Wednesday, July 13, 2016

TAPI KALIAN BAGAI BUIH DI LAUTAN

Oleh Syeikh Salim Al Hilali

Ketika kita memperhatikan kata2 wahyu dari Al Qur’an dan Sunnah, kita melihat bahwa realiti ummat Islam terlingkupi dengan huruf2 yg jelas. Tidak samar bagi org yg melihat hakikat urusan ini yg tidak tertipu dgn fatamorgana yg muncul tapi sirna bahwa penyakit Wahan telah menggerogoti urat2 ummat ini. Reatiti ini telah ada isyarat kepadanya, peringatan jelas tanpa samar tentangnya. Jelas tanpa kekaburan. Terang tanpa terselubung kabut yang bisa rnengganggu pandangan. Itu dlm hadits dari Tsauban r.a maula Rasulullah s.a.w ketika beliau berkata: “Hampir terjadi keadaan yg mana ummat2 lain akan mengerumuni kalian bagai org2 yg makan mengerumuni makanannya”

Salah seorang sahabat berkata; “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?” Nabi berkata: “Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn.” Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu?” Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Daud no. 4297, Ahmad 5/278, Abu Nu’aim dalam At Hilyah l/182 dan dua jalan dan dengan keduanya hadits ini menjadi shohih).

Hadits ini yang menceritakan apa wahan itu menunjukkan keadaan ummat Islam.

Pertama: Musuh2 Allah dari kalangan tentara Iblis serta pendukung syaitan selalu memata-matai perkembangan ummat Islam serta negara mereka. Karena mereka telah melihat penyakit wahn ini telah merasuki kaum musiimin. Penyakit ini telah menyembelih leher-leher ummat Islam. Maka mereka menerkamnya dan masih menyembunyikan sisanya.Kaum kuffar dan musyrikin ahlul kitab selalu melakukan hal demikian sejak munculnya fajar islam. Itu terjadi ketika daulah Islam yg murni yang ditanamkan asasnya dan dikokohkan oleh Rasulullah s.a.w di Madinah dan sekitarnya. 

Ini ditegaskan dalam hadits yang menceritakan tiga orang yang sengaja tidak ikut berperang (HR Bukhari Muslim), sebagaimana dikatakan oleh Ka’ab bin Malik r.a: “…Ketika aku berjalan di pasar Madinah, tiba-tiba ada seorang petani dari petani2 negeri Syam yg membawa makanan untuk dijual di Madinah berkata: Siapa yang bisa menunjukkan Ka’ab bin Malik kepadaku? Maka org2 menunjukinya, maka dia datangi aku kemudian menyerahkan kepadaku sebuah surat dari Raja Ghassan dan saya adalah seorang terpelajar, maka aku baca ternyata didalamnya tertulis: Amma ba’du, telah sampai kpd kami berita bahwa teman2mu bersikap keras kepadamu dan Allah tidak akan membiarkanmu berada di negeri yang penuh dgn kehinaan dan kesempitan, maka datanglah dan bergabunglah dgn kami, kami akan menampungmu.”

Perhatikan, wahai muslim yang cerdas dan coba renungkan, wahai saudara terkasih, bagaimana org2 kafir selalu mengawasi berita2 daulah Islam. Bila ada kesempatan, mereka akan menerkamnya dari segala penjuru. Itu juga dijelaskan dengan:

Kedua: Sesungguhnya ummat2 kafir saling membantu dan bergabung utk menyerang Islam, daulahnya, pemeluknya dan para da’inya. Siapa yang membaca sejarah perang Salib, akan tahu bagaimana peristiwa itu. Yang mana Bani Ashfar mempersiapkan pasukannya utk membinasakan daulah khilafah. Akan jelas hal ini sptijelasnya cahaya matahari ditengah teriknya siang. Dan hingga sempurna bagi mereka hal itu, maka mereka membuat “Kelompok”, kemudian ‘Badan orgainisasi”, kemudian “dewan”, kemudian “Organisasi dunia”, dgn itu mereka membakarnya semangat mereka dgn slogan2. Juga:

Ketiga: Negeri2 Islam adalah sumber2 kebaikan dan berkah. Maka ummat2 kafir ingin menguasainya. Oleh karena itu Rasulullah s.a.w menyerupakannya dengan makanan baik yang membuat berselera para menyantapnya, maka mereka menyerbunya, setiap penyerbu ingin mendapat bagian seperti bagian singa.

Keempat: Org2 kafir membuat negeri2 Islam menjadi berkelompok terpecah dan terpisah2, sebagaimana dlm hadits Abdullah bin Hawalah r.a berkata: Rasulullah s.a.w: “Nanti kalian akan menjadi pasukan yg berkelompok2. Satu kelompok di Syam, satu kelompok di Iraq dan satu kelompok di Yaman.” kata sahabat: Berilah pilihan, wahai Rasulullah. Maka beliau bersabda: “Pilihlah yg di Syam, siapa yg enggan, maka yg di Yaman. Dan hendaklah dia minum dari airnya, krn Allah menjaminkan utkku negeri Syam dan penduduknya”. Rabi’ah berkata: Aku mendengar Idris Al Khaulani menyampaikan hadits ini dan berkata: “Dan siapa yg dijamin Allah tidak akan tersia-sia.” Bukankah ini realiti umat Islam?! Mereka menjadi negara2 yg terpisah. Tidak punya wibawa.Tidak bisa berkuasa mengurus dlm dan luar negerinya dgn merdeka. Semuanya diatur oleh org kafir. Hanya Allah yg kita minta pertolongannya dan kpdnya kita bertawakkal.

Kelima: Kini, org kafir tidak segan lagi kpd kaum muslimin, karena mereka (kaum muslimin) sudah kehilangan wibawanya dihadapan ummat2 lainnya. Yg mana dulu wibawa itu membuat gemetar lutut dan sendi2 org kafir dan pasukan Iblis. Itu karena senjata penghancur milik kaum muslimin tidak lagi ditakuti oleh org kafir. Allah berfirman: “Akan Kami lemparkan dalam hati org2 kafir rasa takut akibat mereka menyekutukan Allah” (Ali Imran: 151). Rasulullah s.a.w bersabda: “Aku ditolong Allah dgn musuh mengalami rasa takut, padahal aku masih sebulan perjalanan kesana”

Keenam: Unsur2 kekuatan ummat Islam bukan pada banyaknya jumlah dan kekuatannya, pasukan kavalerinya dan kesombongannya, pasukan infantrinya dan para komandannya, tapi pada aqidahnya dan manhajnya. Karena ummat ini adalah ummat tauhid dan pengusung panji2 tauhid. Apakah engkau tidak dengar sabda Rasulutlah s.a.w ketika menjawab pertanyaan seorang sahabat tentang jumlah: “Bahkan kalian ketika itu banyak!” Perhatikan pelajaran dari perang Hunain, akan engkau dapati dia menjadi contoh disetiap masa. “Dan hari Hunain ketika kalian merasa takjub dengan jumlah kalian yang banyak, tapi itu tidak berguna bagi kalian sedikitpun” (QS At Taubah:26)

Ketujuh: Posisi ummat Islam tidak dipertimbangkan sedikitpun diantara ummat2 dimuka bumi, sebagai mana sabda Rasulullah s.a.w: “Akan tetapi kalian bagai buih, seperti buih banjir.” Sabda ini memberikan beberapa hal:
Buih yang mengalir membawa banyak kotoran bersamanya. Begini juga ummat Islam, berjalan bersama kotoran ummat Kafir.

b.   Banjir membawa buih yg tidak bermanfaat bagi manusia. Begitu juga ummat Islam, tidak melaksanakan perannya dihadapan ummat2 lain, yaitu Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar.

c.   Buih akan segera sirna. Dan karena itu Allah akan mengganti siapa yang berpaling dan mengokohkan kelompok yang bermanfaat bagi manusia di muka bumi.

d.   Buih yang dibawa banjir tercampur dengan kotoran tanah. Begitu juga pemikiran mayoritas ummat Islam telah terkontaminasi dengan sampah filsafat dan budaya yang rusak.

e.   Buih yg dibawa oleh banjir tidak tahu akan berakhir dimana krn dia berjalan bukan atas keinginan nya. Dia spt org yg menggali kuburnya dgn kukunya. Begitu juga ummat Islam, tidak tahu apa yg sdg direncakan musuh2nya atas diri mrk. Ironisnya, mrk masih saja membebek dan mengikuti mana yg lebih keras gaungnya dan bersikap bagai pucuk Erau yg bergerak kemana angin meniupnya.

Kelapan: Ummat Islam menjadikan dunia sbg target utamanya. Tujuan ilmunya. Oleh karena itulah mereka menjadi takut mati. Cinta dunia karena mereka meramaikan dunia hingga lupa kpd kampung akhirat. Rasullullah s.a.w telah mengkhawatirkan hal ini menimpa ummatnya. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash dari Nabi s.a.w, beliau bersabda: “Bila ditaklukkan Persia dan Romawi, di kaum mana kalian? Abdur Rahman bin Auf berkata: Kami akan berposisi seperti yg Allah perintahkan kami (yaitu akan memuji-Nya, bersyukur kepada-Nya dan meminta tambahan dari nikmat-Nya. 

Lihat An Nawawi 18/96), Kata beliau: Jangan sampai selain itu, yaitu kalian akan saling berlomba2, kemudian saling mendengki, kemudian saling membelakangi,kemudian saling membenci kemudian kalian berjalan dihadapan muhajirin yang miskin dan sebagian kalian memakan sebagian”. (HR Muslim).  Oleh karena ketika ditaklukkan perbendaharaan Persia, Umar bin At Khaththab r.a menangis dan berkata: “Sesungguhnya harta ini jika dibukakan kpd sebuah ummat, Allah jadikan permusuhan diantara mereka.”

Kesembilan: Ummat2 kafir tidak akan bisa menghabiskan ummat Islam, walau mereka bersatu untuk itu dari segala penjuru, sebagaimana dinyatakan dgn jelas dlm hadits Tsauban r.a, ia berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya Allah telah melipat bumi ini bagiku, maka aku melihat bahagian timur dan baratnya. Dan ummatku akan sampai kekuasaan mereka seperti yg ditunjukkan kepadaku. Aku juga diberi perbendaharan merah dan putih (emas dan perak yg itu adalah harta benda kerajaan Persia dan Rumawi) dan aku meminta kepada Allah utk ummatku agar tidak dibinasakan dgn kelaparan setahun yg membinasa kan mereka dan agar jangan sampai mereka dikuasai musuh selain diri mereka sendiri hingga akan dihancurkan mereka hingga akar2nya. 

Dan Alla telah berfirman: “Wahai Muhammad, Sesungguhnya Aku bila menetapkan suatu ketetapan, maka itu tidak bisa ditolak. Aku memberikan bagi ummatmu untuk tidak dibinasakan dgn kelaparan setahun. Dan Aku tidak jadikan berkuasa mereka satu musuh pun selain diri sendiri yg akan menyerang mereka sendiri walau musuhnya sudah bersatu dari berbagai penjuru. Hingga diantara mereka sendiri yg saling menghacurkan satu dgn lainnya (HR Muslim no. 2889). Maka apa yang bisa membuat sebuah pohon yang kokoh yang akarnya menancap ke bumi dan cabangnya mencakar ke langit menjadi sia-sia?! (Sumber : Buletin Dakwah Al Minhaj).

No comments:

Post a Comment