Saturday, May 7, 2016

AL-QURAN

Quran disebutkan oleh Quran sendiri adalah "hudalinnas" atau "hudalilmuttaqin". Ialah petunjuk bagi manusia, seluruh manusia. Baik-pun itu Islam, Kristen, Budha, Hindu, Kong Hu cu, dlsb. Bahkan orang kafirpun, termasuk di dalam "nas",`manusia`. Manusia terdiri dari jasmani dan ruhani. Maka petunjuk bagi manusia, mestilah ada yang untuk petunjuk dari sisi jasmani atau lahiriyah, dan ada petunjuk untuk mengatur Ruhani manusia. Quran adalah sesuai wujud manusia. Dan bagi orang-orang yang bertaqwa. Bagi orang-orang yang bertaqwa inilah yang istimewa petunjuknya.

Di salah satu hadits disebutkan, "Inna Quran dhohiron wa Batinan": Sesungguhnya Quran ada Dhohirnya dan ada Batinnya”. Ada makna tersurat, ada makna tersirat dan ada makna satu lagi. Disebutkan dalam Surah. Hasr ayat 21...(Silahkan mbukak Quran sendiri..), "Seandainya Quran itu KU turunkan di atas gunung, niscaya gunung itu akan hancur karena hormat dan takutnya”. Quran yang manakah itu? Lalu Quran yang manakah itu? Inilah yang dikatakan oleh sebagian ahli sufi, bahwa Quran selain ada arti yang tersurat, juga ada yang tersirat, dan juga ada satu lagi, yaitu yang tersuruk.

Contoh, Ayat “Bismillahirrohmanirrohim". Arti tersuratnya,"Dengan Nama Alloh Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang”. Tersiratnya (menggunakan bahasa manusia) bukan dengan kata "Dengan Nama.....", melainkan dengan kata "Atas Nama.......",

Tersuruknya....wah ini yang sulit...... bayangkan saja.... jika saya katakan..... 4 sungai di dalam surga mengalir melalui ayat ini..... yaitu: Sungai Air jernih, Sungai madu, sungai susu, dan sungai Arak. Sederhanakan begini, Arti tersurat, sudah sama-sama kita tahu dan faham. Arti tersirat, mestilah dicari. Arti tersuruk adalah masalah hikmah. Quran adalah Kumpulan Peta-peta perjalanan Jiwa. Peta-peta untuk menunjukkan pada kita kemana kita mesti melangkah. Tiap-tiap ayat, mestilah mengacu pada satu tujuan, Maka pahamilah,  bahwa meskipun ayat-ayat di dalam Quran ada yang seolah diulang, Pastilah itu mengandung arti-arti tersendiri. Bahkan, susunan huruf, penomoran ayat, jumlah ayat, semuanya mengandung makna dan arti tersendiri. Alloh adalah al-Hisab, MAHA PERHITUNGAN.

Quran terjaga keasliannya mulai dari jamannya Muhammad, sampai nanti akhir jaman. Karena Quran itu wahyu ilahi, seandainya seluruh manusia yang hafal Quran dibunuh, seandainya seluruh kitab-kitab Quran di bakar, di seluruh dunia ini, Jibril akan terus menyampaikan berita Quran pada siapa yang dikehendaki oleh Alloh. Secara keilmuwanpun, secara ilmiah, para ahli tidak dapat membantah bahwa Quran, adalah otentik mulai jamannya Nabi Muhammad sampai sekarang, tetap dan tidak berubah, Karena belum lama sejak Nabi wafat, masih banyak yang mencatat, masih banyak yang menghafal, Quran sudah dibukukan.

Di dalam ayat Quran, ada 29 ayat yang terjemahnya tidak ada. Arti tersuratnya tidak ada: Alim Lam Mim...., Alif Lam Ro...., Ha Mim...., Kaf Ha Ya `Ain Shod, Ha Mim `Ain Sin Qof, Nun, Yaa Sin, Tho `Ha tetapi ayat-ayat ini mengandung arti yang tersirat dan juga arti yang tersuruk. Tapi bagaimana dengan Yaa Sin, Kaf Ha Ya `Ain Shod, Nun, `Ha Mim `Ain Sin Qof Atau yang lainnya? Atau arti tersuruk dari ayat-ayat yang lainnya? Mengapakah Ayat Nur, sering oleh ulama tasawuf disebut pembuka jalan ke Alloh? Mengapa Surat Al Alaq sering sering disebut oleh ulama tasawuf sebagai surat PENGANGKATAN KENABIAN?

Mengapakah dikatakan, 104 kitab yang turun, ngumpulnya di 4 kitab, yaitu: Taurat, Zabur, Injil, dan Quran. Dan 4 Kitab tersebut ngumpulnya di Quran, Dan Quran ngumpulnya di Fatehah, Ummul Kitab, Dan Fatehah sendiri ngumpulnya di ayat Bismillahirrohmanirrohim, Dan ayat Bismillahir rohmaniroohim ngumpulnya di Ba`, dan Ba` ini kembali lagi ke Alif. Mengapa? Bukankah sama-sama kita ketahui bahwa, bahwa SIN di dalam Bismillah nulisnya dipanjangkan. Hanya untuk Bismillah, Mengapa?

Dan mengapa huruf awal Bismillah yang katanya Ba`, tapi khok depannya huruf agak panjang, khok seperti huruf Alif digabung dengan depannya Ba` mengapa? Padahal huruf Alif tidak bisa digabung dengan huruf lain katanya? Pahamilah, bahwa apa yang akan kusampaikan padamu, hanyalah berupa pengertian-pengertian, yang jauh dari hakekat kenyataannya arti yang tersuruk. Pahamilah  bahwa begitu kita masuk dalam arti yang tersuruk, maka akan timbulah PENGERTIAN, maka akan timbullah DAYA dan KEKUATAN KETUHANAN, maka akan timbullah yang namanya MERASAKAN KEBENARAN.

No comments:

Post a Comment