Saturday, July 2, 2016

SEMBILAN RAHSIA SIFAT GHURUR (TIPU DAYA) DIBALIK PENGAKUAN TELAH MA'RIFATULLAH

1. Banyak skrg ini org merasa telah ma'rifat KEPADA Allah SWT, dan mereka mengklaim bahwa mereka telah sampai kepada Allah, hanya karena mereka telah tahu teori-teori tentang ma'rifatullah itu sendiri.

2. Banyak orang merasa sudah wushul ( sampai kepada Allah) tetapi sesungguhnya baru dipintu gerbangnya saja.

3. Banyak orang belajar ma'rifat kepada perguruan yang menamakan dirinya perguruan, Padahal isi perguruan itu tidak mengajarkan ma'rifatullah, hanya mengajarkan ilmu kanuragan belaka, lalu ilmunya dinamai ilmu ma'rifat.

4. Banyak orang merasa ma'rifat, ketika ia berguru kepada kyai (ulama) satu hingga ke kyai yg lain, kemudian ia mengalami mukasyafah (ketersingkatan rahasia Allah), Lalu ia berhenti dan kembali mengklaim bahwa dirinya sudah tergolong org2 yang sudah ma'rifat.
5. Sejumlah cendikiawan muslim merasa sudah merasa cukup imannya dengan hanya bercerita secara intelektual mengenai kerohanian. Dan dengan cara seperti itu mereka sudah cukup tebal imannya, tidak perlu lagi menjalani Tharekat menuju ma'rifatullah.

6. Banyak orang yang merasa mampu belajar sendiri tentang ma'rifatullah, lalu mendapatkan bisikan2 tertentu, seakan akan ia mampu berkomunikasi langsung dengan Allah, sehingga Allah-lah Gurunya, dan tidak lagi perlu berguru kepada seorang Syeikh Thariqat Sufi.

7. Bahkan lebih ekstrim lagi ada orang yang merasa ma'rifatnya benar, hanya karena ia mampu bercakap dan menghurai habis ajaran Tasawuf.

8. Yang lebih menyakitkan lagi adalah keadaan yang menimpa kalangan awam dari khalayak muslimin, yang dengan mudah mengatakan si A dan Si B adalah golongan orang-orang yg ma'rifat. Sebab si A dan si B mampu mengetahui isi hati orang, tekaannya selalu terjadi dan memiliki keanehan2 tertentu.

9. Dan bukan disebut sebagai orang yang ma'rifat kepada Allah, jika ada orang ketika ditanya apa saja ia langsung menjawab semua pertanyaan kita. Padahal orang tidak dalat berma'rifatullah dengan usahanya sendiri, sebagaimana pengakuan sejumlah ulama Sufi. Seseorang mampu ma'rifatullah karena ma'rifatnya Allah itu diberikan kepada hambanya. Sehingga sang hamba mengenalnya. Sebab itu ma'rifatullah harus kita mohonkan kepada Allah Ta'ala.

ILAAHI ANTA MAQSUUDI WA RIDHOOKA MATLUUBI A'THINI MAHABBATAKA WA MA'RIFATAKA

Ketika kita tenggelam dlm romantisnya dunia sufi. Jgn biarkan lebih lama rasa romantik itu menggelayuti jiwa kita, nantinya kita seperti digula gula kerohanian dan berakhir selalu tipu daya. Padahal kita baru mengenal aromanya dunia sufi, sementara perasaan kita sudah merasa masuk dan mengenyamnya. Padahal baru aromanya saja. Perjalanan kita masih jauh dan harus terbimbing dengan benar oleh seorang Mursyid yang kamil mukamil. Jika tidak maka syaithonlah yang membimbing kita. Ingatlah peristiwa2 ghurur selalu menguji setiap tahapan para penempuh dunia sufi, sesuai dengan tingkatan masing masing. Contoh paling sederhana, disaat orang berdzikir dengan khusyu' kemudian ia menengok ke jumlah dan bacaan dzikirnya, maka ia telah terperdaya. Seharusnya ia tetap kosentrasi pada yang diingat yaitu Allah Swt. Bukan mengingat dzikir dalam dzikir.

Begitu juga ketika seseorang asyik masuk dalam tahapan sufistik, lalu ia terpesona pada keindahan dan kemesraannya pada Allah, pada saat yang sama, ia telah terlena pada Kemesraan itu sendiri, dan itulah tipu daya (Ghurur). Kemesraan adalah akibat, bukan tujuan. Tujuan kita adalah Allah Ta'ala itu sendiri. Untuk menyingkapi adanya Ghurur itu harus mencari seorang Mursyid yg dapat membimbing zahir batin, Mursyid yang mampu membukakan hijab antara diri kita dengan Allah, Mursyid yg menanamkan Cahaya didalam jiwamu ( qolb-mu ), Mursyid yang menghantarkan kita kedalam Rumah Allah, mewushul-kan kita kepada Allah, Yang membebaskan beban batin kita, bukan yang menindih batin kita.. Semoga Allah sentiasa membimbing kita mengenalNya dan membimbing kita menujuNya. Wallahualam.

No comments:

Post a Comment