Monday, March 2, 2015

BAYAN SUBUH MAULANA SAAD

(08/10/2017)

Segala sesuatu ada hajikatnya. Utk perkara dunia orang selalu mencari hakikatnya. Tidak cukup gambar saja tapi hakikatnya yg nampak di depan mata barulah terpenuhi hajatnya. Jika tidak nampak maka hati tidak tenang. Padahal sebenarnya tanpa hakikat iman bagaimana hati orang beriman akan menjadi tenang. Setiap kalimat ada lafaz ada hakikatnya.

Kalomat laa ilaaha illallaah ada ikhlas kalimat iaitu org yg mengucapkannya terhindar dr perkara yg diharamkan Allah. Secara ijtimai hakikat kalimat ini telah keluar dari hati ummat. Masing2 mendakwahkan apa yg diusahakannya, perdagangannya, kantornya, dll.  Orang berzikir dan merasa cukup dengan zikirnya padahal dalam hadits Nabi sabdakan bagaimana memperbarui iman yakni dengan memperbanyak mengucapkan kalimah. Apa maksud memperbanyak? Iaitu dengan maksud memperbarui. Orang2 memperbarui bajunya dengan mencucinya, tp tidak tahu bagaimana memperbarui imannya.

Jadi apa maksud memperbanyak mengucapkan kalimah? Berapapun banyaknya asbab dan benda2 maka kita mengingkari asbab dan benda tersebut dan meyakini zat Allah. Berapapun banyak ilmu maka orang belajar dan mengajarkannya, namun ilmu yg berhubungan dengan iman orang2 tidak memuzakarahkannya. Ilmu yg berhubungan dengan amalan fardhu semua org mempelajarinya, tapi tidak dengan ilmu iman padahal perkara paling fardhu adalah iman.

Perkara yg pertama sekali kami wahyukan kepada Anbiya adalah selain zat Allah tidak ada yg layak utk diibadati, mksdnya ditaati.  Kaum Nabi Nuh kaum mayoritas, Nabi dakwahkan mayoritas tidak dapat berbuat apa2. Kaum saba' kaum pertanian, Nabi dakwahkan pertanian tidak ada kuasa. Kaum nabi Saleh kaum benda2, Nabi dakwahkan benda2 tidak ada apa2nya. Amal datang belakangan dan sempurna setelah hijrah, seperti solat, arah kiblat. Aturan di alam semesta tidak ada hubungan dgn alam semesta. 

Perbedaan kufur dan iman: aturan alam semesta berjalan dengan alam itu sendiri, sementara iman bahawa aturan alam berjalan dengan aturan Allah. Apa beda kafir dan mukmin? Semua nampak dari amalan dan bentuk fisik. Zikir bukanlah maksudnya panjang dan lama, maksud zikir yg sebenarnya adalah atas apapun perubahan yg terjadi di dunia ini maka kita ingat kepada Allah. Dengan pemikiran bahawa aturan alam semesta sudah berjalan semenjak dulu lagi padahal tidaklah jatuh sehelai daun melainkan atas izin Allah. Maka kita ingkari setiap kehendak2 mereka.

Bahkan jika seluruh Anbiya berkumpul utk memberikan hidayah, tanpa kehendak Allah hidayah tidak akan turun walaupun Nabi diutus utk usahakan hidayah. Masukkan kebesaran Allah ke dalam hati maka Allah akan mengampuni. Nabi saw telah memalingkan perhatiannya dari yg nampak.

Telah tersebar penyakit pada unta. Sahabat pikir penyakit ini menular dari satu unta ke yg lain. Kalo begitu dari mana datang penyakit pada unta yg pertama? Maka Nabi betulkan pemikiran yg salah bahawa penyakit yg datang pada unta yg pertama berasal dari Allah begitu juga penyakit yg datang pada unta yg kedua dan seterusnya. Bersama para Anbiya ada mukjizat, tapi anbiya sampaikan bahawa mukjizat datang dr Allah bukan dari diri Nabi itu sendiri.

Kumpulan pasir yg dilempar Nabi kepada org kafir maka Allah katakan bukan kamu yg melempar tetapi Allah yg melempar. Orang2 katakan apa terjadi terjadi dengan sendirinya seolah2 setelah Allah ciptakan dunia maka Allah lepaskan kepada dunia itu sendiri. Seperti air yg turun dijaga oleh malaikat, jika tidak Allah beri kekuatan maka air itu akan terlepas dari malaikat. Malaikat juga berhajat pada Allah bukan pada dirinya sendiri. Jangan katakan ini terjadi karena ini terjadi.

Sulaiman as dapat lakukan sesuatu bukan atas kehendaknya sendiri. Sulaiman as berkeinginan menjadikan 100 org anaknya menjadi mujahid dengan garis keturunan isteri2nya yg baik dan dengan cara yg baik, namun hanya 1 org yg hamil, itupun digugurkan oleh Allah. Maka Allah perlihatkan tanpa kehendak Allah maka tidak akan berjaya. Bagaimana kerja dunia yg tidak mengikut kehendak Allah akan berjaya?

Amal yg dicintai Allah tapi tidak dikehendaki Allah saja tidak berjaya apalagi kerja yg tidak dicintai Allah, bagaimana bisa berjaya daging anak yg belum berumur 4 bln diletakkan di kursi dan Sulaiman as berkata bahawa aku telah melakukan sesuatu atas kehendakku. Nabi saw katakan apabila Sulaiman as katakan InsyaAllah maka 100 org anak akan lahir.

Nabi saw ditanya tentang ruh, Ashabul Kahfi dan Zulkarnain as maka Nabi janjikan besok akan saya jelaskan. Padahal tidak ada yg mengetahui perkara yg ghaib melainkan atas izin Allah. Nabi saja tidak tahu bagaimana ahli nujum akan tahu. Maka sebulan wahyu tidak turun dalam iradah mereka tidak ingat akan Allah. Maka amal banyak namun yakin rusak.  Nabi melarang sahabat katakan bahawa dengan kehendak Allah dan Nabi maka akan terjadi, ini masih syirik. Hendaklah ucapkan hanya dengan kehendak Allah saja. Nabi sendiri tidak berjaya dalam kehendaknya saat mengajak Abu Thalib masuk islam. Nabi hendak menangkap Wahsyi namun justeru Wahsyi masuk islam.

Samiri meminum madu, susu dan minyak dari jari Jibril. Untuk mengambil faedah dari qudratullah maka keluarkan keyakinan kepada alam semesta. Pedagang akan katakan ya Allah berikanlah laba melalui toko ini. Org sakit akan doa ya Allah sembuhkan aku melalui obat ini.  Inilah yakin kita yg rusak hari ini, usaha atas asbab berharap pada Allah dan didakwahkan seperti itu pula. Ini tidak mungkin karena pengharapan bergantung pada apa yg diusahakan itu. Bertentangan dengan aturan Allah karena asbab bukanlah aturan dari Allah. Org menyangka aturan di alam semesta adalah aturan dari Allah, lalu apa aturan dan tertibnya Allah? Inilah agama Allah. Yg tidak ada perubahan.

Bila org katakan alam semesta tidak ada perubahan, maka lihatlah sangat banyak perubahan: awan gelap namun tidak jd hujan, isteri 4 tapi tidak punya anak, dll dalam asbab zohir org musyrik katakan Allah yg berbuat dimad orang musyrik katakan saat mengobati Nabi: aku akan obati kamu tapi kesembuhan bergantung pada Allah. Maka kesimpulan utk ambil faedah dari Allah yakni dengan mengikut aturan Allah. Maka kita buat karena ridho Allah untuk kemaanfaatan ummat, bukan utk kebaikan diri sendiri. Hari ini semangatnya utk kebaikan diri sendiri. Modal kecil dijual terlalu mahal, obat palsu dijual agar untung lebih besar. 2 perkara asal: ikhlas dan ihsan. Allah suka dengan doa org yg merasa lemah. Tapi org2 katakan dengan asbab maka semua selesai. Padahal Dokter dan obat tidak berkuasa menyembuhkan.

Semua yg bergerak dan tidak bergerak berhajat pada Allah, hajat Jibril as dan semut sama pada Allah. Jelas sekali janji Allah bersama amal, bukan asbab. Sebagaimana kisah 3 org yg terkurung dlm gua yg akhirnya dapat keluar dengan amal mereka masing2. Namun untuk menggeser batu tersebut tidak dengan amal yg berhubungan dengan hak Allah, artinya keadaan yg datang karena rusaknya muamalah tidak akan dapat diperbaiki dengan ibadah. Org berakal adalah mengerjakan amal dan berharap pd Allah dan orang yg gagal adalah buat usaha atas asbab namun berharap pd Allah.

Abu Hurairoh kerjanya mengumpulkan hadits sehingga Allah memudahkan rejekinya melakui kurma. Setelah syahidnya Utsman ra maka keberkahan kurma Abu Hurairoh hilang dengan hilangnya wadahnya, karena ketaatan kepada amir telah hilang. Pertolongan seperti ini tidaklah datang hanya pada sahabat, namun mengikut amal dan ketaatan. Karomah yg Allah berikan kepada wali bertujuan mentaarufkan amal mereka bukan mentaarufkan wali tersebut. 

Barangsiapa yg menjadikan kerja Nabi kerjanya maka Allah akan datangkan pertolonganNya. Siapa yg meniru amalan wali maka pertolongan Allah kepada wali akan datang juga kepadanya.

Iman yg paling lemah adalah melihat dosa menjadi risau dan berdoa agar dosa tersebut dihilangkan. Maka kita dapat mengukur iman kita hari ini.  Iman paling kuat mencegah kemungkaran dengan kekuatan, kemudian lisan dan hati. Apa maksud dengan hati? Meminta dengan doa dan dengan hati yg tawajjuh bukan lalai. Inilah maksud ikhlas dari kalimah. Ikhlas dalam solat maka akan terhindar dari dosa.

Orang katakan dosanya berasal dari dosanya. Padahal dengan amalan maka syetan tidak akan mampu menggodanya. Anggota tubuh membuat kesalahan dalam ibadah barulah setelah itu anggota tubuhnya berbuat dosa. Tidak mungkin anggota tubuhnya benar dalam solat namun kemudian anggota tubuhnya berbuat dosa. Seseorang telah membawa mangkuk sirup dan terjatuh maka Maulana Yusuf katakan perbaiki solatmu.

Jika dalam solatnya tidak mampu berbuat baik maka bagaimana di luar solat ia akan berbuat baik. Ibadah akan sempurna dengan iman dan ilmu. Kita bawa setiap amal dengan ilmu, bawa ilmu pada amal. Sebagaimana fardhunya solat begitu jugalah fardhunya ilmu, yakni fardhu ain bukan fardhu kifayah.  Menjadi alim itu fardhu ain, menjadi maulana/mulwi itu fardhu kifayah karena masing2 punya kesibukan berbeda.

Ikhlas dari ilmu akan membentuk rasa takut pada Allah. Ilmu lidah hanya di otak bukan di hatinya sehingga tidak amal, ilmu yg bermanfaat akan mendatangkan ketaatan pada Allah. Bila tidak ada ketaatan maka ilmu akan menyusahkan dirinya di akhirat derajat seseorang mengikut kadar amal bukan ilmu, karena ilmu dibuat utk amal. Seperti derajat surga yg sesuai dengan jumlah ayat yg dibaca. 

Orang dunia mendapat ijazah sebagai maklumat, namun di akhirat Allah akan tanya apakah ilmu sudah diamalkan? Bagaimana Nabi dan Sahabat sebarkan ilmu? Duduk syuhbah dengan ulama, bergerak keluar di jalan Allah. Perkara yg tidak sunah Nabi tidak masnun maka dalam satu waktu 70 ulama telah ditasykil. Hari ini tidak cukup nafkah mereka tinggalkan tanah air mereka, namun untuk perkara agama org enggan tinggalkan tanah.

No comments:

Post a Comment