Saturday, May 7, 2016

EMPAT GHAIB DALAM SATU

Dalam proses kejadian anak Adam, menyebutkan bahwa Manikam tidaklah sendirian di dalam tara’ib, ia dijaga oleh empat sahabat yang saling bahu-membahu dalam membina pribadi Nur Muhammad menumbuhkan manikam menjadi bentuk yang lebih sempurna yaitu anak insan yang bakal menampakkan sifat-sifat Tuhan selepas kelahirannya.

Empat sahabat itu sekarang sudah menjadi satu dalam kehidupan diri manusia. Ketika di dalam rahim sendiri-sendiri wujudanya. Tapi, ketika bayi sudah lahir, secara jasmani hanya ada satu wujud. Empat sahabat itu ghaib, tetapi tetap menyertai dalam wujud ruhani, tidak kasat mata. Itulah daya roh idhafi (roh pendukung) dalam diri manusia yang juga berasal dari Nur Muhammad. Ia tetap hidup hayyun walaupun nanti harus terpisah dari jasad apabila manusia telah mati. Daya Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail yang diibaratkan dengan warna merah, putih, hitam, dan hijau sebenarnya menjadi obor bagi Diri, tetapi jika tidak bijak diri manusia boleh terbakar sehingga kehilangan sifat-sifat manusiawinya. 

Obor itu berupa empat kekuatan jiwa atau nafsu: al-ammārah, al-lawwāmah, al-șūfiyah, dan al-muțma’innah.

1. Camariyah : cahaya merah unsurnya api yaitu darah, malaikatnya Jibril,
2. Tubaniyah : cahaya putih unsurnya air yaitu air mani, malaikatnya adalah Mikail,
3. Tambuniyah : cahaya hitam unsurnya tanah yaitu daging, malaikatnya adalah Israfil, dan
4. Uriyah : cahaya hijau, unsurnya angin yaitu nafas, malaikatnya adalah Izrail.

Pertama, Camariyah adalah unsur api bagi diri manusia. Camariyah sebagai daya yang memancarkan cahaya merah mendorong tumbuhnya emosi. Daya yang merah ini juga menimbulkan berbagai macam keinginan. Lemahnya daya ini pula menyebabkan hilangnya rasa cinta, hilangnya selera dalam hidup. Tanda cinta atau kasih sayang dilambangkan dengan warna merah. Cahaya merah pada api sekaligus simbol kekuatan, keberanian, keperkasaan, dan kebesaran. Api pula memiliki daya membakar yang sangat hebat. Dalam sekejap mata api boleh menghanguskan benda apa saja. 

Kemampuan untuk mengendalikan kekuatan yang berwarna merah ini akan melahirkan sikap hidup yang penuh kedermawanan bagi sesamanya. Si Camariyah ini memang harus diperhatikan agar kita boleh menjadi manusia pemaaf, bukan manusia pendendam. Kehidupan yang damai tak pernah terwujud bila dendam selalu dilampiaskan.

Sifat-sifat yang melekat pada Camariyah adalah sifat malaikat Jibril. Allah menyifatkan malaikat Jibril sebagai suatu perkara yang besar (shadīd al-quwā), di samping mempunyai tempat dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah pemilik Arasy, justru Jibril ditaati di alam malaikat dan sangat amanah, oleh itu Jibril bertugas sebagai duta antara Allah dan rasul-Nya.

Kedua, Tubaniyah adalah cahaya putih unsurnya air yaitu air mani. Tuban adalah cairan yang berfungsi sebagai penjaga badan janin di dalam rahim. Tetapi bukan dalam artian ini yang dimaksud tubaniah ketika menyatakan ia adalah malaikat Mikail. Tubaniyah adalah manifestasi malaikat Mikail yang akan sentiasa bertanggungjawab akan urusan rizki dan kesejahteraan janin sehingga dia habis umurnya. 

Malaikat Mikail bertugas memelihara kehidupan,. mempunyai tempat dan kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi Tuhan, memiliki pembantu-pembantu yang diperintahkan untuk melaksanakan tugas-tugasnya, seperti menggiring angin dan awan dan menyiramkannya pada suatu negeri dan kampung sehingga hujan boleh turun di situ.

Tuban merupakan lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail. Air tuban berfungsi sebagai pelindung kesejahteraan dan keamanan janin di dalam rahim, memberikan keamanan dan tempat tinggal yang nyaman. Mikail oleh Komunitas sufi dipandang sebagai sahabat yang akan menjalankan perintah Tuhan untuk melindungi dan mensejahterakannya.

Tubaniyah adalah cahaya putih. Putih melambangkan perdamaian dan kesucian. Artinya, manusia sejak keberadaannya di dalam rahim telah dibekali oleh Allah dengan potensi fitrah yang suci dan damai. Dikatakan dalam hadis setiap anak dilahirkan dalam keadaan potensi fitrah, yaitu suci. Hendak menjadi apa ia kelak tergantung kepada pendidikan kedua ibu bapaknya. Apabila dididik dengan benar maka ia akan tumbuh dan berkembang tetap dalam kesucian dan kedamaian. Oleh itu diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang potensi cahaya putih ini.

Ketiga, Tambuniyah pula adalah cahaya hitam unsurnya tanah ia menjadi daging disebut malaikat Israfil. Daya yang memancarkan cahaya hitam boleh membangkitkat rasa marah dan sakit hati. Jika daya hitam ini menguasai manusia maka ia akan berbuat secara membabibuta, berbuat tanpa arah. Tetapi, daya yang berwarna hitam ini juga berfungsi secara positif bila dikuasai. Keperkasaan manusia bahkan wujud dari pancaran cahaya hitam tambuniyah dalam dirinya. Kharisma manusia juga zahir dari daya yang berwarna hitam.

Warna hitam pula simbol bagi dunia gelap. Manusia tercipta di alam yang gelap gulita. Kegelapan di rahim ibu, secara normal janin manusia selama 9 bulan 10 hari berada di kegelapan rahim ibu. Pelupuk mata tak berfungsi, tambuniyah yang oleh kaum sufi disifatkan sebagai malaikat Israfil tetap mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kegelapan.

Malaikat Israfil adalah malaikat yang ditugaskan untuk meniup sangkakala sebanyak tiga kali tiupan : tiupan yang mengejuntukan semua makhluk, tiupan kematian, dan tiupan kebangkitan. Sangkakala atau Al-șur adalah tanduk yang ditiup. Setiap lengkung daripadanya seperti antara langit dan bumi dan di dalam tanduk itu terletak roh sekalian hamba. Disebutkan dalam hadis gharīb bahwa di antara Malaikat Israfil dan Tuhan ada 70 cahaya, tiada di antara cahaya itu dengan yang lainnya yang berdekatan dengannya, melainkan terbakar. Di hadapannya ada Lauh. Apabila Allah mengizinkan sesuatu di langit atau di bumi, maka Israfil pun melihat, maka apabila ia adalah tugas Jibril, dia memerintahkan kepada Jibril untuk mengerjakannya, dan apabila tugas malaikat Mikail, dia memerintakannya pula, dan apabila ia dari tugas malaikat maut, dia memerintahkan kepadanya.

Fungsi tambuni adalah untuk memayungi janin sampai ke tempat tujuan. Dialah yang memberikan kekuatan berupa nutrisi makanan janin selama di dalam rahim ibu. Tambuni terbentuk setelah (bakal janin) tumbuh di lapisan pada rahim selama dua bulan. Setelah bakal janin tumbuh menjadi janin, tambuni terbentuk dan berfungsi sebagai sarana untuk pertukaran zat (makanan dan buangan) dan darah bagi janin. Sangkakala kehidupan bekerja di dalam rahim. Tambuni betul-betul bagaikan lapisan atmosfer yang memberikan kehidupan dan kematian calon bayi dalam rahim.

Eksistensi tambuni sejajar dengan posisi malaikat Israfil. Seperti halnya tuban, eksistensi tambuni tetap memberikan perlindungan bagi manusia setelah dilahirkan. Meskipun jasadanya sudah tak ada lagi. Dari sisi keberadaannya, malaikat Israfil dicipta Tuhan lebih dulu daripada malaikat Mikail dan Jibril. Israfil akan selalu memberikan perlindungan metafisik kepada manusia. Israfil diyakini sebagai pelita hati, agar hati tetap terang. Itulah sebabnya sejahat-jahat manusia masih ada secercah cahaya dalam hidupnya. Tetap ada kebaikan yang dimilikinya, meski sebesar debu.

Keempat, Uriyah adalah cahaya hijau, unsurnya angin yaitu nafas, ia adalah malaikat Izrail. Izrail dikenal sebagai malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa dibantu oleh satu jamaah malaikat yang terdiri dari dua kelompok yaitu malaikat rahmat dan malaikat azab. Izrail adalah jenis malaikat yang menakutkan, tetapi berlemah lembut terhadap orang mukmin, justru ia akan datang dengan bentuk rupa yang bagus dan menarik ruh orang mukmin yang saleh secara lembut serta bercakap kepadanya dengan percakapan yang bagus pula.

Apabila ajal seorang hamba telah sampai, Allah memerintahkan malaikat maut agar mencabut nyawa hamba tersebut. Selanjutnya, malaikat Izrail menghantar ruh manusia pergi melalui tujuh peringkat langit menuju sidrat al-muntaha untuk menghadap Tuhan yang untuk selanjutnya dikembalikan lagi ke dalam jasadanya di alam barzah untuk dimintai pertanggungjawapan.

Fungsi Izrail sebenarnya memberikan kemudahan hidup manusia. Ia adalah kekuatan Tuhan yang berada di dalam nafas. Dengan kata lain, ia mempunyai kekuasaan atas nafas kehidupan manusia. Ketika manusia masih dalam rupa janin, Izrail mengatur suplay oksigen dari ibunda ke janin. Dia terlibat secara fisik sejak janin masih lagi dalam rahim sehingga mati. Izrail tetap setia mendampingi kehidupan manusia sama ada di saat ia tidur mahupun jaga. Izrail pula yang setia membantu manusia memisahkan Diri dari badannya. Dalam al-Qur'an disebutkan bahwa jiwa manusia setiap hari pulang pergi dari jasad. Apabila tidur, jiwa berkelana, dan kembali ke jasad ketika bangun.

Meski semua yang ada di alam ini dalam kekuasaan Allah, tapi kerja alam ini berdasarkan suatu sistem. Jika pada Q.S. 39:42 dinyatakan bahwa Allah yang mengendalikan jiwa manusia, tapi pada Q.S. 6:61 disebutkan bahwa Allah mengutus penjaga-penjaga ke dalam diri setiap insan. Penjaga-penjaga inilah yang menunaikan tugasnya untuk memulakan dan sekaligus mengakhiri kehidupan manusia bila sudah sampai ajalnya.

Keempat-empat malaikat yaitu Jibril, Mikail, Izrail dan Israfil disebut Empat Sekawan, adalah para malaikat mulia. Jibril dan Mikail adalah isyarat dari sifat Jalal dan Jamal Allah. Sementara itu pasangannya adalah malaikat Izrail dan Israfil sebagai i`tibār sifat Allah yang Maha Qohhār dan Maha Kamāl. Sifat Jalal adalah aspek keagungan, kehebatan, kedahsyatan yang mencekam, mengancam, menakutkan dan kerana itu mesti ditaati. Sifat Jalal tampil sebagai malaikat yang bertampang sangar, bengis, murka, dan menakutkan. 

Namun, sifat Jalal Allah tidak mengesankan Tuhan itu suka membalas dendam, atau sakit hati bila tidak dipatuhi perintah-Nya. Dia adalah Maha Suci daripada segala sifat yang tak patut bagi-Nya. Dia telah mengatur alam raya ini dengan hukum yang benar, adil, objektif, dan seimbang. Sifat Jalal berpasangan dengan sifat Jamal, yaitu keindahan, kecantikan, memesonakan, menimbulkan cinta, dan kasih sayang. Seorang anak Manusia yang dibina oleh perpaduan daripada kedua-dua potensi Jalal dan Jamal menjadikannya tumbuh dan berkembang menjadi orang yang memiliki kekuatan mengagumkan, kharisma dan kewibawaan.

No comments:

Post a Comment