Friday, January 30, 2015

MUZAKARAH USAHA MASTURAT

Dlm usaha dakwah, tggjwb kita baik lelaki maupun wanita tanpa kecuali. Dlm kerja dakwah mutlak kita harus melibatkan isteri2 dan wanita2 kita. Dlm kerja dakwah tidak cukup dgn anggapan yg penting isteri kita sudah memperboleh kan kita ikut usaha dakwah sajaatau yg penting isteri kita sudah senang dgn usaha dakwah, krn yg sesungguhnya diharapkan dari kita para pria adalah bgmn kita membawa isteri2 dan wanita2 ahli keluarga kita supayah terlibat dan terjun langsung didlm usaha dakwah ini. 

Spt kita sering dgr begitu pentingnya wanita2 dilibatkan dlm usaha dakwah krn kalau kita mau melihat pada kenya-taan yg ada jumlah wanita lebih bnyk dari jumlah lelaki mungkin boleh satu kali lipat atau dua kali lipat jadi kalau hanya lelaki saja yg ambil bhg dlm usaha dakwah ini ertinya baru 25% usaha kita utk mencapai keberhasilan dlm dakwah, ttp kalau wanita2 dan isteri2ikut terlibat dlm usaha dakwah ini maka keberhasilan boleh betul2 mencapai 100%.

Kita juga dpt melihat bahawa anak2 fitrahnya lebih dkt kpd ibu, krn mmg sehari2 waktu mrk habiskan dgn ibu-ibu mrk, sdgkan bapa2 mrk sibuk di luar rumah, baik utk bekerja maupun utk yg lainnya, sehingga anak2 kita ini selama 24 jam waktunya akan di habiskan utk berkumpul bersama ibunya. Kalau wanita2 ambil bhg dlm dakwah maka gerak dakwah akan lebih leluasa, sering kita dgr kalau hanya lelaki saja yg berdakwah agama hanya smpi kerwang tamu, krn kita tidak boleh langsung berdakwah kpd wanita, tapi kalau wanita sudah ikut ambil bhg dlm usaha dakwah ini maka agama akan betul2 masuk kedlm rumah bahkan smpi ke dapur, smpi ke sumur dan yg dasyatnya akan smpi “ke katil”. 

Allah swt tidak pernah mengutus Rasul dari kalangan wanita, tapi apb Allah hendak menurunkan hidayah pada suatu negeri maka Allah akan lihat sejauh mana wanita2 ambil bhg dlm kerja2 dakwah , sehingga kalau kita lihat Nabi-nabi yg isteri2 mrk ikut ambil bhg dlm kerja dakwah hidayah akan tercurah2 ( Nabi Ibrahim as, Rasulullah saw) , begitu sebaliknya Nabi Nuh as berdakwah 950 tahun hanya 83 org saja krn isteri beliau tidak mendukung dlm kerja dakwah, kalau hanya suami saja yg aktif dlm usaha dakwah tanpa di dukung oleh isterinya spt burung hanya dgn 1 syg.

Sekiranya isteri kita tidak mendukung dlm usaha dakwah maka akan berakibat kita menjadi lemah dlm usaha dakwah, walau pun org sekampung menolak kita tapi isteri kita mendukung maka hati akan menjadi tenang , tapi sebaliknya walau pun org sekampung mendukung tapi isteri menetang maka suasana hati dan rumah kita menjadi panas , maka boleh kita lihat bnyk pekerja dakwah yg lemah krn isteri2 mrk tidak mendukung dlm kerja dakwah. Oleh krnnya penting sekali wanita di libatkan dlm usaha dakwah , krn wanita memiliki potensi dan kekuatan diantaranya:

1. Didlm memengang prinsip dan keyakinan wanita jauh lebih hebat di banding pria, krn kalau wanita sudah mendptkan dan menyakini suatu prinsip maka dia akan bersungguh2 memegang prinsip dan keyakinannya tersebut. Kita boleh lihat ketika Rasulullah saw meninggal dunia dan diawal2 Abu Bakar menjadi khalifah yg ketika itu bnyk kaum muslim menjadi murtad ttpi ajaibnya tak satu pun wanita yg murtad dan kita juga dpt lihat manusia yg pertama kali habis2an utk usaha agama adalah wanita iaitu Khadijah r.ha

2. Wanita memiliki kekuatan utk menyebarkan sesuatu, kalau kemampuannya itu digunakan utk menyebarkan kebatilan maka kebatilan akan cpt tersebar begitupun kalau kemampuannya itu di gunakan utk perkara agama maka agamapun akan mudah tersebar. Oleh krn itu bgmn kita berusaha sekuat tenaga utk kita membawa isteri dan para wanita di keluarga kita agar terlibat dlm usaha dakwah ini. 

Maksud kerja agama di kalangan wanita adalah agar wujudnya agama yg sempurna di rumah kita , sehingga kebahagiaan yg sempurna akan dtg kpd kita sehingga kita dpt menjadikan rumah kita sbg syurgaku dgn terwujud agama yg sempurna. Target jangaka pendek kerja di kalangan wanita.

1. Menjadikan isteri kita sbg Alimah (berilmu) sehingga sentiasa isteri kita duduk dlm taklim secara istiqamah krn nantinya isteri kita yg akan bertggjwb dgn taklim di rumah. Taklim di rumah adalah usaha awal kerja agama dikalangan wanita, apb kita telah membuat dan menghidupkan taklim di rumah maka ini seolah2 kita telah mempersilahkan agama masuk kerumah kita. Apb di rumah kita ada taklim yakni dibacakan firmah Allah swt dan sabda Rasulullah saw maka ini seolah2 isteri dan anak2 kita setiap harinya mendptkan nasihat langsung dari Allah swt dan RasulNya. Sehingga ahli keluarga kita akan lembut dan ada kegairahan beramal serta ada kerinduan terhadap kampung akhirat dan bahkan ahli keluarga kita ada semangat utk berjuang dan berkorban utk agama Allah swt.

2. Supayah isteri kita menjadi Murabbiyah (pendidik), sehingga dpt mendidik anak2 kita secara islami. Kalau kita melihat generasi sahabat, maka pada saat umur 18 tahun smpi 20 tahun spt Usama bin zahid , Thariq bin Ziyad mrk sudah sanggup membawa pasukan yg jumlahnya puluhan ribu utk menyebarkan agama keluar negeri, tapi kalau kita melihat keadaan hari ini sgt berbeza jauh sekali anak2 kita umur 20 tahun hanya boleh kongko2 menghabiskan harta org tuanya, bahkan yg terparah mrk sudah tak mengetahui lagi maksud hidup mrk, bahkan sudah tak mempunyai cita2 utk menyebarkan agamanya. Maka disini lah peranan isteri kita utk mendidik dan membina anak2 kita supayah menjadi generasi2 pilihan; Alim-Alimah, Hafiz-Hafizah , Soleh-Solehah, Dai-Daiyah.

3. Supayah isteri kita menjadi Abidah (ahli ibadah), maksudnya agar isteri kita rajin menjaga ibadahnya sehingga isteri2 kita selalu menjaga solatnya tepat pada waktunya, bahkan mrk juga menjaga solat2 sunah (Dhuha, Tahajud, hajad, dll , Isteri kita menjadi rajin membaca alquran minimal 1 juz setiap hari, menjaga  zikir pagi ptg, bahkan rajin membaca doa2 masnunah sehingga isteri kita dpt membantu kita menarik pertolongan Allah swt , bahkan nanti smpi pada tahapan isteri kita selalu menyelesaikan setiap masalah langsung kpd Allah swt melalui amalan.

4. Supayah isteri kita menjadi Zahidah (sederhana), sehingga kehidupan isteri2 kita meneladani sahabiyah2 ra. Kehidupan dan rumah para sahabiyah sgt sederhana, bahkan seumur hidupnya Rasulullah saw tidak pernah memakan tepung yg halus dan Aisyah rha selama menjadi isteri Rasulullah saw hanya mempunyai pakaian baru cuma dua kali saja. Para sahabiyah dan isteri2 Nabi saw melakukan segala perkerjaan rumah tangga sendiri smpikan Fatimah anak Rasulullah saw selalu dlm keadaan yg sgt memprihatinkan padahal dia adalah putri kesygan Rasulullah saw, oleh krn itu melalu usaha dakwah ini kita mengharapkan isteri2 kita mencontoh kehidupan para sahabiyah.

5. Isteri kita menjadi Khaddimah (berkhidmad), yakni membantu melayani dan mendorong suami keluar dijln allah, utk kerja2 agama.

6. Isteri kita supayah menjadi seorg Daiyah (pendakwah wanita), dia ada fikir dan risau atas keadaan umat, krn pada dasarnya isteri2 sering kali berfikir atas hal2 yg menyusahkan dirinya (beras blm habis sudah pusing mikirin beras utk besok) , mudah menangis (anak yg sakit dia yg menangis), maka kalau mrk gunakan tangisan dan risau dia maka hal tersebut sgt kuat utk menarik pertolongan Allah swt , dgn kekuatan itu dia akan membujuk wanita2 yg dtg kerumah kita utk ambil bhg dlm usaha atas agama

Maka bgmn pun pentingnya usaha atas masturah, usaha tersebut harus di buat dgn sgt2 hati2, perlu diperhatikan tertib2nya dan usul2nya, maka sering kita dgr kalau jamaah rizal (lelaki) yg penting keluar utk berdakwah dulu tertib nomor 2 sdgkan utk jamaah masturah (wanita) sebaliknya. Masturah dikeluarkan harus dgn tertib kalau tidak memenuhi tertib dan usul2nya maka masturah tidak boleh di keluarkan. Tertib2 masturah secara Umum:

1. Dikontrol oleh markaz.
2. Tidak boleh bawa anak.
3. Muhrim hakiki (suami).
4. Harus diketahui kemana tujuannya.
5. Garis taqwa Masturah ini harus keluar dgn hijab sempurna (Purdah bukan Cadar, jaga suara).

Tertib-tertib masturah secara Khusus:

a). Utk jamaah 3 hari:

1. Laki2nya harus sudah keluar 3 hari, masturahnya harus sudah pernah duduk dlm taklim masturah.
2. Isteri kita harus siap memakai purdah.
3. Harus dari keinginan isteri kita sendiri, jgn smpi suami main paksa.
4. Jumlah jamaahnya antara 4 – 7 pasang.

b). Utk 15 hari sama spt tertib 3 hari tapi utk laki2nya pernah keluar 40 hari dan masturahnya pernah keluar 3 kali 3 kali.

c). Utk jamaah 40 hari sama spt tertib 15 hari hanya saja masturahnya pernah keluar 15 hari.

d). Utk jamaah 2 bln IP (India, Pakistan), sama spt tertib 40 hari ttp Lelakinya sudah pernah ke IP, masturahnya minimal pernah keluar 15 hari dan ini sepenuhnya di tafakut oleh markaz.

Kalau misalnya isteri kita sudah dilibatkan dlm kerja masturah, maka sgt2 di anjurkan ttp ini bukan nisab krn utk masturah Tiada nisab hanya saja ini sgt di tekankan supayah isteri kita keluar setiap 3-4 bln selama 3 haridan utk tahunan nya 15 hari dan 3 tahun sekali 40 hari. Kalau isteri sudah siap keluar masturah maka di berikan mudzakarah utk mempersiapkan apa2 yg harus di persiapan seblm keluar. 

Walaupun isteri kita sudah keluar masturah IP (India, Pakistan) tapi tidak melakukan hal2 yg diatas (3 hari setiap 3-4 bln, 15 hari setiap tahun dan 3 tahun sekali 40 hari) maka fikir keduniaan isteri kita akan kuat dan fikir akhiratnya akan melemah. Maka pentingnya isteri kita melakukan hal2 tersebut diatas dan yg tidak kalah pentingnya bgmn isteri2 kita libatkan dlm usaha maqami.

No comments:

Post a Comment