Sunday, January 11, 2015

BAYAN MAULANA YUNUS

Allah telah jadikan dunia ini tempat ujian, Darrul Intihan. Setiap manusia dlm keadaan apa saja dan siapa saja selalu dlm keadaan di uji oleh Allah. Kesenangan itu ujian dari Allah, kesusahan itu juga ujian dari Allah. Kesehatan itu ujian dari Allah dan sakit pun juga ujian dari Allah. Harta, jabatan, keluarga, perdagangan, rumah, kerabat, teman, tetangga, anak yatim, semua keadaan adalah ujian dari Allah. Allah tidak pandang status seseorg atau jabatannya yg Allah lihat adalah sejauh mana org itu mau sabar dalam ujian dan taat pada perintah Allah ketika di uji. Allah awasi manusia setiap saat, semuanya tercatat oleh malaikat seluruh perbuatannya, tidak ada yg meleset. Hasilnya akan Allah nampakkan nanti di akherat. Kita disuruh baca sendiri oleh Allah, disuruh menghitung sendiri amal perbuatannya. Di pengadilan Allah, semuanya akan Allah hisab, ditanya, dan harus dipert/jawabkan. Hasilnya hanya ada 2 saja, Surga iaitu bahagia selama2nya atau Neraka iaitu menderita selama2nya. Firman Allah: “Katakanlah:(Muhammad) ini adalah jalanku, Aku dan org2 yg mengikutiku, (yaitu) mengajak (kamu/manusia) kpd Allah dgn Hujjah yg nyata…” (12:108)

Jalannya Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah mengajak manusia untuk taat kepada Allah. Sejauh mana mereka mengikuti jalan Nabi SAW dan sahabat RA, sejauh itu pula pertolongan Allah dan bantuan Allah kepada mereka. Mereka inilah orang2 yang akan Allah menangkan, sebagaimana Allah telah menangkan para Nabi AS dan Sahabat RA diatas musuh2 mereka. Sedangkan musuh para Nabi AS adalah mereka yg menentang Jalan Hidup para Anbiya AS, mereka inilah orang yang celaka. Sudah Allah ceritakan dlm Al Quran kehidupan musuh2 Nabi yg menyebabkan mereka Allah binasakan. Allah tidak memandang kejayaan mereka dalam hal keduniaan, yang Allah mau adalah ketaatan mereka kepada Allah. 

Inilah yg namanya ujian, hanya ada 2 jln, Hidup Cara Nabi iaitu jln keselamatan dan kebahagiaan (Darrussalam) atau Hidup Cara Musuh2 Nabi iaitu jalan menuju kebinasaan dan kesengsaraan. Sekarang kita coba Tafakkur (berpikir ttg kehidupan kita) dan Muhasabbah (menghisab kehidupan kita), ada di jln yg mana kita saat ini. Inilah modal kita utk selamat yaitu sering bertafakkur dan bermuhasabah agar kita tetap berada pada jalan yang benar. Jika kita ternyata berada pada jalan yg keliru, segeralah bertobat dan ubah haluan. Kita tata hidup kita kembali menjadi seperti kehidupan yg Allah mau, yaitu kehidupan Nabi SAW dan para sahabat. Mumpung kita masih punya waktu utu merubah jln dari yg salah kepada jln yg benar. 

Penyesalan di akherat nanti sudah tidak ada gunanya lagi. Jalan Nabi SAW dan para sahabat adalah jalan yg menuju kpd pengampunan dosa. Yaitu jalan2 org yg bertobat dan senantiasa memperbaiki diri. Mereka yg mengambil jln ini akan selalu berinabah, mengembalikan segala sesuatunya kpd Allah. Kesalah fahaman terbesar yg terjadi pada umat saat ini adalah umat saat ini berkerja, bersusah payah, memaksa kan diri untuk mendapatkan sesuatu yang pada akhirnya akan ditinggalkan, dan tidak akan di bawa ke dalam kubur. 

Suatu ketika Nabi SAW bertanya kepada para sahabat RA, “Mana yang lebih kamu sukai harta yang kamu miliki atau harta yang dimiliki oleh ahli waris?” para sahabat menjawab, “Tentu harta yang kami miliki sendiri ya Rasullullah” Lalu Nabi SAW berkata mahfum, “Sesungguhnya seluruh harta yang kamu kirim untuk akhiratmu adalah harta kamu yg sebenarnya, sedangkan harta yg kamu tinggalkan adalah milik ahli warismu.” Inilah yg tidak disadari oleh umat saat ini bahwa yg namanya tabungan kita atau harta kita adalah yg telah kita infakkan kpd Allah dan yg kita tinggalkan ini akan menjadi milik orang lain. Jadi hari ini org mati2an mengumpulkan harta, hanya utk dinikmati oleh org lain. Harta yg di dunia ini tidak akan selamanya bersama kita, ttpi yg telah dikirim kpd Allah inilah yg akan kekal. 

Ada 3 Macam Nikmat yang Allah berikan kepada manusia:

1) Nikmat Zohiriah: Dari Sifat Pengasih Allah (Ar Rahman): Seperti Nikmat: Udara, Air, Panas Matahari, Harta, Pangkat, dll. Ini diberikan kepada seluruh manusia.

2) Nikmat Bathiniah: Dari Sifat Penyayang Allah (Ar Rahim): Seperti Nikmat: Taqwa, Qona’ah, Hidayah, Sholat, Dzikir, dll. Ini diberikan hanya kepada orang yang beriman.

3) Nikmat Tertinggi: Yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul: Yaitu : Fikirnya, Risaunya, Akhlaqnya, dan Kerjanya Anbiya AS. Ini diberikan kpd kekasih2 Allah.

Jika nikmat tertinggi itu wujud dlm diri kita, berarti Allah sangat sayang pada kita. Sedangkan Allah hanya memberikan nikmat tertinggi itu kepada org yg paling Allah cintai yaitu para Anbiya AS. Nikmat kerajaan Allah berikan kepada musuh Allah juga seperti Firaun dan Namrud. Nikmat harta juga Allah telah berikan kepada musuhnya yaitu Qorun. Nikmat kesehatan Allah juga berikan kepada musuhnya yaitu Kaum Ad. Nikmat Teknologi industri dan senibina juga Allah berikan kepada kaum Tsamud. Nikmat Pertanian juga Allah berikan kpd kaum Saba. Namun nikmat yg paling mulia adalah pertolongan dari Allah utk mengikuti jlnnya para Anbiya AS dan sahabat RA. Sekarang pilihan ada di kita apakah kita mau mengikuti jejak musuh Allah atau kekasih Allah. 

Barang siapa merasa lebih nikmat mendapat nikmat harta dibanding dgn nikmat Iman dan Amal, berarti dia sudah menghina Allah sebagai pemberi Nikmat tertinggi. Nikmat harta ini nilainya tidak lebih besar dari sebelah sayap nyamuk, sedangkan nikmat amal disisi Allah melebihi besarnya langit dan seluruh isinya. Untuk itu kita harus mensyukuri nikmat amal ini melebihi nikmat harta yg kita miliki. Satu Amal ini walaupun sebesar biji sawi, dpt kita bawa sampai mati, dan dpt menyelamat kan kita dari azab Allah di akherat. Sedangkan harta di dunia, jika tidak kita gunakan untuk kemauan Allah maka ini hanya laku di dunia, sedangkan di akherat akan di hisab dengan keras. Siapa saja yg kufur dari nikmat yg Allah berikan maka Allah akan rampas nikmat itu dan Allah akan binasakan org itu. Sbgmana Allah telah binasakan org2 yg kufur dari nikmat Allah sptiFiraun, Qorun, Kaum Ad, Kaum Saba, dll. Hari ini kita lihat hati kita, lebih terkesan mana mendptkan nikmat2 musuh Allah atau nikmat menjlni kehidupan para Nabi. Firman Allah: “Kamu adalah umat yg terbaik (Khairu Ummah) yg dilahirkan utk manusia, menyuruh kpd yg Ma’ruf dan mencegah yg Mungkar, dan kalian beriman kpd Allah…” (3 : 110)

Nikmat Akbar atau nikmat besar dari Allah yg diberikan kpd Umat saat ini adalah Gelaran Umat Terbaik. Nabi Muhammad adalah pemimpin para Anbiya AS dan kita adalah umat yg terbaik. Allah berikan pridikat umat terbaik kpd umat Nabi SAW asbab kerja yang mulia yaitu kerja Dakwah, kerjanya para Nabi. Nabi SAW dan para sahabat RA datang kepada manusia untuk mengajak mereka kepada Nikmat yang Akbar. Tetapi kebanyakan dari mrk malah lari bahkan menentangnya. Yg harus menjadi fikir kita saat ini adalah bagaimana umat dpt selamat dari adzab Allah, di dunia dan akherat. Kita perlu kerjakan dakwah ini dgn:

1) Yakin Nabi SAW: Tidak terkesan pada keadaan apapun
2) Tertib Nabi SAW: Cara yang di contohkan oleh Nabi SAW
3) Akhlaq Nabi SAW: Iqrom, Khidmat, Kasih Sayang, Hikmah
4) Fikir Nabi SAW: Kerisauannya dan Bashirohnya

Sedangkan modalnya dan asbabnya Nabi SAW hanya: 

1). Yakin yang benar: Allah bersama Saya. 
2). Perintah Allah: Dibalik perintah ada pertolongan Allah, 
3). Do’a: Senjata Nabi SAW.

Inilah cara dakwah peninggalan Nabi SAW. Siapa saja yang meninggalkan dakwah maka dia akan jatuh dari pandangan Allah. Allah akan buang dia seperti manusia membuang sampah ke tempat sampah lalu tidak di lihatnya lagi. Allah akan tutup pintu-pintu keberkahan wahyu darinya. Dia tidak akan diperhatikan dan ditolong oleh Allah. Do’anya tidak akan di dengar dan Allah akan sibukkan dia pada amal2 yg Allah benci. Sehingga dia akan mati dlm keadaan dibenci oleh Allah. Sahabat memenangkan peperangan, namun ketika pembahagian ghanimah malah banyak yg menangis. Abu Darda RA ditanya oleh yg lain kenapa dia menangis, dia menjawab, “Jika kita sampai kufur terhadap nikmat yang Allah beri ini, maka nanti Allah akan hinakan kita spt Allah hinakan Bani Israil ketika mereka kufur dari Nikmat Allah. Mereka meninggalkan perintah Allah, sehingga Allah cabut kenikmatan mrk dan Allah hinakan mereka.” Abu Darda RA takut kita tertimpa musibah dan kehinaan seperti Bani Israil ketika mereka kufur dari Nikmat yang Allah berikan. Bani Israil pun pada awalnya Allah berikan banyak kenikmatan seperti:

1). Kenikmatan bebas dari rasa takut terhadap Firaun, 
2). Kemenangan melawan Firaun, 
3). Makanan dan minuman yang datang dari langit, 
4). Di tunjukkan kebesaran2 Allah, dll.

Namun mereka lalai dari pemberian Allah kepada mereka. Mereka tinggalkan perintah Allah dan kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka. Akhirnya Bani Israil Allah hinakan sampai hari kiamat. Abu Darda RA takut kita bernasib sama spti Bani Israil yang kufur dari nikmat Allah. Nabi SAW pernah berkata mahfum, “Setiap umat memiliki fitnah, sedangkan fitnah umatku adalah harta.” Awal kehancuran dari umat ini adalah ketika fitnah harta sudah masuk ke dalam kehidupan umat. Apa itu fitnah harta yaitu harta yg dpt melalaikan kita dari perintah Allah dan menyebabkan kita kufur dari nikmat Allah. 

Jika harta sudah masuk ke dalam umat akan terjadi 4 perkara, dan ini telah terjadi secara berulang2 dan terus menerus sampai hari kiamat. 4 perkara itu adalah: 

1). Kesibukan mengurus harta, sehingga lalai dari Amal Agama, 
2). Perpecahan diantara umat, 
3). Menyebabkan hati menjadi keras, 
4). Pintu menuju kemaksiatan akan terbuka.

Jika kita lebih menangisi harta kita yang telah hilang dibanding menangisi perintah Allah yang kita tinggalkan, maka do’a kita tidak akan di dengar oleh Allah. Ciri-ciri orang yang tawakkal kepada Allah adalah ketika dia kehilangan sesuatu, maka dia akan berkata, “Innalillahi wa inna illaihi Roji’un”, segala sesuatu datangnya dari Allah dan kepada Allahlah kembalinya segala sesuatu. Pada hakikatnya kita tidak memiliki apa-apa. Allahlah yang memberikan segala sesuatu kpd kita, dan Allah pulalah yg mengambilnya. Bahkan diri kita ini adalah milik Allah, yang sewaktu waktu Allah akan mengambilnya. Maulana Ibrahim dari India berkata, “Ciri-ciri kebatilan terbesar dalam diri manusia adalah ketika dia mengira bahwa harta dan diri dia adalah milik dia. Padahal segala sesuatu ini adalah milik Allah. 

Untuk membenarkan kesalah fahaman ini, maka penting kita korbankan diri dan harta kita di jalan Allah.” Kita ini adalah dutanya Allah di muka bumi, sehingga kita di tuntut untuk bekerja spt seorg duta. Jika seorg duta di kirim ke suatu negari, maka kekuatan negara yg mengirim akan bersama dia. Jika si duta ini disakiti maka negara yg mengirim pun akan turun tangan. Begitu juga kita, sbg duta Allah, kekuatan yg mengirim bersama yg di kirim. Namun jika kita tidak menjalankan tugas kita sbg seorg duta, maka Allah akan memecat kita sebagaimana negara akan memecat dutanya yg lalai dari amanat negara dan akan menggantinya dgn yg lain. 

Tanpa kita sadari kita sudah bekerja sbg supir, pembantu, atau yg tingkatannya jauh lebih rendah dari seorg duta. Begitu juga kita, jgn tertipu dgn pekerjaan yg lebih kecil, sehingga pekerjaan besar kita tinggal kan yaitu sbg duta Allah. Jgn mau meninggalkan pekerjaan yg besar dan mempunyai derajat tinggi di sisi Allah, demi mengurusi dunia saja yg kecil disisi Allah. Apa tujuannya membuat Amal Maqomi dan Khuruj Fissabillilah? tujuannya adalah utk perbaikan hati (Tazkiyatun Nafs) dan perbaikan Iman (Tazkiyatun Iman). Kita buat maqomi dan keluar di jln Allah agar hati kita ini bercahaya dan agar kita siap menjadikan kerja dakwah ini sbg maksud hidup. 

Maksud dikirimnya para Anbiya AS adalah utk buat kerja dakwah agar manusia selamat dari siksa neraka dan membimbing mrk menuju jln ke surga. Siksa Neraka itu tidak terbayangkan kedahsyatannya, kengeriannya, kepedihannya. Mrk meminta kpd Allah utk dikembali kan ke dunia agar bisa beramal. Namun kata Allah dlm Quran walaupun mereka di kembalikan ke dunia, mereka akan tetap durhaka. Dikatakan Ahli Neraka ini akan mengerang kesakitan dan saling menangisi selama ribuan tahun. Mrk akan berteriak, “keluarkan kami…keluarkan kami..” Lalu Allah menjawab, “Diamlah kamu dan terhinalah kamu selamanya.” Inilah penderitaan Ahli Neraka, dan inilah asbab diutusnya para Anbiya AS. 

Dakwah para Anbiya AS itu adalah: 

1). Perkara Tauhid: Keyakinan yang sempurna, 
2). Perkara Risalat: Jalan Keselamatan/Cara Hidup, 
3). Perkara Akhirat: Tempat kembali/Tujuan Akhir.

Sedangkan maksud dikirim para Anbiya AS adalah untuk: 

1). Tabligh: Menyampaikan perkara yang Haq, 
2). Taklim: Mengajar manusia mengenal yang Haq,
3)/ Tazkiyah: Memperbaiki Akhlaq dan Keyakinan Manusia.

Kita harus tingkatkan pengorbanan kita sampai batas akhir kemampuan kita menuju surgaNya Allah. Sedangkan batas akhir Ahlul Dunia adalah Neraka Jahannam sbg tempat kembalinya. Kita perlu timbulkan rasa kasihan, sedih, prihatin kpd mereka yg jauh dari Allah. Kita harus bisa menyayangi mrk sebagaimana kita menyayangi keluarga dan diri kita sendiri. Kita harus risaukan keadaan mereka di akherat nanti. Beri mereka nasehat dgn kerisauan yg tinggi. Inilah Jalannya Umar RA, Abu Bakar RA, Utsman RA, Ali Ra, sampai kpd Nabi SAW dan para Anbiya AS yaitu jln Dakwah. Jika kita ikuti jalan mereka maka hati kita akan bercahaya penuh dgn hidayah sehingga akan terlihat dgn jelas oleh kita antara yg Haq dan yg Bathil. Terus kita tingkatkan pengorbanan sampai ke batas pengorbanan sahabat sampai hilang kesan kita terhadap keduniaan. 

Banyak do’a kepada Allah karena ketaatan hanya dpt dilakukan dgn pertolongan Allah. Maulana Ilyas rah. berkata: “Siapa saja yg ikut kerja dakwah ttpi tidak yakin Allah akan menolong dia berarti org ini adalah org ya fasik.” Allah akan tolong kita spt Allah telah tolong sahabat RA dan para Nabi AS. Siapa saja yang mengisi hatinya dgn Amal Agama, maka Allah akan masukkan cahaya ke dlm hatinya sehingga ia dpt melihat dgn cahaya Allah. Umar r.a pernah berkata, “Hati2 dgn firasat org beriman.” Khalid bin Walid suatu ketika mau di jebak oleh seorg Raja, ttpi ketika itu Allah beri iham dan firasat kpd Khalid bin Walid. Si utusan Raja ketakutan ketika Khalid sadar bahwa dirinya akan di jebak, sehingga dia ceritakan seluruh rahsia dan rencana penjebakan tersebut. 

Ketika itu Khalid RA datang menuju jebakan Raja, namun dia datang dengan persiapan. Akhirnya jebakan tersebut hanya memakan si raja itu sendiri. Inilah pertolongan Allah kepada orang beriman. Khalid RA tidak bisa di tipu karena dia dapat melihat dengan cahaya Allah. Ketika Cahaya masuk ke dalam hati, maka akan menghilangkan kegelapan di sekililingnya. Sehingga sesuatu yang tidak nampak oleh mata manusia terlihat oleh orang yang hatinya di penuhi oleh cahaya Allah. Umat hari ini di tipu atau di jebak tetapi dirinya tidak tau bahwa dirinya telah di tipu dan di jebak. Ini dikarenakan Hati ini tidak masuk cahaya Allah. Seperti katak dalam tempurung, di kegelapan merasa dapat mengetahui segalanya, padahal dia tertutup dari yang namanya kebenaran. Seorang sahabat setiap ada peperangan selalu membuka pakaian besinya agar bisa mati di jln Allah. 

Tetapi apa yg terjadi, pesan pimpinan musuhnya, “Jika kalian bertemu dgn org yg telanjang dada, lari saja…” Maka dalam peperangan, tentara musuh, setiap melihat Birrah RA lari ketakutan seperti domba yang lari melihat serigala. Ini dikarenakan hati para sahabat ini telah dimasuki oleh cahaya Allah. Sehingga cahaya ini bisa menembus dan melihat kepada kehidupan sesudah mati. Sahabat mencintai mati sebagaimana Ahlul Dunia mencintai harta. Kenapa kita dikenalkan kpd usaha nubuwah ini yaitu utk menyebarkan kebaikan kpd seluruh manusia, membawa kabar gembira tentang Surga yang Allah janjikan, dan memberi peringatan tentang Adzab Allah. Kebaikan yang kita dapat dari Dakwah ini adalah untuk diri kita sendiri. Bencana akan datang jika dakwah di tinggalkan, dan Allah akan meminta pertanggung jawaban kita atas kerja dakwah ini. Kita ajak manusia mengenal Allah dan janji2nya, lalu kita bawa mereka kepada kehidupan Nabi SAW dan para sahabat. Bagaimana mereka, Nabi SAW dan para sahabat RA, Allah muliakan dunia dan akherat. 

Dakwah ini adalah usaha agar umat mau balik kepada jalan keimanan dan jalan ketaqwaan, yaitu jalannya para Anbiya AS dan Sahabat RA. Kesibukan kita hari ini adalah dengan perkara yang kecil dan hina disisi Allah. Kita melupakan perkara yang dapat menaikkan derajat kita dan yg justru menyebabkan kita mulia dan besar disisi Allah. Kekuatan Allah akan bersama dengan umat ini jika mereka mau hidupkan dakwah dan kembali kepada kehidupan dan jln para Anbiya AS dan Sahabat RA. Permisalan gerak dakwah yg dilakukan umat ini adalah spt salju yg meleleh karena sinar matahari sehingga mengalir turun gunung, masuk ke lembah2, turun ke parit, lalu ke sungai dan menuju Laut. Air ini memberi manfaat kpd semua yg di lewatinya. Gerak air ini suci dan mensucikan. Ketika air ini gerak manfaatnya adalah buat tumbuh2an, binatang yg haus, membersihkan kotoran dan lain2. Semuanya dpt mengambil manfaat, selama air itu dlm keadaan bergerak. Sedangkan permisalan org yg berhenti dari dakwah ini sprt air yg terjebak ke dlm lobang2 air, dia akan menetap disana. 

Air yg terjebak ini akan tergenang, lalu dikencingi orang, diberaki binatang, diminum anjing, sehingga tidak suci lagi dan banyak penyakit. Seiring waktu berjalan air yg terjebak itu akan menjadi mudharat buat yg lain. Begitu juga org yg tidak buat gerak dakwah maka dia akan terjebak ke dlm lobang2 dunia, kantor, tahta, jabatan, sehingga org ini akan menjadi rusak dan membawa mudharat bagi org lain. Ketika dia terjebak dlm lobang dunia maka dia akan mulai meninggalkan sunnah, yakinnya mulai rusak, mulai lalai dari perintah Allah, dan akhlaqnya akan menjadi buruk. Sehingga yg muncul adalah perbuatan merusak spt mencuri, korupsi, memfitnah, spt penyakit yg timbul dari air yg kotor. Asbab ini yg terlihat dari umat adalah sisi yg buruk saja. Sahabat bergerak menyebarkan cahaya Allah, sehingga semua org dpt mengambil manfaat dari kehidupan mrk. 

Allah berjanji siapa saja yg menolong Agama Allah maka Allah akan menolong mrk. Kita ajak manusia kpd cahaya Allah yg mengeluarkan manusia dari kegelapan. Tambah pengorbanan jgn sampai kerja kita tidak ada peningkatan nanti ada yg marah. Spt anak kecil ketika dia kecil hanya bisa mencoret2 saja namun masih dipuji2 oleh org tuanya dan gurunya. Ttpi jika sudah besar masih kerjanya coret2 saja tidak ada perkembangan maka ini boleh menjadi asbab dimarahi oleh guru dan org tuanya. Begitu juga dlm kerja ini jika kita tidak ada peningkatan dlm kerja agama nanti Allah akan mrh pada kita. Bagi org yg sudah lama dlm usaha ini buat peningkatan kerja dan pengorbanan lebih banyak lagi. Org lama ini spt mobil yg memimpin di depan, jika mobil yg di depan ini mogok maka mobil yg diblkg akan berhenti dan akan terjadi kemacetan. Jadi jgn biarkan diri kita berhenti, maju terus, berkorban terus sampai tak ada lagi yg bisa dikorbankan. Nanti Allah akan tampakkan hasilnya di akhirat.

No comments:

Post a Comment