Wednesday, July 13, 2016

MENGEJAR DUNIA LEBIH DARI MENCARI AKHIRAT

Dari Zaid bin Tsabit r.a beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Barangsiapa yg (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yg Allah tetapkan baginya.

Dan barangsiapa yg (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)”. Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan cinta kepada akhirat dan zuhud dalam kehidupan dunia, serta celaan dan ancaman besar bagi orang yang terlalu berusaha keras mengejar harta benda duniawi. Beberapa faedah penting yang terkandung dalam hadith ini: 

1) Org yg cinta kpd akhirat akan memperoleh rezeki yg telah Allah tetapkan baginya di dunia tanpa bersusah payah, berbeda dgn org yg terlalu berambisi mengejar dunia, dia akan memperolehnya dgn susah payah lahir dan batin. Salah seorang ulama salaf berkata, “Barangsiapa yg mencintai dunia (secara berlebihan) maka hendaknya dia mempersiapkan dirinya utk menanggung berbagai macam musibah”.

2) Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Org yg mencintai dunia (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan): Kekalutan (fikiran) yang selalu menyertainya, kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan yg tiada berakhir. Hal ini disebabkan org yg mencintai dunia (secara berlebihan) jika telah mendapatkan sebahagian dari (harta benda) duniawi maka nafsunya (tidak pernah puas dan) terus berusaha keras mengejar yang lebih daripada itu, sebagaimana dlm hadith yg sahih Rasulullah s.a.w bersabda, “Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yg berisi) harta (emas) maka dia pasti (berusaha) mencari lembah harta yang ketiga”.

3) Kekayaan yang hakiki adalah kekayaan dalam hati/jiwa. Rasululah s.a.w bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan (yg hakiki) adalah kekayaan (dalam) jiwa”.

4) Kebahagiaan hidup dan keberuntungan di dunia dan akhirat hanyalah bagi orang yang cinta kepada Allah dan hari akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w, “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah Ta’ala berikan kepadanya”.

5) Sifat yang mulia ini dimiliki dgn sempurna oleh Para Sahabat Rasulullah s.a.w dan inilah yg menjadikan mereka lebih utama dan mulia di sisi Allah Ta’ala dibandingkan generasi yang datang setelah mereka. Ibnu Mas’ud r.a berkata, “Kalian lebih banyak berpuasa, (mengerjakan) solat, dan lebih bersungguh2 (dalam beribadah) dibandingkan Para Sahabat Rasulullah s.a.w, tapi mereka lebih baik (lebih utama di sisi Allah Ta’ala) daripada kalian”. Ada yang bertanya: Kenapa (terjadi demikian), wahai Abu Abdirrahman? Ibnu Mas’ud r.a berkata: “Kerana mereka lebih zuhud dalam (kehidupan) dunia dan lebih cinta kpd akhirat”.

No comments:

Post a Comment