Friday, January 16, 2015

BAYAN KH UZAIRON

Yakin dan Akhlak dalam Dakwah. Asskm Wr Wb. Setiap kerja ada Modalnya, dan Modal dari usaha agama ini adalah keyakinan yang shahih, yaitu:

Keyakinan yang shahih kepada Allah Swt
Keyakinan yang shahih kepada Rasullullah Saw
Keyakinan yang shahih kepada Kitabullah
Keyakinan yang shahih kepada adanya para Malaikat
Keyakinan yang shahih kepada Negeri Akherat yang abadi
Keyakinan yang shahih kepada Keputusan Allah (Qadha dan Qadhar)

Rasullullah Saw memegang janggutnya, lalu berkata: “Aku beriman dgn Taqdir Allah atau ketentuan Allah, baik ketentuan yg baik dan yg buruk, baik ketentuan yg manis maupun yg pahit. Semuanya adalah dari Allah Swt.” Seluruh para Nabi dan Rasul, yg ditugaskan utk usahakan agama, maka semuanya dibekali dgn keyakinan. Nabi Musa diutus utk dakwah ke Mesir oleh Allah, mendapati medan yg begitu berat yaitu menghadapi penguasa zalim Firaun Laknatullah Alaih. Firaun saat itu adalah seseorg yg mempunyai kekuasaan, mempunyai kerajaan, mempunyai tahta, mempunyai tentara, mempunyai harta, dan segala mcm asbab. 

Sementara Nabi Musa AS diutus Allah utk buat usaha atas agama di mesir tidak dimodali asbab apapun. Nabi Musa AS dlm menghadapi Firaun hanya membawa baju yg terpakai dan tongkat saja. Bajunya juga baju yg lama, yg dia pakai hari2, dan tongkatnya juga yg lama, yg dipakai utk mengembala kambing dan utk bersandar. Jadi tidak ada hal2 baru secara meteri atau zahir dari diri Nabi Musa AS, yg baru hanya keyakinan dlm hati saja. Allah Swt telah tanamkan keyakinan dalam diri Musa AS, keyakinan akan Qudratullah: “Innaniannalloha la illaha illa ana, fa’budni, wa akimisholata lidzikri” Artinya: “Sesungguh nya aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan yg patut disembah selain Aku…” Maksudnya apa: 

Tidak ada yang perlu ditakuti dengan sebenar-benarnya selain Allah Swt
Tidak ada yang patut dicintai dengan sebenar-benarnya selain Allah Swt
Tidak ada yang perlu diagungkan dengan sebenar-benarnya selain Allah Swt
Tidak ada yang perlu di tunduki dengan sebenar-benarnya selain Allah Swt.
Tidak ada yang perlu diharapkan dengan sebenar-benarnya selain Allah Swt.

Inilah pembakalan yg diberikan kpd Musa AS oleh Allah yaitu mengenal Allah Swt. Setelah mengenal Allah Swt, maka berikutnya Musa AS diberikan jln utk berhubungan dga Allah Swt yaitu dgn sholat. Begitu juga dgn Nabi Saw yg di utus keseluruh alam oleh Allah, juga tidak dibekali dgn kebendaan ataupun asbab2 zahir apapun. Ketika beliau masih kecil, Allah telah kirim Jibril AS utk membedah dada Nabi, mengambil dpd Hati Nabi utk dicuci dgn air zamzam. Kemudian Jibril AS membawa suatu wadah yg berisikan Iman dan Hikmah utk dimasukkan kedlm hati Nabi Saw. Begitu juga ketika Nabi Saw hendak menjadi Nabi, maka kejadian yg sama terulang kembali, dada nabi Saw dibedah kembali utk di ambil hatinya dibersihkan kembali dan di isi dgn Iman dan Hikmah. Kejadian ini menurut ulama berulang sampai 3 kali :

Ketika masih kecil / anak-anak
Ketika remaja menjelang menjadi Nabi
Ketika hendak Isra’ Mi’raj

Nabi Saw tidak diberikan benda2 atau materi2 keduniaan, ttpi diberikan Iman dan Hikmah. Kitapun juga spt itu, bahwa keyakinan yg betul terhadap Allah Swt merupakan modal terpenting dlm usaha agama ini:

“Allahu kholiku kulli syai”         : Allah pencipta segala sesuatu
“Allahu al qodir ala kulli syai”   : Allah berkuasa atas segala sesuatu
“Allahu al alim bikulli syai”       : Allah yang mengetahui segala sesuatu

Apa yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, dan apa yg tidak dikehendaki oleh Allah pasti tidak akan terjadi: “Innama amruhu Idza arroda syai’an an yakullu kun fa yakun” : “Jika Allah menghendaki mencipta kan sesuatu maka Allah hany berfirman : “Kun” maka akan terjadi”. Allah Swt menciptakan yg besar dan yg kecil dgn cara yg sama, begitu juga dgn surga dan neraka, dunia dan akherat, hanya dgn kata2: “Kun” – “Jadilah”, maka langsung terjadi. Perkara besar dan perkara kecil disisi Allah sama saja, diciptakan dgn “Kun” maka langsung jadi. Di hadapan Allah Swt ini seorg Raja dgn seekor nyamuk ini sama saja. Kalau Allah menghendaki bisa saja Raja membunuh nyamuk, jika Allah menghendaki bisa saja nyamuk membunuh raja. 

Semuanya menurut Kehendak Allah Swt saja. “Allahu lima yurid” : “Allah bertindak menurut apa yg dia mau, berbuat apa saja yg Allah mau, tanpa ada bantuan apapun dan siapapun.” Allah Swt: Dialah yg meninggikan langit tanpa tiang, dialah yg menjalankan Matahari tanpa alat. Semuanya hanya dgn “Kun” Fayakun. Allah Swt tidak perlu bantuan apa saja dan siapa saja. Apaq yg dikehendaki Allah akan terjadi, dan apa yg tidak dikehendaki Allah tidak mungkin terjadi. Mahluk tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah Swt termasuk denyut2 jantung manusia ada dlm genggaman Allah Swt. “Wama tasya una illa ayasha Allah” : Kamu semua tidak bisa berkehendak kecuali dgn kehendak Allah. Dialah Allah Swt: Al Muhyi yg menghidupkan, Dia lah Allah Swt adalah Al Mumit yg mematikan, Ar Rofiq yg meninggikan, Al Khofiq yg merendahkan, Dialah Allah yg membikin org tertawa, Dialah Allah yg membikin org menangis, Dialah Allah yg membikin org benci, dan Dialah Allah yg membikin org cinta.

Bagaimana bencinya Firaun kpd Musa AS, Nabi Musa AS belum lahir tapi Firaun sudah benci. Saking bencinya kepada Nabi Musa AS, Firaun menggerakkan pasukan2 untuk mencari Musa AS yg masih bayi sampai membunuh 70.000 bayi setiap tahunnya. Anehnya setelah bayi Musa AS ada di depan mata, bukannya dibunuh, tapi mindset Firaun berubah, malah memeliharanya. Mendadak pemikiran Firaun ini berubah, programnya berubah yg dari ingin membunuhnya, malah Nabi Musa AS diangkat menjadi anaknya, dipelihara oleh Firaun. Jadi pada Hakekatnya yg punya program hanya Allah Swt. Allah Swt yang Maha Kuat, mahluk tidak mempunyai kekuatan apa-apa: Indonesia tidak kuat, yang kuat itu adalah yang menciptakan Indonesia. 

Amerika tidak kuat, yang kuat itu adalah yg menciptakan Amerika. China itu tidak kaya, yang kaya itu yang menciptakan negeri China. Jepang itu tidak pandai, yang pandai itu adalah yg menciptakan org2 jepang… “La illaha illallah” Maka yg diharap hanya Allah, kalau kita punya harapan kepada selain Allah ini namanya tidak adab kpd Allah Swt. Bukankah Allah itu Maha Kaya dan Maha Kuasa, padahal Allah Swt sudah menyuruh kita minta kpdNya, kok mintanya atau berharapnya kepada selain Allah, ini namanya tidak punya adab. Bagaiamana seorang anak punya orang tua yang sayang pada dia dan kaya raya, tetapi si anak ini malah minta-minta, mengemis, kepada tetangganya yang miskin lagi. Maka marahlah si orang tua : “Anak kurang ajar (dijewer si anak), kamu ini bukannya minta padaku malah minta pada orang lain, bukankah ayahmu ini banyak uang dan sayang padamu, kenapa malah minta ke tetangga yang miskin. Bikin malu org tua saja!” 

Maka orang tua yg mendapatkan anaknya berlaku demikian akan marah kepada si anak karena mengemis2 kpd org lain dibanding meminta kepada orang tuanya. Jadi seorang hamba yang meminta kpd selain Allah Swt ini merupakan kesalahan yang besar. Tetapi kebanyakan manusia tidak menganggap ini suatu kesalahan. Begitu juga dengan rasa takut kepada selain Allah Swt, ini juga merupakan kesalahan yang besar, padahal selain Allah ini tidak bisa berbuat apa-apa, tanpa kehendak Allah Swt. Seseorang tahu bahwa dia dilihat oleh Allah Swt, di dengar oleh Allah Swt, tapi takutnya malah kepada selain Allah, ini namanya tidak punya akhlaq kepada Allah Swt. Jadi jgn menggantungkan harapan kepada selain Allah, jangan kita takuti selain Allah, berharap dan takut hanya kepada Allah saja, inilah sikapnya orang beriman. Malu jika berharap kepada selain Allah, malu kalau sampai takut kepada selian Allah. 

Syaidina Abdullah Ibnu Umar RA ketika memegang kepala singa berkata : “Saya malu kalau saya takut kepada selain Allah.” Maka kita luruskan keyakinan kita kpd Allah, sehingga kita senantiasa dlm setiap keadaan dapat tawajjuh kepada Allah Swt. Kerja Dakwah ini sangat berhajat kepada ketawajuhan kita terhadap Allah Swt. Semua kerja perlu tawajjuh kepada Allah Swt karena kita ini tidak dapat melakukan apa-apa tanpa pertolongan Allah Swt. Da’i ini hakekatnya kata masyeikh kita wajahnya menghadap mahluk, tapi hatinya hanya menghadap kepada Allah Swt. Da’i ini dzohirnya mengetuk pintu2 rumah, tapi hakekatnya sedang mengetuk2 pintu hidayah Allah Swt. Ketika Rasullullah Saw memegang baju umar lalu mengatakan: “Wahai umar apakah kamu tidak akan jera2 utk berada dlm kekufuran sampai dtg murka Allah kpd kamu? Ya Allah berikanlah hidayah kepada Umar.” Lalu Umar RA langsung mengucapkan, “Ashadu alla illaha illallah wa ash hadu anna Muhammadar rosullullah.” 

Setiap org bertanya ini kiatnya bagaimana agar bisa mengeluarkan jemaah2 untuk keluar dijalan Allah. Mudah saja, andaikata kita selalu dlm keadaan Tawajjuh kepada Allah Swt, sehingga Allah berkenan menyelesaikan masalah kita, maka semua masalah akan selesai. Kesulitan apa saja, andaikan kita mau tawajjuh kpd Allah, Tawakkal kpd Allah Swt, nanti Allah akan selesaikan masalah kita. Nabi Musa AS menghadapi masalah di depannya ada lautan, sedangkan di belakang ada pasukan Firaun yg siap membantai Nabi Musa AS dan Bani Israil. Semua org ketika itu dlm ketakutan dan berputus asa. Nabi Musa AS mengajarkan kpd kita kiat menyelesaikan masalah. Apa itu? yaitu Tawajjuh kpd Allah Swt : “Innama iyya Robbi sayahdeen” : “Tuhanku bersamaku” dia akan memberi petunjuk kpdku. Akhirnya selesai masalah. 

Begitu pula apa yg dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dlm menyelesaikan masalah yaitu ketika menghadapi Namrud Laknatullah Alaih dgn pasukan2nya. Bagaimana Nabi Ibrahim menyelesaikan masalah yaitu dgn Tawajjuh kpd Allah : “Hasbunallah” : “Cukup Allah saja sebagai penolongku”. Akhirnya datang penolongan Allah Swt. Begitu juga junjungan kita Nabi Saw, ketika menghadapi masalah, dikejar2 org kafir Quraish hendak dibunuh, yaitu tawajjuh kepada Allah Swt : “Innalloha Ma ana” : “Allah bersama kita” Akhirnya datang pertolongan Allah Swt. Begitu juga para sahabat RA dalam menghadapi masalah yaitu dgn Tawajjuh kepada Allah Swt, maka semua masalah mereka Allah selesaikan. Jadi utk menyelesai kan masalah yg ada tidak ada jalan selain Tawajjuh kepada Allah, tambah tawakkal, tambah takut kepada Allah, dan tambah harap hanya kepada Allah. Inilah satu2nya dalam menyelesaikan masalah. 

Kisah : Seorang ulama ber doa terus berdoa, maka setiap berdoa keluar kata2 “Doa kamu tidak diterima.” Dia terus berdoa lagi, maka tetap keluar kata2 seperti itu, “Doa kamu tidak diterima.” Walaupun keluar kata2 spt itu dia tetap terus berdoa. Terlalu seringnya keluar kata2 spt itu, sampai2 muridnya bisa mendengarkan suara tersebut. Maka suatu ketika pergilah ulama utk melaksanakan Haji, lalu berdoalah dia di depan kabah bersama murid2nya. Namun tetap saja setiap kali berdoa didepan ka’bah, maka suara itu tetap mengatakan, “Do’a kamu tidak diterima.” Akhirnya si muridnya berkata : “Wahai syekh, setiap kali anda berdoa, selalu keluar suara spt itu, “doa kamu tidak diterima”, tapi kenapa syekh tetap terus berdoa nya.” Si ulama tadi berkata : “Kamu tahu sudah berapa lama aku mendengarkan suara seperti itu?” si murid bilang : “Tidak tahu.” Si ulama tadi mengatakan: “Aku sudah mendengarkan suara itu selama 40 tahun. Setiap saya doa musti keluar suara sptiini, “Doa kamu tidak diterima”?” 

Lalu si murid menanyakan : “Kenapa tetap berdoa kalau keadaannya spt itu?” Si ulama itu mengatakan : “Kalaupun Allah Swt menolak doa saya sejuta kali, maka saya akan balik lagi utk berdoa lagi sejuta kali, habis siapa yg bisa mengabul kan doa saya selain Allah Swt. siapa yg bisa menolong saya selain Allah? kalau doa saya ditolak, maka saya akan balik lagi berdoa. Ditolak lagi, saya balik lagi berdoa, saya akan berbuat terus spt itu. Ini karena saya mau cari siapa, tidak ada lagi tuhan selain Allah. Siapa lagi yg bisa memperkenankan doa saya selain Allah? Ada tuhan mana lagi selain Allah?” Setelah targhib yg ulama berikan ini kepada muridnya, tiba2 keluar suara tersebut, “Sekarang doa kamu sudah diterima.” Maka kita tawajjuh terus kepada Allah, doa terus kpd Allah, jgn putus asa. 

Cerita ini didukung oleh suatu hadits: “Tidak henti2nya seorg hamba itu mengucapkan, “Ya Allah….. Ya Allah….” Akhirnya diterima juga.” (Mahfum Hadits). Jadi tidak cukup sekali berdoa itu. Doa lagi, “Maza’ala”, terus do’a lagi, “La ya zallu”, tidak henti henti. Sampai akhirnya diterima juga doanya oleh Allah Swt. Inilah hakikat usaha kita. Usaha kita ini bukan utk banyak2an org, tapi bagai mana mempunyai hubungan benar dgn Allah. “Barangsiapa yg mendapatkan Allah maka dia telah mendpt kan segala2nya. Barangsiapa yg telah kehilangan Allah, dia telah kehilangan segala2nya.” Allahlah penguasa segalanya, pembuat keputusan atas segala sesuatu, maka barangsiapa yg mendptkan Allah, maka dia telah mendptkan segalanya. Inilah pentingnya kenapa kita harus punya hubungan baik dgn Allah Swt, karena barangsiapa yg telah kehilangan Allah, hakekatnya dia telah kehilangan segala2nya. 

Inilah Targhib yg diberikan oleh Syeikh Abdul Wahab ketika dtg di jakarta 2008 kemarin, dari waktu isya sampai makan jam 11 mlm, hanya ini intinya diulang2 oleh beliau. Inilah bekal kerja agama, tawajjuh kpd Allah, doa siang dan malam kpd Allah. Setelah kita Tawajjuh kpd Allah, maka langkah yg kedua adalah bagai mana kita menyibukkan diri kita dlm perintah2 Allah. Nabi Saw katakan dlm hadits qudsi: “Ma taqoroba ilaiya abdi fi mislih ma tarobtuhu alaih” “Tidak ada cara utk mendekatkan diri kpd Allah melebihi amalan2 fardhu”: Jaga Sholat Wajib, Jaga Puasa, Jaga Zakat, Jaga Haji bagi yg mampu. Beli rumah 100 juta mampu kok haji tidak mampu? beli mobil 50 juta mampu tapi haji kok tidak mampu? ini bukan tidak mampu namanya, tapi tidak mau. Jadi amalan2 fardhu harus dijaga. Bahkan menurut Imam Al Ghazali dlm kitab Ihya Ulumuddeen jilid satu yg termasuk harus di jaga adalah Dakwah, karena fardhu ‘Ain.

Pemikiran Imam Ghazali di Kitab Ihya Ulumuddin terhadap Dakwah: Imam Ghazali katakan zaman ini adalah zaman kebanyakan manusia sudah lalai kepada Allah. Ini beliau katakan 500 tahun hijriah, dimana wali2 masih dimana2. Maka di zaman ini kalau kita tidak dtg ke rumah2 menemui setiap org, bagaimana mereka mau ingat kepada Allah. Maka hari ini adalah fardhu ‘Ain untuk setiap orang bergerak menemui setiap orang mengingatkan mereka kepada Allah. Jadi pemikiran tentang Dakwah itu adalah penting ini bukan hanya dari satu ulama saja, seperti Syeikh Ilyas Rah.A saja, tetapi juga imam Ghazali, bahkan sampai ke Rasullullah SAW sekalipun. 

Namun alangkah sedikitnya manusia yang memperhatikan perkara ini. Padahal tidak ada cara untuk mendekatkan diri kepada Allah melebihi daripada mengerjakan amal2 fardhu. Dan tidak henti2nya seorg hamba mengerjakan amal2 sunnah (bukan sekali saja tapi secara terus menerus, dari : Sholat Sunnah, Puasa Sunnah, Dzikir harian, bacaan Quran, sodaqoh, secara terus menerus), akhirnya dicintai oleh Allah Swt. Jaman dulu waktu baru pertama kali keluar 3 hari maka semangat bahkan diulang2 adab tidur, adab makan, dan adab masuk mesjid, tetapi sesudah jadi org lama tidak dipraktekkan lagi, tidak di mudzakarohkan lagi, bosan katanya, tidak perlu adab tidur lagi dan tidak perlu adab makan lagi. Ini namanya pensiun dari mengamalkan sunnah Nabi Saw. 

Apb seseorg sudah dicintai oleh Allah Swt, maka Allah akan memberkati matanya, memberkati mulutnya, memberkati tangannya, memberkati seluruh kehidupan org tersebut, spt para sahabat RA. Umar RA ini seorg khalifah seperti kita tangannya hanya dua saja, namun dari tangan yang Allah berkati ini mampu mengatur seluruh manusia dari ujung ke ujung dunia. Ini namanya Barokah dlm pengaturan dari Allah Swt. Bagi umar cukup berteriak dari madinah sambil mengayunkan tangannya, pasukannya yg sedang berperang ribuan killometer dari madinah mampu mendengar perintah Umar RA. Namun lihat kita hari bagaimana keadaan kita begitu jauh dari umar RA, mengatur satu mahalah saja tidak becus. Masya Allah, Allahu Akbar.

Inilah keadaan kita hari ini kurang Barokah dari Allah Swt. Knp? ini krn kita tidak menjaga dpd amal2 sunah kita dgn sungguh2. Kita harus menjaga dgn sungguh2 dari amal sunnah yg zahir dan yg batin. Amal2 zahir spt sunah makan, sunah tidur. Sedangkan amal batin ini spt sunah2 dari akhlaq rasullullah SAW seperti memaafkan org. Nabi SAW sifatnya itu senantiasa memaafkan org. Org semakin berbuat jahil kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW semakin berbuat baik, semakin lembut kepada orang itu. Keburukan dibalas dengan kebaikan, ini merupakan sifat Nabi SAW yang disebutkan dalam kitab Taurat sebagai Nabi Akhir jaman. Inilah yg namanya Akhlaq sunnah memaafkan, sementara kalo kita ini temen berbuat salah kita inget2 terus, sementara kita tidak pernah inget kebaikan2nya. Ini namanya bukan Akhlaq sunnah. 

Akhlaq sunnah itu kita sentiasa melihat kebaikan org, dan jgn melihat keburukan nya. Inilah akhir zaman, jgn kita ini menuntut teman kita ini berlebih2an, lihatlah kebaikan2nya. Dgn cara ini maka akan timbul kasih sayang satu sama lain dan kesatuan hati, inilah asbab terbaik turunnya pertolongan Allah. Umat ini jika sudah tidak satu hati, walaupun dipimpin oleh cucu Nabi SAW, namun krn umat dlm keadaan tidak rukun, dipimpin oleh oleh sealim2nya manusia, umat tidak bisa jalan alias tidak berfungsi alias kacau balau. Spt mobil yg sudah bobrok, walaupun didtgkan supir ahli, seorg pembalap kaliber dunia, ini sama aja tidak akan bisa jalan. Jadi kalau mobil bobrok, supir jepang yg ahli dgn supir dari jawa, ya sama aja. 

Namun kalau mobil bagus dan baik kondisinya, tidak perlu supir dari jepang, supir dari temboro aja bisa jalan mobil tersebut dengan baik. Intinya  kita ini jangan suka menyalah2kan orang, contoh: gara2 si anu kerja ini jadi gak bisa jalan, gara2 dialah kerja ini buntu. Di fikiran org seperti ini yg ada hanyalah “Saya risau dgn dia ini”, kenapa dia tidak risau pada dirinya sendiri dulu (sibuk merisaukan org lain tapi tidak risau sama diri sendiri). Nabi SAW bersabda: “Man khola khalaqannas fa huwa ahlaquhum au ahlaqahum” artinya :  “Barangsiapa yg mengatakan bahwa manusia sudah rusak, maka dia inilah yang paling rusak”. Menurut Ulama makna dari hadits ini ada 2: Dianya yg rusak atau Dia jadi asbab rusaknya org lain (dianya yang merusak org lain). Jadi sebagai Da’i itu harus lihat kebaikan2 org, akhirnya melihat org itu seneng. 

Walaupun hanya 1 temen dia akan merasa senang, dia syukurin pertemanannya dgn satu org ini. Akhirnya asbab syukurnya ini Allah Swt tambah temannya. Tambah satu teman, disyukurin lagi, pandang kebaikan nya lagi, disayang lagi, akhirnya Allah Swt tambah temannya lagi terus hingga temannya menjadi banyak. Beda dgn jika banyak teman tidak disyukurin, dimarahin terus temannya, prasangka buruk terus, dilihat keburukannya aja, lama-kelamaan temannya meninggalkannya, hingga dia tidak punya teman. Teman ini walaupun dia tidak mau ditaskil atau berbeda pandangan dgn kita, minimal dia seorg islam ini sudah mencukupi fadhilahnya. Jika kita bertemu mengucapkan salam, itupun kita dapat pahala. Kita bersalaman, dosa2 kita berguguran. Apalagi kalau dia mau diajak keluar di jalan Allah  maka akan bertambah2 lagi fadhilahnya. Inilah Akhlaq Nabi SAW, sunnah didlm Akhlaq, yaitu suka memaafkan dan memandang kebaikan org lain. Maka akhirnya dimana2 bicara kebaikan, sehingga kebaikan dimana2 tersebar.

Syech Abdul Wahab katakan: “Da’i ini juka sudah mudzakaroh mengenai kelemahan atau aib temannya maka ini akan menyebabkan kerja ini menjadi lemah.” Maulana Umar Rah.A cerita: Ada suatu rombongan dari suatu negeri dtg ke masyeikh utk membeberkan kekurangan dan kelemahan syuro di negerinya. Setiap orang di rincikan masalah dan kekurangan mereka. Sehingga Maulana Umar bertanya, “Kenapa nama kamu tidak ditulis disini? apakah kamu tidak punya kelemahan, tidak punya ya?” jangan kamu lihat kelemahan org2 itu sehingga kamu tidak akan bisa kerja sama. Akibatnya kerja dakwah ini akan terhenti. Lihatlah kebaikan2 mrk.” 

Cerita ulama jaman dulu: “Dulu ada kisah seorg bernama si fulan. Si fulan ini setiap ketemu org langsung mencium bau busuk dan mencibirnya. Di rumahnya dia ketemu istrinya marah dia bilang istrinya ini bau busuk sekali. Ketemu ayahnya marah, dia bilang kok bau busuk sekali. Lalu ke mesjid begitu juga, ketemu ulama dia bilang ini ulama kok bau busuk sekali. Kemana2 pergi dia marah2 bilang semua org busuk. Sehingga akhirnya dtglah seorg temannya menasihatinya utk tidak seperti itu. Lalu si fulan katakan, “Ya mmg keadaannya seperti itu semua org bau busuk.” Teman nya bilang jgn seperti itu, bau busuk itu dikarenakan di hidung kamu itu ada kotoran tai ayam nempel di dlm hidung kamu. 

Terkejut dia mendengarnya dia langsung pulang membersihkan hidungnya. Setelah dibersihkan hidungnya, diberi pembersih dan pewangi, sehingga kini dia ketemu istrinya kok jadi wangi, begitu juga ketemu ayahnya, ketemu ulama di mesjid juga begitu, semua org jadi wangi. Akhirnya dia sadar rupanya selama ini yg bermasalah itu hidungnya.” Inilah gambaran bagaimana org jaman dulu memberi nasehat yah spt ini penuh dgn hikmah. Jadi ketika menuduh org lain buruk atau melihat keburukan org lain, sesungguhnya itu sebenarnya dtg dari keburukan diri sendiri. Org baik itu ya ngeliat apa aja ya baik saja.

Ada laki perempuan sedang berjalan, maka orang baik ini akan memandang “Wah ini suami isteri mesra sekali.” Tetapi kalau orang buruk dia akan memandang, “Wah ini pasti mau zina mereka”. Jadi kalau orang baik itu melihat suatu perkara ya baik aja, sehingga yang datang yang baik-baik sama dia. Kita tidak akan bisa buat usaha dakwah kecuali dengan melihat kebaikan orang. Kalau ini bisa dilakukan, maka orang seperti ini hanya akan melihat kebaikan pada orang atau ummat, sehingga dia jatuh cinta pada ummat, sayang kepada ummat, dan mau usaha atas ummat. Inilah akhlaq Rasullullah SAW. 

Walaupun sudah diperlakukan sedemikian rupa oleh abu jahal, tapi beliau masih berharap keislamannya. Sebagaimana umar ketika masih membenci islam habis2an, tapi Nabi SAW masih berharap keislamannya Umar RA, “Ya Allah kuatkan islam dengan islamnya Umar ibn Khottob”. Jadi tidak hentinya seseorang itu secara terus menerus mencintai dan mengamalkan sunnah Nabi SAW, sehingga dia dicintai Allah Swt. Jika Allah Swt sudah mencintai hambanya maka kehidupannya akan diberkati. Pembicaraannya, tangannya, matanya, kakinya, perdagangannya, semua diberkati oleh Allah Swt. Seorang kalau sudah diberkati oelh Allah walaupun usahanya yang kelihatan hanya sedikit tetapi hasilnya bisa besar. Seperti Ali RA ketika dia sedang mengumpulkan kabilah Hamadan di yaman, beliau hanya bicara 5 menit saja, “Saya di utus oleh Rasullullah SAW untuk mengajak kalian semua masuk islam.” 

Mendengar pembicaraan Ali yang sedikit ini langsung satu suku semuanya masuk islam padahal belum dijelaskan tentang islam dan aturannya bagaimana. Ini asbab kata-kata Sayidina Ali RA ini betul2 diberkati oleh Allah Swt. Sehingga sangking gembiranya sayidina Ali membuat syair, “Seumpama saya ini sebagai juru kunci surga, maka nanti orang yaman ini saya masukan surga duluan, karena org yaman ini di taskil sgt gampang.” Jadi amal2 infirodhi kita ini sgt penting sehingga amal ijtimai kita diberkati oleh Allah Swt. Sehingga Allah katakan : Jika dia berdoa kpdKu pasti akan Aku berikan, Jika dia mohon perlindungan kpd Ku pasti akan saya lindungi.

Ini jika org sudah mengerjakan sunnah dijaga secara terus menerus, sunnah dalam akhlaq, sunnah dlm ibadat. Para Masyeikh kita amalan2 sunnah ini dijaga luar biasa. Saya membaca sejarah kehidupan Hadratji Innamul Hasan yg ditulis oleh Maulana Syahid di pesantren Deoband India. Beliau katakan bahwa syekh Innamul Hasan ini sehari membaca Quran ini 15 Juz, maka dlm 2 hari pasti khattam. Zikirnya tiap hari 70.000 lafaz, duduknya 4 jam khusus utk dzikir setiap harinya. Padahal kesibukan beliau dlm dakwah, mengajar, khidmat, ini luar biasa sekali tetapi masih sempat utk istiqomah dlm amalan infirodhi. Walaupun dgn kesibukan beliau yg luar biasa, namun tetap amal2 infirodhinya, amalan pribadi, terjaga secara istiqomah sehingga kerja2 beliau yang secara ijtimai ini diberkati. Ini sebetulnya bukan perkara yg aneh, karena Nabi SAW juga seperti itu bahkan diberitakan di dalam Al Quran, bagaimana Tahajjudnya Nabi SAW separuh malam. 

Jika Malam itu adalah 12 jam maka tahajjudnya Nabi SAW ini minimum 4 jam dan kebanyakan 6 jam. Maka org2 yang menjaga amalan2 seperti inilah yang digunakan Allah untuk kerja2 besar. Dalam Suatu Hadits dikatakan: “Apabila Allah sudah mencintai seseorang, maka Allah akan panggil Jibril untuk mengumumkan, “Hai Jibril Aku sudah mencintai si fulan maka cintailah dia”. Lalu Jibril akan mengumumkan kepada penduduk langit (seluruh malaikat) , “Hai para penduduk langit Allah mengatakan bahwa Allah sudah mencintai si fulan maka cintailah dia. Jika penduduk langit sudah mencintai dia, maka penduduk bumipun akan mencintai dia.” Skrg kita balikkan kenapa org2 mahalah ini susah kita temuin, jika kita datangin malah terusik dan terganggu. Ini mungkin karena penduduk langit belum mencintai kita, kenapa? mungkin karena kita kebanyakan tidur, tidak menjaga dari pada amalan sunnah dan amalan infirodhi (pribadi/sendirian) kita. Ini karena penduduk langit tidak ada yang tidur, sehingga mereka melihat kita ini bosen, tidur melulu: Taklim tidur, Bayan tidur, penanggung jawab lagi, bagaimana ini?

Jadi manusia ini jika sudah dicintai oleh ahli langit maka dia akan dicintai oleh ahli bumi. Kalau orang itu sudah dicintai oleh ahli langit, maka mengajak orang kepada kebaikan itu mudah, ditaskil itu mudah. Maka bagaimana kita ini senantiasa dalam kerja agama ini arahnya itu mempercantik amalan kita di hadapan Allah Swt. Syekh Maulana Ilyas Rah.A. katakan: “Yang saya khawatirkan nanti akan terjadi dimana orang itu seperti usaha agama, namun disisi Allah tidak sedang usaha agama. Mengapa bisa begitu? ini karena maksud usaha agama ini bagaimana diri kita ini sifatnya tambah baik, yakinnya tambah kuat, ketaatannya pada Allah Swt meningkat, kecintaannya kepada sunnah semakin bertambah, solatnya makin khusyu, ilmunya semakin bertambah, inilah maksud usaha agama. 

Tapi hari ini orang usaha agama hanya untuk orang lain saja bukan untuk diri sendiri. Inilah yang dimaksud kita disisi manusia terlihat seperti usaha agama tetapi disisi Allah bukan sedang usaha agama.” Kargozari Nizamuddin: Suatu Jemaah pulang ke markaz Nizammuddin lalu buat kargozari dihadapan masyeikh. Mereka bilang alhamdullillah kita sudah keluar 4 bulan, mesjid yang kami datangin ada sekian, mesjid yg meningkat amalan maqominya sekian, jemaah yang keluar banyak sekali. Lalu hadratji Inamul hasan katakan ini yang kalian kargozari baru sifat yg ke enam, yaitu dakwah wa tabligh, tapi bagaimana kargozari lima sifat yg lain? bagaimana peningkatan keyakinan kalian kepada Allah, bagaimana amalan sunnah kalian, bagaimana peningkatan qualitas solat kalian, bagaimana peningkatan ilmu dan zikir kalian, bagaimana khidmat kalian kpd sesama saudara kalian, bagaimana taklim kalian, bagaimana akhlaq kalian? kok kargozarinya hanya yg ke enam saja.

Maka hari ini kita usaha agama Hakikatnya hanya satu saja yaitu untuk mendekatkan diri kita kepada Allah, untuk mendapatkan Ridho Allah, bukan untuk mencari yang lain. Caranya sejauh mana kita bisa menjaga daripada sunnah-sunnah Nabi SAW, sejauhmana kita mempunyai sifat-sifat yang dicintai Allah Swt, sejauhmana kita bisa taat kepada Allah Swt. Ulama katakan jika kita ini sudah memiliki sifat taat ini, setiap kerjanya jadi barokah. Seperti Nabi Musa AS kerjanya sederhana saja menggiring kambing dengan tongkat, mengambil buah2an dgn tongkatnya, namun asbab ketaatan jadi barokah, sekali memungkulkan tongkat kelautan menyelesaikan seluruh masalah. lautan bisa taat pada tongkat Musa, namun hakekatnya adalah tongkat musa ini dipukulkan atas dasar perintah Allah Swt. Ini karena Nabi Musa ini kerja berdasar kan ketaatan kepada Allah Swt hingga semua kerjanya jadi Baroqah. Seorang sahabat diperintah Nabi Saw dalam suatu perjalanan, ketika itu Nabi SAW sedang mau buang hajat. 

Nabi SAW perintahkan sahabat ini untuk datang kepada pohon, mentaskil pohon, untuk datang kepada Nabi SAW sebagai penghalang agar tidak terlihat. Ini ajaib perintahnya, yaitu mentaskil pohon, kita mentaskil org saja susahnya setengah mati, ini pohon disuruh taskil. Sahabat ini langsung datang ke pohon tadi, “Hai pohon kamu dipanggil oleh Rasullullah Saw.” Namun asbab ketaatan, pohon ini langsung datang kepada Nabi SAW, berjalan seakan-akan mempunyai kaki. Sampai di Rasullullah SAW, lalu dperintahkan, “Berbarislah kalian seperti satir, sebagai penutup.” Maka pohon-pohon tersebut langsung berbaris seperti penutup. Setelah buang air, Rasullullah SAW perintahkan sahabat untuk memerintahkan pohon tadi kembali ke tempat semula, maka pohon-pohon tersebutpun kembali ketempat semula. Kisah ini ditulis oleh Iman Suyuthi dalam Kitab Khottho. Inilah kalau seseorang punya sifat taat ini jangankan manusia, pohonpun bisa ditaskil. Beda sama orang yang suka ngengkel (keras/suka bantah), belum apa-apa sudah merasa sok pinter, malah menentang. Di taskil malah, melihat keburukan org lain dan membanggakan diri sendiri. 

Kalau tidak paham ini jgn serta merta menentang, dgr dulu, pelajari dulu, lihat dulu, keluar dulu. Jadi kalau paham jgn langsung menentang, nanti seumur hidup tidak paham terus. Spt pohon tadi apa bisa mendgr dia, tapi sahabat tadi taat saja, sehingga Allah tampakkan kekuatan dari mengamalkan perintah Rasullulah. Ini krn perintah Rasullulah ini adalah perintah Allah, Rasullullah ini dibawah bimbingan dan arahan Allah Swt, setiap geriknya atas dasar perintah Allah Swt. Allah yg berkuasa menciptakan apa saja dan Allah berkuasa memerintahkan apa saja dan siapa saja. Allah kuasa memerintahkan pohon yg tidak bisa mendgr jadi mendgr, Allah kuasa menjadikan manusia yg mendengar jadi tuli. Allah berkuasa berbuat apa saja yg Allah mau. Inilah fadhilah sifat taat dan sifat sabar. Dikatakan dlm Al Quran, org yg akan dipilih oleh Allah sbg Imam hidayah adalah org yg memiliki sifat sabar dan sifat yaqin. Yakin tanpa sabar tidak akan diterima, begitu juga sabar tapi tidak yakin, tidak akan diterima.

Sabar: Sabar dlm ketaatan, Sabar dalam menghindari yang di larang Allah, Sabar dalam menghadapi ujian2. Ujian untuk dai ini macam2: Ujian dari orang Kafir (paling ringan), Ujian dari org islam, Ujian dari teman sendiri, Ujian dari pimpinan (paling berat). Inilah kata Nabi SAW: “Nanti akan dtg pimpinan2 yg tidak akan menyenangkan hati kalian, sabarlah, nanti aku akan tunggu kamu di telaga Kautsar.”Orang yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang tidak menyenangkan tapi sabar, ini nantinya akan ditunggu Nabi Saw di telaga Kautsar. Kalau dipimpin sama org yg menyangkan ini mudah, tapi kalau dipimpin sama org yg tidak menyenangkan ini mujahaddahnya. Maunya dipimpin sama orang seperti ini dan begini, akhirnya kecewa tidak dapet pemimpin yang seperti itu. “Ya sudah tidak usah ikut dakwah saja.” 

Begini jadinya kalau kecewa. Makanya kita ini harus sabar. Makanya Syekh Abdul Wahab Assyakroni dalam kitabnya mengatakan: “Barangsiapa dalam usaha agama dicaci maki orang dia sabar, ikhlas, ridho, tidak marah, maka sebentar lagi dia akan diangkat Allah sbg Imam Hidayah.” Jadi utk diangkat sebagai Imam Hidayah ini banyak, salah satunya jika dicaci maki org kita harus sabar dan ikhlas. Fikir kita harus, memang salah saya ini banyak, lebih banyak dari yg org katakan itu. Sayidina Abu Bakar RA pernah dicaci maki lama sekali oleh seseorg tapi diam saja. Setelah sekian lama dicaci maki akhirnya org itu terdiam, lalu Abu Bakar RA berkata, “Wahai saudara ku sesungguhnya apa yg kamu ketahui itu dari kesalahan saya, itu baru sebagian kecil saja kesalahanku, itu saja kamu sudah marah spt itu, bagaimana jika kamu tahu semua kesalahan saya.” Akhirnya yang mencaci maki ini malu, diam, berhenti sendiri tidak melanjutkan.

Sayyidina Hasan RA ibnu Ali RA dicaci maki seseorg habis2an, padahal yg dicaci maki ini adalah cucu Nabi SAW, yg menurut riwayat adalah pimpinan ahli sorga, dia diam saja, dan di dengarkan saja cacian itu. Setelah letih bicara yg mencaci tadi, lalu ganti Imam Hasan yg bicara, “Wahai saudaraku andaikata apa yg kamu bicarakan tadi benar, semoga Allah memaafkan saya, dan jika apa yg kamu bicarakan tadi tidak benar, semoga Allah memaafkan kamu.” Beginilah cara menyelesaikan masalah, mudah saja. Sayyidina Hasan RA ini adalah org yg tidak pernah emosi. Sikapnya Dai harus seperti ini. Bahkan Nabi SAW memuji sayyidina hasan ini sebagai pimpinan, Allah akan mempersatukan dgn cucu saya golongan2 dari orang islam. Inilah Akhlaq, kesabaran. Jika dai ini bisa bersikap seperti ini maka: “Innaloha Maa Sobirin” : Allah bersama orang-orang yang sabar. Beres sudah seluruh masalah jika Allah bersama kita. Sabar yg tertinggi kata Maulana Saad adalah menutup mulut jgn ngomong kejelekan teman. 

Kelihatannya spt Mudzakaroh ternyata menggunjing teman, astaghfirullah. Kalau org maksiat ditempat maksiat ini sangat buruk, tapi kalau org maksiat bukan ditempat maksiat ditempat ketaatan yaitu di mesjid, dlm forum dakwah, bahkan dilakukan setiap hari lagi, ini lebih buruk lagi, apa itu? menggunjing org di mesjid. Kata Imam Ghozali itu menggunjing org caranya macam2, ada yg sudah berpengalaman menggunjing orang dgn cara yg halus sekali. Contoh : “Bagaimana keadaan si fulan” jawabnya, “Doakan saja yah pak dia.” Ini walaupun kata2nya baik, tapi orang sudah paham kejelekan atau kekurangan orang yang dimaksud. Dia tidak menjelek2kan tapi dengan kata2 orang sudah paham. Kata Imam Ghazali gunjingan yang seperti ini lebih berbahaya. Ulama katakan orang yang suka menggunjing doa2nya tidak makbul, karena mulutnya bau disisi allah asbab suka menggunjing. Jangan kita suka menggunjing orang, lihatlah kebaikan orang, karena kerja kita ini mengurus orang, sehingga setannya banyak yang mau menghancurkan amal kita. 

Setan usaha bagaimana amal2 yg sudah kita kerjakan ini jadi hangus, tidak diterima oleh Allah asbab kita menggunjingkan kawan kita. Perasaan kita sudah keluar 4 bulan, satu tahun, tapi ini hanya data tim taskyl, ternyata disisi Allah sudah hangus semua. Kenapa? karena suka menggunjing org. Keluar sudah tahun tapi di buku malaikat yg tertulis hanya 3 hari, sisanya hangus, makin menggunjing lagi, dibuku malaikat berubah lagi statusnya menjadi belum keluar, degradasi lagi, karena apa menggunjing tadi. Seperti org yg menyimpan uang tiap hari, setelah sekian lama, perasaannya sudah seperti orang kaya, tapi ternyata setelah tabungannya di buka, uangnya hilang semua sudah dimakan rayap, bagaimana perasaannya? dia akan terkejuk. 

Nah bagaimana dengan kita yg sudah buat usaha agama sekian lama, pengorbanan sudah habis2an, tapi krn kita doyannya menggunjing org, mengadu domba org, begitu kita menghadap Allah ternyata amal2 tersebut sudah hangus semua, karena kezaliman kita sendiri. Hadits Nabi SAW: “Tidak akan masuk sorga org mengadu domba”. Jadi satu perkataan yg dpt membuat org bercerai berai atau berpecah belah dpt membuat seseorg tidak dpt masuk surga. Jadi yg harus kita lakukan itu sebaliknya, Nabi Saw katakan walaupun kamu bohong tapi utk mendamaikan atau menyatukan org ini tidak dosa. Jgn sampai kita melakukan perbuatan atau berkata2 yg dpt mengadu domba org atau memecah belah org.

Ulama katakan: Org yg memecah org, dia sendiri akan pecah, Org yg merukunkan org, dia sendiri akan rukun, Org yg menghormati org, dia sendiri nanti Allah gerakkan org menghormati dia, Org yg menghina kan org dia sendiri nanti Allah gerakkan orang menghina dia. Dalam satu hadits yang diriwayat Hafidz bin yathi mahfum: “Barangsiapa yang mendengar temannya dijelek2kan lalu dia tidak membela, maka nanti Allah akan menggerakkan orang menjelek2kan dia dan tidak akan ada yang membela. Lalu Barangsiapa yg mendengar temannya dijelek2kan, sedangkan dia membela temannya, maka nanti Allah akan datang kan org yg membela dia ketika dia di jelek2kan.” 

Nabi SAW mempunyai berjuta2 kebaikan, ilmunya yg paling tinggi, wajahnya yg paling ganteng, suaranya yg paling merdu, phisiknya yang paling kuat, ttpi yg dipuji2 oleh Allah Swt dalam Al Quran adalah Akhlaqnya Nabi Saw: “Fainnaka ala kullu khuluqin adzim”: kamu punya budi pekerti yg agung. Seseorg yg mempunyai akhlaq yg baik ini kata Nabi SAW, doa-doanya akan makbul. Seorg sahabat dikasih tau oleh Nabi SAW, “Maukah kamu aku kasih tau amalan yang jika kamu kerjakan akan menyebabkan doa-doamu akan makbul.” Sahabat jawab, “Tentu ya Rasullullah”. Nabi Saw jawab, “Perbaikilah Akhlaqmu”. Saad bin abi waqash RA datang kepada Rasullullah untuk meminta di doakan oleh Nabi Saw agar doa-doanya diterima oleh Allah Swt. 

Nabi Saw katakan,”Wahai Saad makanlah yg baik (maksudnya yg betul2 halal) maka doa kamu nanti akan diterima oleh Allah Swt.” Oleh sebab itu doanya Saad bin Abi Waqash RA ini sangat ijabah, langsung cash. Ada seorg buta dtg kepada saat untuk minta di doakan, sekali tiup mata org buat itu langsung sembuh dan bisa melihat, cash ijabah. Namun aneh Saad bin Abi Waqqash ini lama2 juga buta. Sahabat datang wahai saad kamu ini nyembuhin org2 buat sehingga bisa melihat, sedangkan kamu sendiri jadi buta, kok tidak mau doa kepada Allah agar bisa melihat. Buta ini yang bikin Allah, apa yang Allah Swt bikin untuk saya, saya senang semua dan saya terima, maka saya tidak akan meminta kpd Allah utk melihat. 

Beginilah cintanya sahabat kepada Allah Swt, apa yang allah sudah tetapkan diterima, ridho atas semua keputusn Allah bukan yang baik saja tapi yang buruk juga. Inilah sifat2 yang harus kita miliki dalam kerja dakwah ini. Nabi Saw diminta dakwah dalam suasana islah diri: “Ya ayyuhal mudatsir kum fa andzir wa rabbaka fakabbir wasiya faka fathohir” artinya: “Wahai org yg berselimut, bangkitlah dan berikanlah peringatan, hanya tuhan engkau yg kamu besarkan,….” Maksudnya apa? Wahai org berselimut, bangkitlah, beri peringatan. à ini tertib dakwah, bangkitlah utk kerja dakwah dimulai dari diri sendiri, jgn menunggu org. hanya tuhanmulah yg kamu besarkan. Apa yg kita dakwahkan yaitu keagungan Allah. Jadi kita bicarakan kebesaran Allah dan keagungan Allah. Cerita nusrohtullah , pertolongan Allah. Jangan cerita yg menyebab kan org putus harap kpd Allah Swt. 

Contoh: Bagaimana ya tempat kami ini karkunnya miskin2, tidak ada tokoh2 masyarakat. Bagaimana kita mau bentuk jemaah? sudah loyo tambah loyo lagi. Ini harus kita targhib. Kita memang gak punya apa-apa, tidak punya uang, tidak punya mobil, tapi kita punya Allah Swt, kita punya Rasullullah Saw, kita punya solat. Sehingga timbul harapan kpd Allah Swt. Wasiya faka fathohir à menurut sebagian ulama ini maksudnya senantiasa memperbaiki diri. Jadi dakwah dlm suasana memperbaiki diri. Fadhilah Amal ini dibuat oleh seorg ulama besar pada zamannya, seorg ahli hadits yaitu Maulana Zakaria Al Khandalawi. Namun hari ini lucu banyak sekali org mengkritik beliau. 

Padahal beliau ini adalah ulama besar yg telah membuat beratus2 kitab dari berbagai macam bidang ilmu pada zaman nya dan tersebar ke seluruh dunia. Beliau menulis kitab nabanya Audhtul Masalik ini ada 20 jilid kitab hadist syarahnya muwattho imam malik. Jadi beliau ini seorang pakar hadits, ini ada anak TK mau mengkoreksi professor. Jadi pada zaman itu org bangkitkan ulama2 khusus ahli hadits ini kebanyakan dari India spt Maulana Yusuf Al Khandalawi Rah. A, Hadratji Innamul Hasan Rah.A. Jadi kitab Fadhilah Amal ini secara ilmiah sudah bisa dipertanggung jawabkan, inilah rangkuman kitab2 hadits para ulama.

Maulana Zuber bercerita dinasehati oleh Maulana Zakaria Rah.A : “Wahai zuber syarat org agar bisa berhasil dlm usaha dakwah ini adalah Tawadhu, merasa dirinya ini tidak punya apa2. Hanya krn pertolongan Allah saja semua ini bisa terjadi. Tetapi ini Zuber tidak boleh hanya di mulut saja, saya ini lemah, saya ini fakir, tapi hatinya saya ini hebat, saya ini karkun kuat, ahli mujahaddah, jgn yg spt itu, ini tidak akan diterima oleh Allah Swt. Tapi memang ditanamkan dlm hati kita mmg kita tidak punya apa-apa, hanya Allahlah yg punya segalanya.” Tawadhu sekaligus berharap kpd Allah Swt. Inilah doanya Nabi Yunus AS, Tawajjuh kpd Allah Swt, dan menyalahkan diri sendiri: “La illaha illa anta subhanaka inni kuntum minal zolimin”. 

Kalau seorg Rasul mengatakan saya ini termasuk org2 zalim, ini pengakuan doanya nabi yunus AS. Seorg Nabi saja bisa merasa termasuk org2 yg zalim, apalagi kita. Kok bisa kita tidak bisa tidak merasa salah, “salah saya ini apa?” begitu katanya. Ya salah kamu ini ya karena tidak merasa salah. Nabi saja yg tidak punya dosa aja merasa bersalah apalagi kita gudangnya dosa. Maka Nabi Yunus AS tawajjuh kpd Allah Swt dan menyalahkan diri sendiri, baru pertolongan Allah turun. Semua masalah infirodhi Allah selesaikan yaitu keluar dari perut ikan, dan masalah ijtimainya juga Allah bantu, yaitu 100 ribu org lebih masuk islam. Inilah berkat dai tawajjuh kpd Allah Swt dan menyalah kan diri sendiri, ini tanda2 pertolongan Allah sudah dekat, org2 akan berbondong2 masuk islam. Tawajjuh kpd Allah dan salahkan diri sendiri, jgn menyalahkan org lain salahkan saja diri sendiri. Ini salah saya, ini yg bener.

Ketika jaman huru-hara di India banyak org dibunuh, Syeikh Inamul Hasan bertanya ttg keadaan saat itu kpd Syekh Ahmad Lath. Mendengar cerita keadaan yg ada dari syekh ahmad lath, beliau, hadratji inamul hasan menangis mendengarnya. Apa yg terlontar dari mulut hadratji ketika itu, “ini semua salah saya sehingga keadaan menjadi spt ini.” Inilah sikap seorg dai, kemerosotan umat ini terjadi semua krn salah saya. Andaikata amalan rohaniat saya sudah benar, punya mujahadah yg benar, punya pengorbanan yg benar, punya akhlaq yang benar, semestinya kerja dakwah ini akan naik dan ummat tidak akan seperti skrg. Inilah dai yg benar, kemerosotan yg terjadi ini adalah kesalahan saya. 

Nabi Isa AS katakan: “Selagi org itu masih menyalahkan org lain, dia tidak akan sampai kepada Allah Swt” Maksudnya rohaniatnya tidak akan meningkat. Tapi kalau orang sudah menyalahkan diri sendiri maka dgn sendirinya rohaniatnya akan terus meningkat. Di akhir zaman ini Rahmat Allah makin banyak karena makin hari akhir jaman ini makin berat, tambah hari tambah berat. Namun nilai amal juga tambah tinggi, tambah berat, makin tambah tinggi nilai amalnya. Maka kerusakan2 di akhir jaman ini jangan sampai melemahkan kita, tapi justru kita gunakan kesempatan ini utk meningkatkan mujahaddah kita dan pengorbanan kita. Insya Allah.

Skrg Mari kita gunakan Taskil Cashnya Ahli Badr, walaupun hatinya berat tapi ttp berangkat, ada masalah doa, inilah sifatnya Ahli Badr. Sehingga pertolongan Allah bercurah2, Allah kirimkan malaikat utk menjaga mrk dan memenangkan mrk. Insya Allah. Syekh Inamul Hasan berkata: “Org bekerja dgn org saja dapat gaji, masa kerja utk Allah tidak” Syekh Abdul Wahab katakan: “Terus kerja agama dgn sungguh2 maka nanti kamu akan alami pertama kali kelaparan, terus lagi kerja maka nanti Allah akan dtgkan dunia utk kamu.” 

Allah katakan kpd Nabi SAW: “Wawajada illam fa aghna” : “Kamu dahulu miskin, kemudian kami yg mengkayakan kamu” maksudnya jadi nabi dulu juga miskin tapi Allahlah yg memberi kekayaan. Di dlm Al Quran itu ceritanya amal2 itu mendtgkan rizki, bukan bikin melarat. “Yarzukhu min haisu layah tasib”, barangsiapa bertaqwa nanti Allah kasih rizki dari arah yg tidak disangka2. Jadi kemiskinan di dlm dakwah ini hanya ujian saja bagi org beriman, nanti kalo istiqomah Allah akan ubah hidupnya, allah akan beri kekayaan kpdnya. 

Namun ulama katakan ini ada 2 tafsirnya: Kaya Hati, Kaya Dzohir. Seorg sahabat masih kecil dtg kpd Nabi dari yaman utk minta di doakan. Temen2nya semua minta di doakan keduniaan, tapi sahabat ini minta di doakan kaya hati oleh Nabi SAW. Setelah di doakan rombongan ini balik pulang ke yaman. Lalu suatu ketika satu tahun kemudian, rombongan dakwah pulang dari yaman ditanya sama Nabi, “Itu anak yg dulu dtg kemari dari yaman gimana kabarnya.” Sahabat berkata, “MasyaAllah ya Rasullullah, umpama dunia ini dibagi2 gratis maka tidak akan di lirik oleh anak itu.” 

Inilah kaya hatinya sahabat RA. Org itu kalo sudah kaya hati, ya sudah merasa cukup atas segalanya, gak susah hatinya. Begitulah keadaan kita kalo amal agama: kadang2 di kasih kaya hati, kadang2 dikasih kaya zohir, kadang2 dikasih keduanya. Namun kalau kita amal agama maka nanti yg Allah kasih miskin hati, bisa juga dikasih miskin zohir, bisa juga dikasih miskin zohir dan miskin hati. Ringkasnya semua masalah dunia ini akan Allah selesaikan kalau kita senantiasa berada dlm usaha agama. Taskil Cash ada di Badar sedangkan Taskil Niat ada di Tabuk. Semua kita niat insya Allah ambil bagian dlm perjuangan agama Allah.

No comments:

Post a Comment