Wednesday, August 17, 2016

MAKRIFAT TAUHID

Syeikh Muhammad Nafis Al-Banjari membagi Tauhid dalam konteks Makrifatullah menjadi 4 Samudera Makrifat, berikut ini uraian untuk setiap tahapan Makrifat Tauhid iaitu :

● TAUHID AF'AL sebagai pengesaan terhadap Allah swt dari segala macam perbuatan. Maka hanya dengan keyakinan dan penyaksian saja segala sesuatu yang terjadi di alam adalah berasal dari Allah swt.

● TAUHID ASMA' adalah pengesaan Allah swt atas segala Nama. Ketika yang mewujud dinamai, maka semua penamaan pada dasarnya dikembalikan kepada Allah swt. Allah sebagai Isim A'dham yang Maha Agung adalah asal dari semua Nama-Nama Baik yang khayal maupun bukan. Kerana dengan Nama yang Maha Agung “Allah” inilah, Allah memperkenalkan diriNya.

● TAUHID SIFAT adalah pengesaan Allah dari segala Sifat. Dalam pengertian ini maka manusia dapat berada dalam maqam Tauhid as-Sifat dengan memandang dan memusyahadahkan dengan mata hati dan dengan keyakinan bahwa segala sifat yang dapat melekat pada Dzat Allah, seperti Qudrah (Kuasa), Iradah (Kehendak), ‘Ilm (Mengetahui), Hayat (Hidup), Sama' (Mendengar), Basar (Melihat), dan Kalam (Berkata-kata) adalah benar Sifat2 Allah. Sebab, hanya Allah lah yang mempunyai Sifat2 tersebut. Segala sifat yang dilekatkan kepada makhluk harus difahami secara metaforis, dan bukan dalam konteks sesungguhnya sebagai suatu pinjaman.

● TAUHID DZAT berarti mengesakan Allah pada Dzat. Maqam Tauhid az-Dzat menurut Syaikh al-Banjari adalah maqam tertinggi yang, kerananya, menjadi terminal terakhir dari pemandangan dan Musyahadah kaum 'Arifin. Dalam konteks demikian, maka cara mengesakan Allah pada Dzat adalah dengan memandang dengan mata kepala dan mata hati bahwasanya tiada yang maujud di alam wujud ini melainkan Allah SWT semata. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment