Saturday, January 31, 2015

KE MANA KALIAN AKAN PERGI

Dgrkanlah ayat Quran. (Fa ayna tadh habuun) Ini bukanlah kata2ku, inilah prosa Quran. “Ke mana kalian akan pergi?” Ada begitu bnyk cinta dlm kata2 ini. Ini bagaikan seorg ibu menjadi putus asa krn anaknya menjadi tersesatdan dia bertanya pada anaknya “Ke mana kau akan pergi?”  Kata2nya adalah “apa yg kau lakukan?” tapi rasa sakit seorg ibu yg tersembunyi dlm kata2 ini atau ketika seorg ayah menjadi putus asa dan berkata “Nak, apa yg kau lakukan?” kasih syg seorg ayah dlm kata2 ini, krn dia tahu apa yg anaknya lakukan akan berbahaya baginya di masa yg akan dtg. 

Pada saat itu dia menjadi putus asa dan berkata “Apa yg kau laku kan?” “Ke mana kau akan pergi?” Jadi kita dpt menceritakan kata2nya tapi tidak dgn dlmnya emosi dlm kata2 ini. Utk itu tak ada terjemahannya. Tiada ter-jemahan dari segi emosi… emosi itu dirasakan. Krn bahasa Arab bukanlah bahasa kita, kita tidak memahami ketika Allah berfirman kpd kita… dan kesungguhan rasa cinta yg dtg dgn itu. (Ayat) “Ya Ayyuhal insaan (wahai manusia)!” Allahu Akbar… “ Yaa Ayuhal Insaan (Wahai manusia)!” Tidak hanya utk Muslim, tidak hanya muslim, tapi cinta yg Allah nyatakan/curahkan kpd 7 billion penduduk dari dunia ini. “Ya Ayyuhal Insaan.” 

Hal ini bagiku tampak spt Allah turun ke bumi, menyalami setiap penduduk bumi dan berfirman, “Apa yg kau lakukan? Wahai makhlukku, Aku adalah Tuhanmu, knp kau meninggalkan Ku?” Terasa biasa di sini bagi seseorg anak utk membuang org tuanya, tapi di daerah kita lebih jarang terjadi. Bila itu terjadi, org tua akan berkata “Knp kau mesti pergi?” rasa kesakitan yg tersembunyi dlm perkataan “knp.” “Ke mana kau akan pergi?” rasa pedih yg ada di dlmnya, “Apa yg kau lakukan?” rasa pedih yg ada di dlm nya, dari seorg ayah dan ibu. 

Jika kita menggunakan perumpamaan ini kpd Allah, seketika itu memahami bahawa kasih syg Allah itu tiada terbatas (infiniti) dan kemudian cublah memahami kata2 ini “Yaa ayyuhal insaan - maa gharaka birabbikal karim.” “Wahai makhlukku, knp kau meninggal kan Tuhanmu? Siapa yg telah menipumu? Aku Tuhanmu, Aku Tuhanmu. Siapa yg telah menipumu? Knp kau meninggalkanKu?” : Aku menciptakanmu, lihatlah penampilanmu di cermin dan lihatlah bgmn Aku telah menciptakan mu. Apakah Aku berbuat salah padamu? 

Seorg ibu tidak berbuat salah pada anaknya meskipun dia hanyalah sebuah medium, sdgkan Aku telah menciptakanmu dgn tgnKu, apakah Aku berbuat salah padamu? Jika Aku menghentikanmu dari sesuatu, ada hikmah disebaliknya. Jika Aku memberitahu mu utk melakukan sesuatu, ada manfaat disebaliknya. “Fa ayna tadh habuun” - Ke mana kau akan pergi?” Allahu Akbar. Allah berfirman “Kemana kau akan pergi?” Dgn meninggal kan Allah, dptkah seseorg mencari tmpt bernaung di tmpt lain? Bertentgn dgn hal ini, Tuhan berfirman: “Jgn di sana, dtglah ke mari. Allah berfirman “Dtglah kpdKu (3x)” Terjemahan puisi: “Dosa burukku tak dpt tmpt bernaung di mana pun kecuali ketika mrk di bwh naunganMu yg Pengampun dan Penyayang.” (M Tariq Jamil)

No comments:

Post a Comment