuk mengenal sesuatu benda. Untuk mengenal Allah dapat dikenal dengan Al Quran, hadits, dan mahluk makhluk-Nya. Di dalam Al Quran, Allah menyebut manusia minima dalam 5 nama. 5 nama ini kalau kita perhatikan dengan baik, menerangkan perubahan demi perubahan pada diri kita. Kelima lima nama tersebut adalah:

1. BASYARUN: Kata basyarun dapat kita temui dalam Surat Al Kahfi : 110. Dalam terjemahan bahasa Arab kata basyar berarti manusia biasa. Kata ini diambil dari kata bisyarotun yang berarti kulit luar, yang mewakili wujud atau penampakan. Manusia yang termasuk dalam kategori ini adalah orang yang melihat atau menilai sesuatu dari penampilan luarnya saja, seperti pakaiannnya, wajahnya, atau materi-materi lain yang melekat pada dirinya.Sosok basyar ini hampir ada pada setiap anak kecil, yg mana mereka menilai segala sesuatu hanya dari kemasan luarnya saja. 

Sifat ini juga ada pada kebanyakan binatang, misalnya kita menilai seekor burung dari suaranya, atau kucing dari bulunya. Dan seiring dengan bertambahnya usia, ke-basyar-an ini juga akan berubah. Lalu bagaimana dgn kita. Apakah kita akan menilai seseorang dari luarnya saja. Menilai seseorang karena cantiknya wajah, bagusnya pakaian, mewahnya kenderaan, tingginya kedudukan. Lalu apa bezanya kita dengan anak kecil! Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan seseorang bukanlah dari penampakannya, melainkan dari tingkat ketaqwaannya. Sebagai mana penegasan Allah dalam Surah Al Hujurat : 13, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antaramu”.

2. INSAN: Kata insan dapat kita jumpai dalam Surah Al A’laq : 2. Insan berarti lupa. Allah memberi gelar insan karena manusia tempatnya lupa. Namun bukan berarti manusia harus sering lupa. Orang yang pelupa tentu akan sangat rugi. Dalam berdagang misalnya, kalau ia sering lupa harga tentu akan lebih sering rugi dpd untung. Manusia akan rugi jika memposisikan diri sebagai insan. Dia akan menjadikan dirinya lupa, dan alangkah ruginya kalau sampai ia melupakan saat perjumpaan dengan Allah, melupakan adanya hari akhir, melupakan adanya siksa kubur, siksa neraka, dan melupakan nikmatnya Surga. 

Saudara sekalian, orang akan tahu makna bahagia manakala ia pernah menderita, seperti orang dikatakan sakit manakala pernah sehat. Demikian pula sosok insan. Sosok insan adalah sosok yang kadang lupa dan kadang ingat, kadang berbuat baik dan kadang berbuat jahat sehingga kerugian tidak selamanya melekat pada dirinya. Sosok seperti ini banyak terdapat pada anak yang menginjak dewasa.

3. INSUN: Kata insun dapat kita jumpai dalam Surah Adz Dzariyat : 56. Kata insun diambil dari kata annisun atau annisa’, yang berarti lembut. Sahabat sekalian, sosok insun adalah sosok yang sudah menampakkan kelembutan. Ia mempunyai kepekaan dan kecenderungan kepada kebenaran. Lazimnya, sosok ini ada pada manusia yang sudah baligh. Org dalam kategori ini akan mudah tergetar hatinya ketika mendengar ‘Asma Allah. Ia juga memiliki rasa simpati ketika melihat kesulitan org lain, dan mudah tersentuh hatinya ketika mendengar kebaikan, kebenaran ataupun nasihat dari org lain. Itulah sosok insun.

4. ABDUN: Kita dapat menjumpai kata ‘abdun juga pada Surah Adz Dzariyat : 56. Org yg memposisikan diri benar-benar sebagai insun suatu saat akan menjadi ‘abdun. Sosok ‘abdi adalah sosok yang merasa hina di hadapan tuannya. Demikian pula dengan ‘abdun, ia akan senantiasa merasa hina di hadapan Allah. Sosok ini sentiasa menyesuaikan dirinya dengan apa yang dikehendaki Rabbnya. Alkisah seorang cucu yg berusaha menyenangkan hati neneknya dgn menyediakan teh untuknya. Si anak telah diberitahu sukatan gula utk nenek tersebut. Namun setelah dirasakannya, terasa kurang manis, sehingga ditambahi nya gula. Ternyata hingga malam hari minuman itu masih segar. 

Setelah ditanya kepada sang nenek, ternyata beliau merasa minuman itu terlalu manis baginya. Begitulah perumpamaan ukuran sesuatu yang kita anggap baik, belum tentu baik menurut org lain dan sesuatu yg kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah. Oleh karena itu sahabat sekalian, hendaknya kita selalu memohon pada Allah untuk diberi petunjuk-Nya, karena Dialah Yang Maha Tahu segala sesuatu. Firman Allah swt:  “..boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal baik bagimu menurut Allah, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal amat buruk bagimu menurut Allah. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak.” (QS. Al Baqarah : 216)

5. KHALIFAH: Kata ini kita jumpai pada surat Al Baqarah : 30. Khalifah sering diartikan sebagai pemimpin. Sosok pemimpin adalah sosok pilihan. Dan sosok khalifah adalah sosok yang dicintai Allah. Kehadiran sosok ini selalu dirindukan orang. Tiadalah ia memandang kecuali pandangannnya menyejukkan orang lain. Tiadalah ia berucap kecuali mententeramkan orang lain. Setiap kata, setiap tingkah lakunya akan mengingatkan orang akan ke-Agungan Allah Azza wa Jalla. Itulah sosok khalifah. 

Demikianlah gelar-gelar bagi kita sebagai manusia. Yang menjadi persoalan dan perlu kita renungkan adalah termasuk golongan manakah kita ini? Semoga Allah menggolongkan kita sebagai golongan terbaik, yang mencintai-Nya dan dicintai-Nya, yang mengingatkan orang akan ke-Agungan Allah bila melihat kita, yang selalu memberikan kemanfaatan bagi siapapun yang merasakan kehadiran kita. Amiin. Wallahu a’lamu bish shawab wastaghfirullahal azhiim. Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang selalu mengingat-Mu dan meng-Agungkan-Mu. Jadikanlah setiap kata, setiap suara dan setiap laku kami semakin mendekatkan kami kepada-Mu. Jadikanlah kehadiran kami di dunia ini tidak sia-sia. Jadikanlah kehadiran kami di manapun selalu memberikan kesejukan dan ketenteraman bagi siapapun.  Matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Berilah rahmat-Mu kepada kami dgn Surga-Mu Ya Allah Ya Rabbi.

No comments:

Post a Comment